SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Pengakuan


__ADS_3

.....


"Ehhh...maksud kamu...?!" tanya Aresha bingung.


"Jangan bilang kamu lupa di mana ciu man kita yangpertama kali..?!" seru Alvarro menatap Aresha.


"Astagaaa...!!!" seru Aresha tidak kalah terkejut nya. Sampai-sampai mulutnya terbuka karena tidak percaya. Kalau Alvarro mengingat moment yang di lift waktu itu.


Melihat ekspresi Aresha, Alvarro menyuapi Aresha yang saat ini mulut nya masih terbuka.


"Hmmm... Enak..." gumam Aresha dan mengunyah membuat Alvarro senang.


"Lalu kenapa waktu itu kamu begitu cuek dan waktu kejadian di bukit, kamu juga tidak membahasnya...??" cerca Aresha karena selama ini dia merasa menjadi salah tingkah sendiri.


"Hmm... Kalau yang pertama tidak usah di bahas...!" seru Alvarro dengan wajah memerah, mengingat betapa tidak konsentrasi diri nya setelah kejadian itu.


"Kenapa..?" selidik Aresha.

__ADS_1


"Pasti karena kamu sudah biasa berciuman makanya hal seperti itu tidak perlu di ingat dan di bahas kan..?" lanjut Aresha santai. Wajar kalau Bos nya yang begitu sempurna di keliling banyak wanita. Mengingat betapa lihai nya Alvarro menciumi dirinya.


Alvarro hanya mengernyitkan alis nya mendengar ucapan Aresha.


"Terus di bukit bintang juga, kalau bukan aku yang mengingat nya duluan. Pasti kamu juga tidak akan membahasnya..!!" celoteh Aresha sambil mengunyah makanan.


"Hmmm.. jadi kalau di hitung-hitung dengan hari ini, ini adalah ke tiga kalinya kita ciuman..?" Aresha masih terus saja berceloteh di depan Alvarro.


Alvarro menatap lekat wajah Aresha yang begitu lancar berbicara tentang ciuman mereka. Selama ini dia tidak ingin membahas. Agar Aresha tidak merasa sungkan dengan dirinya. Dan dia pun waktu itu sangat grogi untuk membahas hal seperti itu.


Aresha kesal sendiri. karena dari tadi yang dia tanyakan ke Alvarro tidak ada satupun di berikan jawaban. Padahal dia sudah memberanikan diri untuk membahas hal yang begitu memalukan di depan Alvarro. Dia hanya ingin memastikan kalau Alvarro juga merasakan debaran yang dia rasakan saat mereka berciuman. Walaupun Alvarro sudah mengatakan kalau Alvarro jatuh cinta kepada dirinya.


Aresha tersenyum masam. "Wajar sih... pasti sudah banyak wanita lain yang berciuman dengan kamu...hehehe...Anggap saja ciu man hari ini untuk ucapan terima kasih ke kamu..hmm..?!" ucap Aresha sambil berusaha tersenyum ke arah Alvarro. Kemudian menundukkan kepalanya. Dia tidak ingin Alvarro melihat matanya yang sudah begitu berembun.


Alvarro menyimpan sendok nya. "Sudah bicaranya..??" seru Alvarro ke Aresha dengan tatapan yang sulit di artikan.


Aresha hanya mengangguk kecil tanpa mengangkat wajahnya. Dirinya terus menyuapi dirinya dengan makanan di ujung sendok nya.

__ADS_1


"Kamu benar... Wanita yang aku ci umi tidak terhitung....!!!" seru Alvarro dengan suara beratnya.


Deg


Aresha hanya tersenyum miris mendengar ucapan Alvarro. Dirinya pun berdiri. Sepertinya dia tidak sanggup untuk patah hati ke dua kalinya hari ini.


"Terima kasih Varro untuk makan malamnya..Sampai jumpa besok di kantor...!" ujar Aresha sambil tersenyum. Dia tidak ingin mendengar kelanjutan apa yang akan di ucapkan Alvarro.


Aresha pun berjalan membelakangi Alvarro dengan menahan embun di pelupuk matanya.


Greepp


Bersambung...


❤⭐⭐⭐❤


Teman-teman Mohon Untuk tidak Lupa untuk Like, Komentar, dan Jika berkenan kirim Bunga atau Kopi, biar Alvarro dan Aresha banyak di kenal di dunia per-Noveltoon-an.....Hehhee.....

__ADS_1


Ingat Klik tombol Vote dan Favorit buat yang belum ya ❤❤


__ADS_2