
#Lanjuttt yaa ~~
"Dasarrrr Kamuuu !!!" seru suara wanita menggema seisi rumah.
"Ampunnn Mom...!!!" teriak Vincent, yang sudah tahu pasti Mommy nya lah yang berani menjewer telinganya seperti ini.
Luna auto tutup mulut. Melihat Vincent tidak berdaya di depan wanita paruh baya yang terlihat masih mempesona di usianya.
Bibi Atun yang melihat nyonya besarnya langsung masuk ke dalam.
Setelah puas menjewer kuping Vincent, Talitha melihat ke arah wanita muda yang cantik. Yang sebenarnya sudah dari sejak kedatangannya di pantau olehnya. Sampai ketika wanita muda ini dengan berani memarahi putranya.
Luna yang di berikan tatapan intens langsung saja menghampiri Talitha.
Luna dengan otomatis yang tahu etika dan sopan santun kepada orang yang lebih dewasa, mengambil tangan Talitha dan mencium punggung tangan tersebut.
"Salam Tante.." ucap Luna sopan.
Talitha lagi-lagi tertegun, dirinya tersenyum senang.
"Siapa nama kamu, nak ??" tanya Talitha ke Luna.
"Luna, Tante.." jawab Luna dan tersenyum sopan.
"Daddy ada di mana Mom ?" sela Vincent ingin secepatnya mengutarakan maksud dan tujuannya untuk datang ke rumah utama.
__ADS_1
"Ada di ruang keluarga, Ayo..." jawab Talitha dan mengajak Luna ikut bersamanya.
Vincent tersenyum puas. Vincent juga terkejut dengan sopan santun Luna di depan Mommynya. Wanita bermulut pedas memang sangat unik.
Bersyukur kesan pertama ke Mommy tidak ada penolakan.
Vincent pun hanya mengikuti dari belakang. Luna hanya menoleh sebentar melihat Vincent dengan tatapan sejuta pertanyaan yang hanya di jawab dengan kedipan mata.
"Daddy.." sapa Vincent ke Raid dan merangkulnya.
Luna pun mengikuti Vincent. Dan seperti tadi Luna langsung mencium punggung tangan Raid ketika mereka bersalaman.
Raid langsung menatap ke arah Istri dan Anaknya.
Talitha hanya tersenyum simpul dan mengangguk kecil ke suaminya.
"Daddy and Mommy..." seru Vincent, membuat Raid dan Talitha melihat ke anaknya.
"Hmm..Ada apa Vin ?" tanya Raid, yang menangkap wajah serius Vincent.
"Di depan Daddy dan Mommy, Aku ingin manikahi Luna saat ini juga..!" seru Vincent tegas tanpa keraguan.
"Tunggu...apa aku salah dengar ?" batin Luna menatap Vincent.
"Maksud kamu Vin ?" tanya Talitha yang sama terkejutnya.
"Iya mom, Aku ingin menikahi Luna hari ini.." balas Vincent.
__ADS_1
"Kam--" ucapa Talitha berhenti ketika mendengar teriakan Vincent meringis kesakitan.
"Aoohhhhh..aohhh...!!!! Ada apa, Baby..??" tanya Vincent dengan wajah polosnya.
"Ada apa ??" seru Luna dengan nada kesal dan menatap tajam ke arah Vincent.
"Iya, ada apa ..?"
"Kamu bilang apa tadi ? Menikah ? Kapan kamu rencanakan ? Kita saja baru jadian tadi !! Terus kamu gak tanya dulu gitu aku mau atau tidak ?!!" muk Luna yang sudah lupa kalau saat ini ada kedua orang tua Vincent.
"Kalau aku bilang dari awal, kamu pasti gak mau ikut.." kilah Vincent.
"Tapi kan... Kamu benar-benar Vin..!!! Ihhhhh !!!" kesel Luna dan mencubit pinggang Vincent.
"Iya..iyaa... maaf... memangnya kamu gak mau nikah sama Aku ??" tanya Vincent.
"Bukan gak mau !! Tapii kan...!!" balas Luna malu.
"Baby...Kamu sudah janji tadi.. Kalau kamu akan jadi milik aku seutuhnya hari ini... Makanya aku mau menikah hari ini juga..." rayu Vincent.
Raid dan Talitha terkejut Anak lelaki nya mendapatkan omelan seperti itu oleh seorang wanita. Yang mereka tahu, Vincent yang dikejar-kejar oleh para wanita dan wanita yang Talitha jodohkan tidak ada yang berani seperti itu.
"Ternyata ini pesona Luna, yang membuat Vincent berani menjadikan nya seorang Istri.." batin Luna sambil menggenggam tangan Raid. Mereka berdua tertawa kecil melihat wajah anaknya dan merayu wanita yang membuatnya jatuh cinta.
"Tapii...gimana orang tua aku..??!!" seru Luna yang akhirnya menyerah, membuat Vincent tersenyum.
"Lunaaaa..??!!" seru seseorang dari luar ruangan.
__ADS_1