SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Perasaan yang sama


__ADS_3

#Kita Lanjutkan lagi 😍


...


"I love you..." ucap Luna dan Vincent bersamaan.


Saling melempar senyum. Merasa lucu dengan ungkapan hati mereka berdua. Vincent berbaring di sisi Luna dan meraih tubuh Luna ke dalam dekapan nya.


Di kecupnya lama kening Luna. Memikirkan sesuatu, menimbang apa yang harus dia lakukan sekarang.


"Luna..?" panggil Vincent yang tidak melepaskan pelukannya.


Wajah Luna tepat berada di ceruk leher Vincent. Aroma maskulin aqua begitu segar menerpa penciumannya.


"Iya ?"


"Aku ingin mengenalkanmu dengan seseorang..." ucap Vincent serius.


"Hmm.. siapa ?" tanya Luna dan mendongakkan kepalanya melihat Vincent.


Vincent menurunkan kepalanya, sehingga membuat posisi mereka sejajar.


Tatapan mata mereka bertemu. Di kecupnya hidung mancung Luna dan turun ke bibir Luna.


Dada mereka berdua rapat skin to skin tanpa pembatas.


Tangan Vincent, mengusap lembut punggung Luna yang begitu halus.


"Orang penting dalam hidupku..." jawab Vincent tepat di atas bibir Luna.


Luna menaikkan alisnya tidak mengerti.


Vincent tersenyum melihat kembali wajah innocent Luna seperti obat tawa di hatinya.


"Pakai pakaian santai dan tutupi ini.." seru Vincent dan mengecup leher Luna.


"Uhmm Vin...Ki-ta pergi sekarang ??" suara Luna terbata-bata menahan geli di lehernya.


"Iya baby....Atau mau lanjutkan yang tadi tertunda ?!" kerling nakal Vincent menggoda Luna.


Blusshh...


Malu, bergetar, lemas, dan ingin tersenyum. Semua bercampur aduk. Seperti remaja yang sedang jatuh cinta.


"Umppphhh ..." Kembali VIncent melu mat bibir Luna. Entah sudah berapa kali Vincent menikmati bibir Luna hari ini. Tidak ada rasa puas sedikitpun. Bibir yang membuat dirinya tidak dapat menahan diri. Ingin terus dan terus me lu matnya.


"Ahh..ummhh...Vin..." kembali Luna mengge linjang karena tangan Vincent sudah berada di atas ke dua buah nya dan me re masnya dengan lembut.


"Ummpppp" lengu han panjang Luna ketika Vincent mengakhir ciu man nya dengan hisa pan kuat dari mulutnya dan menarik bibir bawah Luna yang di apit oleh bibirnya.


"Aku akan melanjutkan kembali setelah aku melakukan sesuatu...Aku pastikan hari ini kamu milikku seutuhnya...!" suara berat Vincent.


Terdengar begitu percaya diri, sedang merencanakan sesuatu yang tidak dapat di tebak oleh Luna.


"Ayo baby..!" seru Vincent dan menarik tangan Luna.


Luna dengan cepat menarik selimutnya menutupi tubuhnya.

__ADS_1


"Aku ingin ke kamar mandi dulu..." ucap Luna malu-malu berjalan ke dalam kamar mandi pribadinya. Vincent mengangguk kecil.


Melihat Luna masuk ke kamar mandi, Vincent menghubungi seseorang.


"Aku pulang sekarang, Mom..." seru Vincent pendek dan memutuskan sambungannya.


Kemudian mengetik sesuatu dan mengirimkan pesan. Setelah mendapatkan balasan, Vincent tersenyum merekah. Puas.


Ceklek..


"Kamu belum pakaian ?!" tanya Luna gelagapan. Dirinya berharap setelah keluar dari kamar mandi. Vincent sudah memakai pakaiannya kembali. Agar matanya bisa terlindungi dari mahakarya yang menggetarkan hati.


"Tunggu kamu.." jawab Vincent asal, padahal dia terlalu sibuk melihat foto yang di kirimkan untuknya.


"Ck.. keluar dulu.. Aku mau pakaian..!"


"Kenapa ? Aku sudah melihat semuanya " ucap Vincent dan mengedipkan mata.


"Vin..!!!" kesal Luna. Selalu saja Vincent menggodanya, membuat dirinya malu karena perkataan nya yang ceplas ceplos.


Tersenyum dan tertawa kecil. Puas menggoda Luna.


"Kamu pakaian duluan, Baby..! Biar kamu yang ambilkan baju ku. Sebentar lagi assistent ku datang ke sini..." jelas Vincent.


"Oooo..." balas Luna membulatkan mulutnya dengan panjang dan mengangguk mengerti.


Dengan berbalu handuk yang menutupi tubuh bgin atasnya dan hanya sebatas paha. Membuat Vincent hanya bisa meneguk kasar salivanya menahan diri.


Wanita yang pertama kali ingin dia jaga. Padahal sudah beberapa wanita yang dengan bebas dia nikmati. One night Stand selalu menjadi pilihan Vincent. Bermain aman dan membawa wanita tersebut ke hotel hanya untuk melepaskan hasratnya.


Luna berjalan ke lemarinya dan memilih pakaian, "Vin... kita mau kemana ??" tanya Luna tanpa menoleh sibuk memilih pakaian.


"Oh My, Vincent...!!" kejut Luna dengan sedikit des sahan.


Di dekapnya dengan erat tubuh Luna, di hirupnya, aroma tubuh Luna yang begitu manis.


"Aku bisa gila, Baby..!!" gumam Vincent dan membalikkan tubuh Luna mengahadap ke arah nya.


"Dari ujung rambut hingga ujung kakimu, akan menjadi milikku.. selamanya..." bisik Vincent posesif merengkuh pinggang Luna.


"Why..?" tanya Luna bingung. Padahal saat ini mereka belum ada status apapun. Vincent juga tidak meminta dirinya menjadi kekasihnya.


"Karena kamu milikku..!" jawab Vincent.


"Ck..!! Ingat kita belum ada status ! Bagaimana aku bisa menjadi milik kamu..!" sindir Luna dan mendorong tubuh Vincent agar menjauh. Dan tentu saja dorongan Luna tidak membuat tubuh Vincent bergerak.


"Sebentar lagi.." senyum Vincent dan mengecup bibir Luna.


"Pakai apa saja yang membuatmu nyaman, Baby.." lanjut Vincent dan memutar kembali tubuh Luna menghadap lemari pakaian dan memeluknya kembali dari belakang dengan posesif.


"Bagaimana aku bisa berpakaian kalau kamu seperti ini, Vincent !!" seru Luna sambil mengambil Baju dengan berbahan knit dengan model turtle neck dan berlengan panjang dengan warna putih, yang di padu padankan dengan celana berbahan kain berwarna hitam dan merah.


"Nanti aku bantu..." balas Vincent dan mengecup pipi Luna.


"Ckk..!!" kesal Luna. Dan menarik tangan Vincent dan mendudukkan nya di pnggir ranjang. Kemudia mengambil bedcover dan membungkus tubuh Vincent.


"Diam di sini !!" seru Luna puas.

__ADS_1


"Siap Baby !!" balas Vincent dengan wajah pasrah.


Akhinya Luna bisa dengan bebas memakai pakaian nya walaupun agak risih karena tatapan Vincent tidak pernah berpaling.


Dengan sedikit sapuan riasan. Luna tersenyum puas. Di ambilnya tas dan sepatunya.


"Yang penting nyaman kan ??" tanya Luna memastikan ke Vincent. Dan Vincent hanya mengangguk. Dirinya terlalu terpesona dengan wanita yang ada di depannya.


"Ok..! I'm Done !!" seru Luna puas mematut dirinya di cermin.




"Cantik dan Seksi...!" sela Vincent kagum.


Padahal Luna hanya memakai pakaian santai dan riasan yang begitu tipis.


Vincent yang hendak berdiri terhenti karena bunyi bell.


"Tunggu, aku lihat ke depan.." ujar Luna dan melihat siapa yang datang.


"Permisi.. ini untuk Tuan Muda Vincent.." ujar pria dengan setelan jas lengkap menyerahkan satu paper bag besar dari brand ternama.


"Ah iya.. terima kasih.." jawab Luna dan tersenyum.


"Kalau begitu saya permisi, Nona.." pamit asistent Vincent.


Luna membawa masuk ke dalam kamar, "Ini dari asistent kamu Tuan Muda Vincent.." goda Luna tersenyum jahil.


Vincent menaikkan alisnya dan berjalan mendekati Luna, "Kau menggodaku, baby ?" dan hendak mencium Luna.


"Stopp !! Aku tidak ingin memperbaiki lipstik ku sekarang !! Dan cepatlah berpakaian..!" seru Luna menahan tubuh Vincent. Kemudian keluar dari kamarnya.


Vincent tertawa kecil. "Sangat unik !!"


Setelah berpakaian, Vincent memasukkan sebuah kotak kecil ke dalam saku celananya.


Ceklek..


"Let's go, Baby.." seru Vincent yang sudah memakai pakaiannya.



"Hmm... Tampan..." kagum Luna.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Oh iya, Buat teman-teman, jangan lupa mampir di karya MamaZan yang di Fiz zo ya 😘


Bantu Mama untuk naikin karya di sana, dengan cara subscribe, nyalakan lonceng dan tinggalkan komentar di tiap bab nya ya 😘😘😘😘


Ketik di Pencarian : MamaZan atau Hasrat Liar Suami Istri


(RATE 25+)


GRATIS

__ADS_1


Jadi, buat yang penasaran. langsung aja ke sana ya ... Lope you 😘❤


__ADS_2