
......
Pakk..??" suara Aresha tercekat.
"Ya...?!" jawab Alvarro santai dan tersenyum lalu memanggil pelayan.
Aresha menoleh ke arah Deon seolah mencari jawaban kenapa bisa Bos nya yang ada saat ini bersama mereka.
"Teman yang aku maksud itu Alvarro... Aku pikir gak ada masalah karena kamu adalah sekretarisnya..." jawab Deon santai.
"Ya tidak masalah Pak Deon..." jawab Aresha berusaha tenang dan tersenyum.
"Kenapa detak jantung ku kembali berdetak tidak normal.." batin Aresha.
Dia tidak menyangka kalau teman yang di maksud Deon adalah Alvarro. Pria yang dia coba hindari satu hari ini. Meskipun dirinya juga sudah tahu kalau Alvarro dan Deon adalah sahabat. Tapi kan tidak mungkin kalau teman Deon hanya satu yaitu Alvarro.
"Permisi..." sapa pelayan ramah membawakan hidangan mereka dengan lengkap.
Satu persatu pesanan mereka di sajikan. Dan lagi-lagi terjadi. Makanan yang di pilih Aresha dan Alvarro ternyata sama. Sedangkan Deon memesan menu yang berbeda.
Restaurant Monk terkenal dengan berbagai varian pasta. Karena Deon tahu Alvarro sangat menyukai pasta, makanya dia langsung memutuskan ke sini ketika Alvarro ingin bergabung bersama mereka.
__ADS_1
"Hmm.. ternyata selera kalian sama..." celutuk Deon sambil tersenyum.
"Tentu saja..." ujar Alvarro namun langsung di potong oleh Aresha.
"Hanya kebetulan Pak Deon... Benarkan Pak Alvarro...?!" seru Aresha dan menoleh tersenyum ke arah Alvarro dengan senyuman sejuta makna.
Alvarro yang tidak mau mengalah langsung melanjutkan kata-katanya..."Tentu saja hanya kebetulan..." sambil tersenyum.
Aresha yang mendengar nya pun merasa lega dan mulai memasukkan suapan pertama nya.
"Karena seingatku Nona Aresha sangat suka Pasta dengan Jamurrrrr yang sangat baaanyaaakkk...!!" sambung Alvarro sambil tersenyum.
"uhukkk...uhukkkk..." Aresha yang baru mengunyah langsung tersedak mendengar ucapan Alvarro. Dirinya begitu ma mengingat betapa lahapnya dia memakan pasta hasil buatan Bossnya itu.
Dengan sigap Deon dan Alvarro menyodorkan air minum ke Aresha. Sedangkan Aresha yang sudah tersedak hanya mengambil asal air minum di depan nya.
Deon memperhatikan gerak gerik sahabatnya. "Sejak kapan dia menjadi perhatian dengan orang lain...terutama wanita....!!" batin Deon dengan penuh curiga.
"Terima Kasih Pak..." ucap Aresha setelah batuk nya mulai mereda.
"Makanya makan nya pelan-pelan..!!" ketus Alvarro sambil membersihkan mulut Aresha dengan tissue tanpa sadar kalau ada Deon saat ini.
Sedangkan Aresha berusaha untuk tidak membalas ucapan Alvarro. Dirinya hanya memberikan tatapan tajam ke arah Alvarro. "Gw tersedak juga karen kamuuu ..!!" batin Aresha kesal.
__ADS_1
Dan lagi-lagi Deon di buat terperangah dengan tontonan di depan nya. "Kau harus menjelaskan nya Varro..!!!" batin Deon gemas. "Sudah fix ada sesuatu di antara mereka" Pikir Deon.
"Aku bisa sendiri Pak..." sela Aresha dan mengambil tissue dari tangan Alvarro dan membersihkan mulutnya.
"Hmmm... makanlah..." ucap Alvarro kemudian turut melanjutkan makan nya.
Deon yang memiliki begitu banyak pertanyaan hanya bisa menahan diri dan memperhatikan gerak gerik dua manusia yang begitu kaku di depan nya.
Di parkiran....
"Aresha..maaf aku harus langsung ke suatu tempat..." ucap Deon tiba-tiba.
"Iya tidak masalah Pak... Aku bisa naik kendaraan umum dari sini...." jawab Aresha santai.
"No...No... Lebih baik kamu kembali ke kantor bersama Varro..." ujar Deon.
"Ti-daak per...."
Bersambung....
☘☘☘☘☘☘
Mohon untuk Support dengan Like, Komentar, Vote, Kirim Hadiah dan Tentu saja jangan sampai lupa Klik Tombol Favorit ❤
__ADS_1
Yuk Bantu Karya Baru Mama masuk REKOMENDASI DI BERANDA 😍😍
I Love You Bestie 😘😘😘