SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
I'm Yours Baby (21+)


__ADS_3

Tatapan mereka kembali beradu dengan deru nafas berat yang saling berhembus.


"Aku ingin kamu sekarang, Lun..!" suara Vincent yang membuat jantung Luna berdetak begitu cepat.


Luna mengangguk kecil dan menangkup wajah Vincent dengan kedua tangannya.


"I'm yours, Baby...!" jawab Luna dan mengecup bibir Vincent sekilas. Yang tentu saja tidak dilepaskan begitu saja oleh Vincent.


Di lu matnya kembali bibir Luna dengan begitu menggebu dan intim.


Dilepasnya sesaat bibir Luna dan berkata,"CLOSE..!" Dan kembali menyesap bibir istrinya.


Ruangan Vincent perlahan ditutup dengan kain besar berwarna putih. Dan terdengar suara bip menandakan pintu kamarnya telah terkunci otomatis.


Setelah yakin semua kain telah menutup sempurna. Jemari Vincent mulai masuk dari balik pakaian Luna, meraba kulit mulus nan putih hingga ke dada kenyalnya.


Luna mulai mende sah kecil ketika jemari Vincent mulai bermain dengan lembut di jelly kenyalnya.


Jantung Luna mulai berdebar semakin kencang ketika Vincent mulai menaikkan baju kaosnya. "Angkat tanganmu, Baby..!" ucapnya yang tetap tidak melepaskan tatapan nya dari wajah Luna.


Luna mengangkat kedua tangannya, hingga baju Luna lolos begitu saja. Dilemparnya baju Luna dengan asal. Tangan Vincent kembali merayap ke punggung Luna, spontan Luna mengangkat sedikit punggungnya agar Vincent tidak kesulitan membuka pengait branya.


Dan, kini terpampang jelas kedua jelly Luna yang tadi hanya sempat dia rasakan sesaat. Yang membuat dirinya menggila.


Dengan lembut Vincent mengusap kedua jelly milik istrinya yang begitu bulat menantang. Di dekatkannya wajahnya. Dan..

__ADS_1


Hap


"Uhmpp..Vin..." eluh Luna merasakan geli di sekujir tubuhnya. Setruman yang dia rasakan dari ujung kakinya.


Vincent men ji lati di setiap bongkahan indah itu dengan sangat menggebu. Di se sapnya kulit putih Luna dan memberikan tanda cinta di beberapa titik.


"Aku memberikan mu tanda hak milik sayang...Dan ini akan aku perbaharui setiap hari..." ujar Vincent membuat Luna tertawa kecil di sela desa han manjanya ketika Vincent menye sap di sekitar kedua bukitnya terus menerus.


Vincent menjepit pu *** yang sudah mencu at. Di pi linnya dengan lembut, di ji latinya dengan penuh nik mat se cara bergantian.


De sahan demi desa han terus keluar dari bibir tipis Luna.


Vincent bangun dan berlutut membuka baju kaosnya. Setelah itu dia membuka celana panjangnya dan menyisakan boxernya.


Deg


Luna menatap tubuh sempurna milik Vincent dengan penuh kekaguman.


Dan Vincent dengan gerakan cepat sudah membuka celana panjang milik Luna. Menyisakan kain segitiga di inti tubuh Luna.


"Sempurna, Baby..!" pujinya menatap haus tubuh Luna.


"Vin...Aku malu...!" ucap manja Luna. Membuat Vincent tersenyum dan merasakan dirinya semakin terbakar.


Dilepasnya kain segitiga Luna, membuat Luna spontan menutup pusat tubuh nya.

__ADS_1


Vincent mengecup punggung tangan Luna yang menutup m.v nya.


"Vin..." gumam Luna.


Dengan perlahan Vincent memindahkan tangan Luna yang menutup keindahan hakiki ditubuhnya.


Glek


"Begitu bersih, pink dan..." batin Vincent dan mendekatkan wajahnya mengendus milik Luna.


"Wangi..." sambungnya.


"Auh..Vin...!" suara serak Luna merasakan geli di bawah sana akibat hembusan nafas Vincent.


"Kamu pintar merawat tubuhmu, Baby..." ucap Vincent yang lagi-lagi membuat rona malu tercetak di wajah Luna.


"Aku ingin mencicipinya..." ucapnya yang tidak menunggu persetujuan lagi dari sang pemilik. Karena sekarang dialah juga pemilik saham utama di setiap tubuh istrinya.


Di buka paha Luna sedikit melebar dan menahannya dengan tangannya.


Slurp


"Aahhhkkk...!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2