
Setelah merasa cukup, Varro memasukkan kepala tong katnya di celah antar bibir m.v Aresha.
Dengan di masukkan nya sedikit sudah membuat Aresha meringis.
"Akh Varro.." rin tih Aresha.
Alvarro ******* bibir Aresha untuk mengalihkan rasa sakitnya. Dan Alvarro kembali fokus di bawah tubuhnya.
"Ternyata sesulit ini..." batin Varro yang tidak ada pengalaman sama sekali dalam hal berhubungan in tim.
Di gerakkannya perlahan. Seketika Varro merasakan Kepalanya mulai tenggelam masuk ke dalam li yang m.v Aresha.
Varro mendorong pinggulnya dengan kuat menabrak dinding tebal yang sedari tadi menghalangi tong katnya.
Dan...Blesss
"Akh....Akk..Ugh...!!" jerit Aresha melepaskan ciumannya.
Alvarro dapat merasakan cairan hangat mengalir di bawah sana.
Diciumnya kembali Aresha. Dan mengecup kedua mata Aresha yang berkaca-kaca menahan perih.
"Terima kasih sayang.." bisiknya lembut. Dan di sambut senyuman manis oleh Aresha.
Melihat Aresha mulai tenang. Varro mulai menggerakkan pinggulnya.
"Ahkk...sayang.." ringis Aresha. Ketika merasakan gesekan di bagian in ti tubuhnya.
Varro kembali me lu mat bi bir Aresha dengan lembut dan mengusap kepala Aresha.
"Euhm.." gumam Aresha lembut.
Rasa sakit yang tadi dia rasakan berubah menjadi sesuatu rasa yang berbeda.
__ADS_1
"Ah...Ahh..Varro.." des sahan manja Aresha ketika mulut Varro sudah kembali ber main di bagian kedua pu ting pyu daranya secara bergantian.
Sedangkan Aresha merasakan inti tubuhnya terus di penuhi oleh milik Varro.
"Ahh..Sayang, ini sungguh nikmat.." racau Varro dengan suara beratnya. Memacu dirinya lebih cepat akibat mendengar suara des sahan Aresha yang begitu ero tis di telinganya.
Aresha merasakan tubuhnya denyutan luar biasa di dalam inti tu buhnya. Seluruh tubuhnya mere mang setiap hen takan demi henta kan suaminya.
"Ugh Varro..Ini anehh...tubuhku terasa Aneh sayang..." ucap Aresha dengan suara tersendat sendat akibat des sahan nya.
"Uhmm..iya sayang..ini sangat luar biasa..!" balas Varro dengan suara beratnya.
Varro menye sap kulit putih di bagian bong kahan pyu dara Aresha meninggal jejak-jejak cintanya.
"Ahh..Sayang..A-ku.. Ah...!! Ah..!" teriak Aresha mendapatkan pelepasannya yang kedua. Di remas nya bahu Varro dengan kuat dan memeluk tubuh Varro dengan erat. Varro berhenti sejenak karena merasa milik nya di bawah sana juga hampir saja meledak karena re ma san otot m.v istrinya yang begitu kuat saat mendapatkan or gas me nya.
"Hah..haa..hhaaahh.." deru nafas Aresha dengan mulut yang terbuka mencari oksigen.
Alvarro yang merasakan miliknya mulai tenang. Ingin kembali memompa tu buhnya dengan posisi berbeda.
Karena keterbatasan tempat, Alvarro berdiri dan mengangkat sedikit pinggul Aresha sehingga menjadi lebih tinggi. Ditahannya dengan meletakkan kedua tangannya di bong kahan kenyal Aresha dan mere masnya.
"Euhmm sayang.." geli Aresha.
Kedua kaki Aresha bertumpu di bahu kekar Varro. Dan Varro mulai dengan lembut, perlahan dan semakin cepat.
Aresha kembali menggelinjang. Kedua tangannya berusaha mencari sesuatu yang dapat dia pegang.
Tidak mendapatkan apa-apa. Tangannya bergerak mere mas ke dua pyu dara nya sendiri dengan mulut sedikit menganga karena des sahan nya yang tidak daapt berhenti.
"Uh sayang..Ah...!"
Alvarro yang berada di posisi berdiri melihat Aresha dengan jelas apa yang istrinya lakukan.
__ADS_1
"Ohh my..!!! Kau membuat ku gila sayang..!!" Alvarro berada di ambang batas. Gerakan-gerakan tidak terduga Aresha membuatnya tidak dapat menahan denyutan yang semakin kuat di tong katnya.
"Sayanggg..!! Kamu sangat sek si !!!" seru Alvarro.
"Ahh.. Varro..jAkuu... euhm..Oh.. Lebih cepat sayang..!!" racau Aresha yang merasakan akan mencapai puncaknya.
"Bersama sayang...!!!" balas Alvarro dan mempercepat ritme pompaan nya dan meng hu jam lebih dalam.
Hingga..
"Ahhhhkkk....!" teriak Aresha melengking mengunci tubuhnya. Bersamaan dengan keluarnya ca iran cintanya.
"Ughhhh....! Sayangg..Arghh..!" seru Varro menyusul menyemprotkan lava panasnya ke rahim terdalam istrinya sambil terus menghentak dengan kuat.
Setelah menuntaskan pelepasannya. Alvarro merebahkan tubuhnya di sisi Aresha dan menarik tubuh Aresha agar Aresha berada diatas tubuhnya. Di peluknya dengan erat dan mengecup lembut kening istrinya.
"Thank you sayang, i love you so much.." bisiknya lembut.
Aresha tersenyum dan berbaring dengan nyaman di dada suaminya. Tangannya mengusap wajah suaminya.
"I love you too..."
Alvarro kembali meraup bibir Aresha yang menjadi candu untuknya. Mereka kembali berciuman dengan lama dan intim.
"Sayang, aku mau lagi..." ucap Alvarro dengan suara beratnya setelah melepas lu matan panjangnya di bibir Aresha yang sudah membengkak akibat perbuatannya.
"Va-varro...?!" kaget Aresha lembut dan merona.
"Boleh..?!" izin Alvarro menatap sayu manik mata Aresha.
"Lakukan sayang..! Aku milikmu..." jawab Aresha tersenyum manis dan Alvarro langsung menhujamkan ciuman panasnya kembali.
...****************...
__ADS_1