
Aresha berjalan dan menghampiri kekasih hatinya yang sudah terlelap dengan nyenyak, entah sejak kapan. Dirinya pun tidak sadar karena asik bercerita.
Aresha duduk di tepi ranjang sambil mengusap lembut pipi Alvarro. Namun si empunya tidak bergerak seperti seorang pangeran yang sedang tertidur.
"Dua hari ini, kamu membuat hidupku berubah seratus delapan puluh derajat Varro....Apa ini kenyataan atau hanya sekedar mimpi indah yang sebentar lagi waktunya aku bangun..?" monolog Aresha kepada dirinya sendiri.
"Kalau memang hanya mimpi, biarkan aku bermimpi lebih lama lagi...Sepertinya aku tidak mampu untuk menghapus kenangan kita selama dua hari ini..."
Grep
Alvarro menarik tangan Aresha hingga Aresha masuk ke dalam pelukan Alvarro.
"Ini bukan mimpi sayang,," suara serak khas bangun tidur terdengar.
"Ka-kamu tidak tidur..?"kaget Aresha.
"Aku tertidur, tapi ada tangan bidadari yang mengusap pipiku. Membuat aku terjaga..Dan ingin segera memeluknya..." balas Alvarro yang entah sejak kapan pandai merangkai kata-kata gombalan.
"Ck..Gombal...!!" decak Aresha dengan wajah merona.
Alvarro hanya tersenyum tipis dengan mata yang masih terpejam.
Alvarro mendekap erat tubuh Aresha masuk ke dalam pelukannya. Membuat Aresha turut memeluk pinggang Alvarro.
"Aku sudah selesai, sayang..Mau jalan..?" ujar Aresha.
__ADS_1
Alvarro menggeleng kecil kepalanya, "Sedikit lagi..." balasnya dan mengecup kening Aresha.
"Hmm...ok sayang..." seru Aresha manja dan masuk semakin dalam ke dada bidang Alvarro. Begitu wangi, membuat perasaannya selalu menjadi tenang berada dalam dekapan kekasih nya.
Sudah pukul empat pagi. Aresha kaget mendengar alarmnya berbunyi.
Aresha melihat posisi mereka berdua sudah berubah. Kini Alvarro dengan manja masuk didalam dekapan Aresha, kepalanya sudah berada di dada Aresha dan memeluknya begitu posesif.
"Sayang..." Aresha mengusap punggung Alvarro dengan lembut. Memanggilnya agar Alvarro terbangun.
Bukannya bangun, Alvarro malah mengeratkan pelukannya membuat Aresha tersenyum.
Aresha menyerah dan membiarkan Alvarro tidur lebih lama lagi.
'Morning sayang..." seru Alvarro dan mengecup bibir Aresha.
"Morning too sayang.."
Alvarro kembali memeluk Aresha. "Ini pertama kali aku tidur dengan lelap tanpa mimpi buruk..." lirih Alvarro.
"Mimpi buruk..?" batin Aresha. Kemudian mengingat kejadian sewaktu Alvarro sakit. Alvarro bermimpi sampai mengeluarkan air mata.
"Hmm...Semua akan baik-baik saja..." jawab Aresha menenangkan CEO nya itu.
"Hmm.. Selama kamu ada, aku akan baik-baik saja..." balas Alvarro dan merenggangkan pelukannya.
__ADS_1
Alvarro menatap lekat wajah bantal Aresha yang terlihat begitu cantik. "Jadi, jangan pernah tinggalkan aku, apapun yang terjadi..Hmm..?" seru Alvarro dengan penuh makna.
"Aku tidak akan meninggalkanmu, selama bukan kamu yang menyuruhku pergi..." alas Aresha.
Alvarro meraup bibir ranum Aresha, diciumnya dengan begitu lembut dan penuh cinta. Aresha membalas ciuman Alvarro dengan begitu lembut.
Ciuman lembut berlanjut menjadi ciuman yang penuh damba, Alvarro menyesapkan li dahnya masuk ke dalam rongga mulut Aresha.
"Uhmm..." gumam Aresha yang turut membalas tautan li dah Alvarro.
Alvarro kini sudah merubah posisi mereka. Aresha sudah berada di bawah kungkungan Alvarro.
Dada mereka berdua bergemuruh, panas tubuh mereka sudah menghangatkan ruangan.
Ciuman yang tidak terlepas menjadi semakin liar dengan gerakan kepala mereka yang saling berlomba memberikan kenikmatan pasangan mereka. Tangan Alvarro menyesap masuk ke dalam balik kaos yang di pakai Aresha.
"Ahh...Varro..." des sah manja Aresha ketika Alvarro meremas lembut dadanya dan me mi lin pun cuknya yang sudah mengeras.
Mendengar des sahan Aresha, membuat Varro tidak dapat menahan diri untuk tidak menye sap bong kahan ke nyal Aresha.
Diangkatnya baju Aresha, hingga kini bagian tubuh atas Aresha hanya menggunakan b r a. Dengan salah satu mangkoknya sudah naik ke atas memperlihatkan isinya.
Alvarro masuk ke punggung Aresha dan membuka pengaitnya. Kemudian melempar asal kain dengan dua mangkok itu.
"Ahhh...Uhmm...."
__ADS_1