SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Perkenalkan Pada Dunia


__ADS_3

Sambil menunggu Alvarro mandi. Aresha kembali masuk ke dalam kamar untuk mengatur pakaian Alvarro.


"Hmm..Pasti bakal ganteng banget...!!!" gumam Aresha melihat pakaian Alvarro yang tergantung rapi di hanger pakaian.


Ceklek


"Ah..Seksi..." batin Aresha melihat badan Alvarro yang masih sedikit basah. Perut sixpack yang tercetak indah.


Aresha dengan cepat mengalihkan pandangannya.


Alvarro tersenyum dan mendekati Aresha.


"Kenapa malu..?" bisik Alvarro.


"Nggakk..!!" kilah Aresha menggeleng cepat kepalanya.


"Kalau gitu aku ke ruang makan tungguin kamu ya.." ujar Aresha ingin kabur dari suasana yang mengcekam hati.


"Di sini saja sayang, biar kita sama-sama ke depan..Hmm..?" sebut Alvarro dan dengan santai memakai underwe-arnya.


"Varro...!!!" kesal Aresha.


"Iya..?" jawab Aresha.


"Argghh...Dasar...!!!" kesal Aresha hanya bisa menutup mata dengan kedua tangannya.


Kurang lebih hanya sepuluh menit. Alvarro sudah selesai memakai lengkap pakaiannya.


"Tampannya.."gumam Aresha mengusap pakaian Alvarro setelah memakaikan dasi di lehernya.


"Kenapa pakaiannya formal begini sayang..?" tanya Aresha penasaran.


"Hmm..? Hanya ada sesuatu yang harus kita urus sayang.." jawab Alvarro sesuai kenyataan. Namun sangat ambigu.

__ADS_1


"Apaan..?" desak Aresha.


"Ayo sambil sarapan.." ajak Alvarro melihat jam tangannya.


"Hmmm...Enak banget..!!! " mata berbinar nya Aresha setelah menyuapi sarapannya.


"Hehhehe..Suka..?" tanya Alvarro.


"Bangeettt !!!" seru Aresha dan melanjutkan makannya. Dengan sedikit belepotan.


Alvarro mengambil tissue dan membersihkan sudut mulut kekasihnya.


"Thank you sayang..."


Setelah selesai sarapan, Alvarro dan Aresha menyikat gigi sebentar di westafel ruang tengah.


Lima belas menit, akhirnya mereka berdua tiba di kantor.


Aresha sedikit terkejut melihat halaman kantor terlihat begitu ramai.


Alvarro tidak menjawab, dirinya hanya menautkan jemarinya bersama Aresha. Dan membawa masuk Aresha ke dalam perusahaan.


Terdengar para wartawan dan reporter berteriak memanggil nama Alvarro.


Tidak lama kemudian Vincent dan Luna menghampiri Aresha dan Alvarro.


"Luna kamu ngapain ke sini..?" tanya Aresha kaget.


"Ikut suami dong..." jawab Luna santai menggoda sahabatnya. Karena Luna dilarang oleh Vincent untuk mengatakan rencana Alvarro.


"Ck..!!! " decak kesal Aresha.


Mereka berempat pun masuk ke ballroom di kantor ini.

__ADS_1


Terlihat sebuah panggung, kursi dan meja sudah tersusun begitu rapi.


Dan tentu saja, kursi tersebut sudah diisi oleh orang-orang yang tidak Aresha kenal.


Dari melihat situasi sekarang, yang Aresha bisa baca. Ini seperti sebuah konferensi Pers.


"Alvarro, jangan bilang..?" seru Aresha ketika mereka berdua naik di sudut panggung.


Alvarro hanya menoleh dan tersenyum hangat. Digenggamnya jemari Aresha dengan erat.


Vincent dan Luna menunggu di bawah panggung.


Dan terlihat Deon sedang sibuk mengatur para awak media bersama beberapa staff yang membantunya.


Setelah mendapatkan acungan jempol dari Deon.


Alvarro membawa Aresha naik keatas panggung.


"Varro..?" gumam kecil Aresha. Jantung serasa mau lepas dengan keadaan seperti ini.


"Hmm...?" balas Alvarro.


"Kamu mau ngapain..?" bisik Aresha sebelum tepat mereka berada di tengah panggung. Yang sudah tersedia banyak mic dengan sticker yang berbeda-beda.


"Mengenalkan mu pada dunia.." jawab Alvarro tepat di tengah-tengah panggung. Yang membuat Aresha tidak bisa bergerak lagi.


Deg deg deg


"Apa maksud kamu Var..?" batin Aresha.


Alvarro terlihat begitu tampan dan penuh percaya diri.


"Selamat pagi dan Terima kasih buat kedatangan teman-teman media.."

__ADS_1


"Sebelum tersebar issue yang menyudutkan, Disini saya akan memperkenalkan secara langsung wanita yang ada di video tersebut..."


"Video..??" seru Aresha dan melihat Alvarro untuk meminta penjelasan.


__ADS_2