
Tangan Alvarro di lepas paksa oleh Aresha. Dan Aresha berjalan menjauh dari Alvarro. Dia berencana mau menyusul Uncle Raid.
Grep
"Ikut aku sayang..." bisik Alvarro yang langsung menyambar tangan Aresha.
Aresha yang tidak mau membuat keributan terpaksa mengikuti keinginan Bosnya. Ah bukan.. Sekarang resmi sudah menjadi suaminya.
Alvarro terus membawa Aresha menuju lift untuk naik ke ruangan kerjanya.
Aresha yang melihat Alvarro menekan tombol lantai 18 pun tahu kemana Alvarro akan pergi bersama dirinya.
Aresha hanya diam dan membuang wajahnya dari Alvarro.
Ting
Jalan Alvarro semakin cepat dan langsung masuk ke dalam ruangannya.
Bang
Suara pintu Alvarro tutup dengan sedikit keras karena ditutup dengan tergesa-gesa.
Tepat saat pintu tertutup.
Grep
Alvarro menarik tubuh Aresha dan langsung menciumi Aresha dengan begitu agresif.
Aresha yang kadung kesal menepuk-nepuk dada bidang Alvarro.
__ADS_1
Namun Alvarro membawa bibir Aresha dengan lembut. Sedetik kemudian Aresha terbawa dengan ciuman panas, lembut dan basah Alvarro.
Tangannya yang tadi mengepal di dada Alvarro mulai dia buka dan menahan dada Alvarro dan sesekali mengusapnya.
Ciuman yang di berikan Alvarro begitu memabukkan. Hanya hembusan nafas dan de sa han kecil serta suara decakan Sa li va mereka ketika mereka saling me lu mat.
Alvarro perlahan membawa Aresha di meja ke meja kebesarannya.
Grab
Diangkatnya tubuh Aresha yang masih terus saling berciuman.
"Ahh..Uhmmp.." des sahan Aresha dengan begitu manja.
Alvarro mendudukkan Aresha di atas mejanya. Membuat Aresha otomatis mengalungkan tangannya di leher Alvarro,
Ci uman yang semakin intim membuat tangan Alvarro mulai mera ba kedua jelly Aresha.
Hembusan nafas yang saling bersahut, sama-sama mencari oksigen akibat ciuman yang sangat panjang itu.
"Sayang, maafkan aku kalau sikap ku tadi membuatmu kecewa.." lirih Alvarro yang langsung memeluk tubuh Aresha.
Aresha bersandar di dada Alvarro.
"Aku tidak bermaksud seperti itu, Aku hanya kesal karena kejutan yang sudah aku rencanakan semua gagal. Bukan karena resepsi yang akan di adakan Uncle Raid..." terang Alvarro.
""Lalu..?" balas Aresha dengan suara kecil.
"Seperti yang tadi kamu dengar sayang, aku ingin membawamu hari ini ke Maladewa, lalu setelah dari Maladewa, sebenarnya... Aku...Aku ingin kamu sendiri yang memilih semua tentang resepsi kita. Aku ingin membuat acara yang kamu impikan untuk sekali dalam seumur hidupmu sayang..Aku ingin menjadi satu-satunya pria yang mendampingi mu di dalam acara yang kamu impikan... " jelas Alvarro dan mengecup puncak kepala Aresha tanpa melepaskannya.
__ADS_1
Aresha yang mendengar ucapan Alvarro kembali hangat. Di peluknya pinggang Alvarro dengan erat.
"Maaf aku sudah marah, sayang.." lirih Bella.
"Tidak sayang, Aku yang salah karena tidak memikirkan perasaanmu...Maafkan aku.....Hmm..?" ucap Alvarro lembut.
Aresha mengangguk kecil di dalam dekapan Alvarro yang hangat. Di renggangkan pelukannya dan mendongakkan kepalanya ke atas melihat wajah Alvarro yang juga sedang melihatnya.
"I love you Alvarro..." ucap Aresha lembut dengan senyuman manis.
"I love you too sayang, istriku...Sekarang kamu milikku seutuhnya.." balas Alvarro dengan senyuman dengan sejuta makna setelah mengatakan hal tersebut.
"Ti-tidak mungkin Alvarro mau di sinikan..?" batin Aresha.
"Va-varro....?"
"Uhmppp..AHh..Varro.." rin tih manja Aresha, bibir nya kembali di cium dengan manis dan intim oleh Alvarro. Sedangkan tangannya dengan cepat mulai membuka jaket yang di pakainya.
"Aku ingin sayang....Aku mau kamu sekarang Aresha...!!" suara berat Alvarro yang begitu mendominasi dengan tatapan syahdunya ke manik mata Aresha.
Deg
Aresha tersenyum,"Di sini..?" tanya Aresha penasaran.
"Hmm.. Aku ingin disini. Di ruangan di mana dulu kita habiskan waktu bersama. Aku ingin membuat moment terindah di sini..." ucap Alvarro sambil menangkup wajah Aresha dengan kedua tangannya.
Deg deg deg
Degup jantung Aresha begitu cepat. Darahnya ikut berdesir. Dan tanpa aba-aba, Aresha membuka kancing kemeja suaminya. Membuat Alvarro tersenyum bahagia.
__ADS_1
Dan...Sret...