
#LANJUT BESTIE
"Deon... ?" beo Aresha bingung kenapa nama Deon di sebut-sebut.
Alvarro berjalan meninggalkan Aresha yang masih berdiri mematung.
Dirinya duduk di kursi meja bar dan meneguk segelas air. Darah nya serasa mendidih.
"Iya Deon, apa kamu menyukai Deon..?" tanya Alvarro.
"Oh My...Jadi Varro pikir aku ada perasaan ke Pak Deon..?" batin Aresha.
Aresha tersenyum jahil. Dan ingin mengerjai balik pria coolkas di depan nya ini.
"Hmm.. tentu saja aku menyukai Pak Deon, dia orang yang ramah dan baik..." ucap Aresha tenang.
Alvarro yang mendengarnya pun langsung kembali menuang penuh gelasnya dengan air. Lalu meneguk nya dengan cepat.
Glek
"Aku tidak peduli... Aku akan tetap membuat mu jatuh cinta kepadaku...!! Dan hanya menatapku..." seru Alvarro sambil mendekat ke Aresha dengan tatapan tajam nya.
Aresha berjalan mundur. Setiap Alvarro melangkah dengan pelan.
__ADS_1
"Hanya tersenyum pada ku...Hanya menyebut namaku...." Alvarro semakin mendekat.
Dug
Punggung Aresha menabrak tembok, menandakan dirinya sudah tidak bisa kemana-mana lagi. Aresha melihat ke arah Alvarro dan meneguk kasar saliva nya.
"Varro tung-gu...!" seru Aresha sambil mengangkat kedua tangan nya untuk menyuruh Alvarro menghentikan langkahnya.
Alvarro terus mendekat dan semakin dekat lalu menghalau tangan Aresha.
"Dan hanya mencintaiku... Karena kamu milikku Aresha...!!" ucap Alvarro yang langsung melesatkan ciu man nya ke Aresha dengan panas.
Di se sapnya bibir atas dan bawah Aresha. Alvarro mengangkat kedua tangan Aresha kemudian menautkan jemari mereka dan menyandarkan nya di tembok lalu menghentikan ciuman nya karena Aresha mulai kesulitan mengambil nafas.
"Varro..." gumam Aresha dengan nafas tersengal.
Deg
Aresha lagi-lagi tercengang dengan perkataan Alvarro.
"Aku tidak mencintai Pak Deon..!! Aku hanya menyukai dia sebagai atasan..!!" gumam Aresha.
"Benarkah...?" seru Alvarro yang sudah mengembangkan senyuman nya.
__ADS_1
"Hmmm.." jawab Aresha.
"Apa dia begini karena cemburu..??!" batin Aresha melihat raut wajah Alvarro yang berubah tiga ratus enam puluh derajat.
"Jadi....? Apa alasan mu ..?" selidik Alvarro.
"Apa karena memang tidak ada sedikit pun perasaan mu ke aku..?"
"Ckk..!! Berhentilah bertanya dan menjawab sendiri Varro..!! Kalau aku tidak punya perasaan ke kamu. Tidak mungkin aku membiarkan kamu mencium ku....!!!" kesal Aresha dan tanpa sadar mengungkapan perasaan nya.
Deg
Alvarro tersenyum bahagia mendengar ucapan Aresha. "Jadi, kamu sekarang kekasihku..!!" ujar Alvarro.
"Tidak segampang itu Varro...Aku baru saja putus...Aku tidak ingin di anggap sebagai wanita murahan karena terlalu cepat berpindah hati..." ucap Aresha terus terang. Karena Aresha pun bingung dengan perasaan nya. Kenapa dia bisa secepat ini jatuh cinta kepda Alvarro. Pria yang sangat dia benci dan membuatnya kesal setiap hari.
"Sssstttt...!! Jangan pernah bicara seperti itu.." seru Alvarro mengusap lembut pipi Aresha.
"Tapi..."
"Yang terpenting adalah perasaan mu... Sisa nya serahkan padaku..! Biarkan aku yang mencintaimu..." ucap Alvarro lembut dan kembali me lu mat bibir Aresha dengan begitu lembut.
Dipegang nya leher Aresha dengan kedua tangan nya. Sedangkan Aresha hanya menutup mata menerima dan membalas ciuman Alvarro yang begitu lembut.
__ADS_1
"I love you Aresha..." bisik Alvarro di sela ciuman nya.
Bersambung....