SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Maaf Varro


__ADS_3

#Sudah Pada Vote belum nih kesayangan Mama 😍😍 Yang belum jangan Lupa klik Vote karya ini ya ❤❤


#Lanjut Crazy Up 🥳 Siapkan segelas kopi buat Mama yakkk😊😉.


...


Kata-kata dari Alvarro seolah menguatkan hatinya untuk bisa berhadapan dengan Erza.


"Pak Alvarro.." sapa Erza ke Alvarro begitu berada tepat di depan Aresha dan Alvarro.


"Apa kalian sedang ada meeting bersama ..??" selidik Erza sambil menatap tajam ke genggaman tangan Alvarro ke sekretarisnya sendiri.


"Tidak ada... Hanya makan malam biasa bersama Aresha..." Alvarro yang memilih untuk menjawab dan tersenyum melihat ke Aresha dengan lembut.


"Ah...Baiklah... Kalau begitu bisa sekarang aku yang jalan dengan Nona Aresha ... Kekasih saya...!" ketus Erza dengan menekan kata kekasih agar Alvarro tahu kalau Aresha adalah kekasihnya.


"Tapi sayang nya saya tidak mengizinkan...!" seru Alvarro cuek.


"Aresha..! Ayo...!!!" ketus Erza sedikit kasar.


Aresha hanya diam bukan berarti dia takut di depan Erza. Semakin lama dia melihat wajah asli Erza membuatnya semakin yakin untuk melepas pria di depan nya ini.


"Kak Erzaaa...."seru wanita yang baru saja keluar dari toilet wanita.


Erza yang baru sadar kalau dia saat ini sedang bersama Lucy pun menjadi panik.


"Ehh.. Ada Aresha dan Pak Alvarro juga..." ucap Lucy dengan manja.


"Hai Lucy... kamu di sini juga..?!" ujar Aresha dengan tersenyum. Dirinya sangat ingin mempermalukan dua pengkhianat di depan nya ini.


"Iyaa sayang... Tadi kebetulan ketemu Lucy di depan Resto..!" sela Erza sebelum Lucy salah menjawab dan Aresha curiga terhadap mereka berdua.

__ADS_1


"Wahh.. kebetulan yang luar biasa..!" sarkas Aresha sambil tersenyum.


Sedangkan Deon dan Thalia yang sedari tadi mengikuti Alvarro dan Aresha menjadi panik karena ada kejadian tiba-tiba seperti ini. Mereka memperhatikan dari salah satu sudut Restaurant dengan seksama.


"Kak Deon.. gimana nih..??!" ujar Thalia khawatir.


"Kita lihat aja dulu... Kalau ada apa-apa baru kita keluar..!" jawab Deon cepat.


"He em.. Ok Kak..!" Angguk Thalia setuju.


"Ayo Pak..." ujar Aresha ke Alvarro sambil tersenyum.


"Kamu pulang sama Aku..!!" cegah Erza dan menarik tangan Aresha dengan kasar.


"LEPASKAN...!!!" geram Alvarro melihat Erza bersikap kasar ke Aresha.


"Pak Alvarro tidak perlu ikut campur. Ini masalah pribadi saya dengan Ke- Ka- Sih saya...!!!" ketus Erza.


"Varro...!! Sudahi untuk saat ini..." ucap Aresha menenangkan Alvarro. Dapat Aresha lihat tubuh Alvarro yang gemetar akibat amarah yang dia tahan dan tangannya yang mulai memutih akibat terlalu kuat mengepal tangan nya. Dirinya bukan khawatir kepada Erza. Tapi dia tidak ingin Alvarro terlalu jauh dalam bertindak.


"Kak Erza.. sudah Kak...!" sela Lucy menahan tangan Erza.


Erza yang mendengar Aresha memanggil nama Bosnya begitu akrab pun langsung menatap tajam ke Aresha.


"Ternyata Pak Alvarro juga senang bermain bersama sekretaris..." ejek Erza dengan senyuman menjijikkan. Dan melihat ke arah Aresha.


"Cuihh...!! Pantas saja selama ini kamu jarang membalas pesan ku...!! Ternyata kamu seperti ini...!! Lagak nya sok suci...!! Ternyataa la--cur...!!"


Bughhhhh


Hantaman keras mendarat di wajah Erza. Alvarro berusaha menahan diri ketika dirinya di cemoh oleh Erza. Tapi ketika Erza merendahkan Aresha. Amarahnya tidak bisa lagi dia tahan.

__ADS_1


"Varro...!!!" teriak Aresha.


"Kak Erza...!!" teriak Lucy yang menahan tubuh Erza yang terjatuh di lantai.


Alvarro yang begitu murka langsung maju dan memukul wajah Erza. "DASAR PRIA BERENGSEK..!!" seru Alvarro geram dan memukul wajah Erza.


Erza yang tidak mau mengalah langsung memukul balik ke wajah Alvarro.


Bughhh - Hantaman keras ke wajah Alvarro.


Dan Alvarro dengan cepat membanting tubuh Erza sampai terjungkal ke lantai.


Bughh Bughh


"Varro...!!!" teriak Aresha dan memeluk Alvarro dari belakang. "Sudah please...!!!" gumam Aresha membuat Alvarro tambah geram karena berpikir Aresha masih saja membela pria se berengsek Erza.


"Kamu masih membela nya..??!!" suara berat Alvarro yang terdengar kecewa.


Aresha dengan cepat menggelengkan kepalanya yang bersandar di punggung Alvarro.


"Maaf...maaf Varro...!"


Bersambung....


⭐⭐⭐⭐⭐


Mohon untuk Support dengan Like, Komentar, Vote, Kirim Hadiah dan Tentu saja jangan sampai lupa Klik Tombol Favorit ❤


Yuk Bantu Karya Baru Mama masuk REKOMENDASI DI BERANDA 😍😍


I Love You Bestie 😘😘😘

__ADS_1


++++ Mama ada sedikit permohonan ke teman-teman. Mohon bantu like sebanyak 10 like atau lebih di komentar para pembaca yang lain , di bab mana aja untuk membantu karya MamaZan bisa naik ke Beranda Noveltoon sebagai Karya Baru Terpopuler ++++


__ADS_2