SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Rumah Utama


__ADS_3

Dan di sudut jalan lainnya, sepasang kekasih juga baru tiba di rumah utama kediaman Raid Osmond.


"Varro, apa tidak masalah kalau kau membawaku ke rumah Uncle mu ?" tanya Aresha ragu tidak percaya diri.


Alvarro menaikkan tangannya dan mengusap pipi Aresha.


"Uncle dan Aunty sangat baik...Dan, mereka akan menyukaimu... Sayang.." balas Alvarro. Dan di angguki oleh Aresha.


Dan kini mereka sudah berada di depan gerbang putih yang besar.


"Oh my Varro, rumah ini indah sekali..." kagum Aresha membuat Varro tersenyum.


Aresha kagum bukan karena kemewahan rumahnya. Tetapi suasana taman yang luas. Sedangkan rumahnya, bukan rumah model istana atau kastil - kastil yang biasa dia baca di dunia pernovelan.


"Pak Damar...??!" kaget Alvarro mendapati satpamnya ada di rumah utama.


"Sore Tuan Varro," sapa Pak Damar setelah membuka pagar.


Alvarro menghentikan sebentar mobilnya, "Kenapa di sini Pak ?" tanya Alvarro ke Satpamnya.


"Di suruh Nyonya besar, katanya semua kepala satpam di tugaskan jaga rumah utama, jadi yang jagain rumah sana Pak Ding dan Pak Dong.." terang Pak Damar dan di angguki oleh Alvarro.


Alvarro pun kembali memasuki halaman rumah. Dan keningnya berkerut melihat mobil Deon terparkir.


"Bukannya itu mobil Pak Deon ?" tanya Aresha ke Alvarro.


Membuat Alvarro menoleh ke arah kekasihnya setelah memarkirkan mobil.


"Hafal banget mobil Deon..?" ujar Alvarro, cemburu.

__ADS_1


"Ya iyalah, kan sudah beberapa kali dapat tumpangan dari Pak De-umphhhhh" lagi-lagi tidak selesai ucapan Aresha karena Varro tiba-tiba menarik tubuh Aresha dan melu mat bibir Aresha dengan panas dan menggebu.


Aresha hanya bisa membalas segala permainan bibir kekasih nya yang selalu membuatnya mabuk tidak berdaya.


"Aku tidak suka kamu menyebut nama pria lain dengan ekspresi mu yang seperti tadi.." ucap Alvarro setelah melepaskan ciumannya.


Aresha melongo tidak percaya. "Ekspresi apa ?" gumamnya kecil. Perasaan dia mengatakan hal tadi dengan nada sewajarnya.


Tapi Alvarro enggan menjawabnya dan mengecup sesaat bibir Aresha. Kemudian keluar dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Aresha.


"Wait !!" seru Aresha.


"Ada apa ?!" tanya Varro bingung.


Tai Aresha tidak menjawab, dia hanya mengacak sebentar isi tasnya dan mengambil cushion powder dan lipstik miliknya.


Alvarro tersenyum tipis.


Alvarro tentu saja menuruti keinginan kekasihnya walaupun tidak mengerti.


"Gak mungkin kan, kamu masuk dengan bibir seperti ini...!!!" kekeh Aresha memperlihatkan tampilan Alvarro dari balik cermin di cushionnya.


"Hehehhee.... "tawa kecil Alvarro.


Aresha membersihkan mulut Alvarro menggunakan tissue basah.


Alvarro menatap lembut wanita di depannya.


"I love you..!" ucapnya tanpa ada peringatan, membuat Aresha tersenyum malu.

__ADS_1


"Ok, sudah !" sela Aresha sambil mengusap bibit Alvarro dengan ibu jarinya dengan lembut.


"Ughh..Sayang..!!" suara berat Alvarro merasakan setruman dahsyat dari sentuhan Aresha di sekujur tubuhnya.


"Ayo..ayo...!" potong Aresha dan meminta Alvarro berdiri.


Aresha pun keluar dari mobil. Alvarro langsung merangkul pinggang wanitanya dan berbisik. "Aku akan menghukummu..!!"


Aresha hanya mengedipkan matanya dan tersenyum. Ingin sekali dia membalas semua perbuatan Alvarro. Yang ternyata selama tiga tahun ini mengerjai dirinya.


Tap di lubuk hati terdalam. Aresha semakin jatuh cinta kepada CEO Bule nya itu.


"Tuan Muda Varro..!!" seru Bibi Atun membuka pintu.


"Halo Bi Atun...!" balas Varro.


Aresha pun tersenyum ke Bibi Atun.


"Langsung ke ruang keluarga aja Tuan.. semua pada ngumpul di dalam..." terang Bibi Atun.


"Semuaa ?? Siapa aja ??" tanya Alvarro.


"Ada Tuan muda Vincent dan mungkin calon istrinya..." celutuk Bibi Atun senyum-senyum.


"Ok Bi...Aku masuk dulu..!" Begitu pun Aresha berpamitan ke Bibi Atun.


Tap tap tap


"Lunaaaa ??!!!" teriak Aresha melihat sahabatnya berada di sini.

__ADS_1


Sontak saja Luna menoleh, mengenal suara teriakan sahabatnya itu yang sangat dia kenal.


"Oh My Aresha !!!" gumam Luna menutup wajahnya tidak percaya.


__ADS_2