
Sedangkan di sebuah Rumah Sakit ada seorang wanita berjalan dengan penuh amarah menuju salah satu ruangan.
Brakkk....
Luna masuk dengan kasar ke dalam kamar seorang pasien dengan muka memar di wajahnya.
Plaakkkk
Luna mendaratkan sebuah tamparan keras di pipi Erza.
"Sh*it...!! Apa yang kau lakukan disini !!!" maki Erza geram dan kesakitan memegang pipinya.
Tanpa memedulikan makian Erza, Luna menatap tajam ke arah Erza. "Tamparan ini masih kurang mengingat bagaimana berengseknya kau ! Selama ini aku diam karena melihat Aresha. Jadi, mulai detik ini jangan pernah mengusik kehidupan Aresha..!! Dasar parasit !!!" maki Luna dengan geram.
Erza yang tidak terima penghinaan Luna. Dirinya pun turun dari atas kasurnya dan berjalan mendekat ke arah Luna.
Dengan kasar Erza memegang dan mencekik leher Luna. Luna tidak tinggal diam dan berusaha melepaskan tangan Erza.
"Le-paskan berengse--k...!" serak Luna kesulitan berbicara.
"Aku akan membuat Aresha kembali ke sisiku... !! Dan membuatnya memohon-mohon ampun...!" cibir Erza dan mempererat cekikan nya ke leher Luna membuat Luna kesulitan bernafas. Dan balas menampar Luna dengan keras membuat Luna terpekik dan sudut bibirnya berdarah.
Ceklek
Pintu terbuka, dan seorang pria yang tidak Erza kenali langsung berlari begitu kencang ke dirinya dan Bughh Bughhh.
Hantaman keras mendarat di wajah dan perutnya.
__ADS_1
Dan mencekiknya dengan kuat.
"Berengsek...!!!" maki Vincent.
Luna yang terlepas dari cekikan Erza langsung terkulai lemas di lantai dan terbatuk-batuk kehabisan nafas.
Deon segera menghampiri Luna untuk membantunya berdiri.
Vincent kembali memukul perut Erza membuat Erza merintih kesakitan.
"Aku akan membuat kau menyesal sudah melakukan ini !!!" murka Vincent.
Para perawat yang mendengar keributan langsung berlari ke arah mereka dan melerai Vincent.
Dengan kasar Vincent menghantam tubuh Erza ke lantai.
Dengan cuek Vincent berjalan ke arah Luna dan menatap dingin ke wanita tersebut.
Deon yang tahu watak sahabatnya ini hanya mengikuti perkataan Vincent. Baru kali ini dia melihat Vincent begitu marah dan membabi buta.
Vincent yang terkenal pria yang cuek tidak pernah perduli dengan hal yang menyangkut wanita dan tidak ingin terlibat dalam sebuah masalah.
Deon menyusul Vincent, namun langkah Vincent berhenti dan menoleh. "Kenapa tidak ikut ?!" ketus Vincent ke Luna yang memegang lehernya.
"Tidak perlu...!" balas Luna tidak kalah ketus. Dirinya hampir saja terpesona ketika Vincent dengan begitu tampannya memukul Erza dan menyelamatkan dirinya.
Vincent mendengus kasar dan kembali kw tempat Luna dan menarik Luna.
Deon hanya mengernyitkan alisnya melihat sikap Vincent.
__ADS_1
"Mau kemana..?" tanya Luna yang ada di belakang Vincent saat ini karena Vincent masih menarik tangannya.
Tidak menjawab pertanyaan Luna, Vincent hanya menoleh ke arah Deon. "Gw pakai mobil ya On, nanti aku minta Thalia yang jemput kamu disini..!"
Deon yang awalnya kesal langsung tersenyum mendengar nama Thalia "Ok..!! Lagi pula gw masih ada urusan di sini !" dan mengangkat jempolnya.
Dengan langkah cepat Vincent membawa Luna masuk ke dalam mobil.
Vincent dengan cepat menyusul Luna dan duduk di kursi kemudi. Dan menyalakan mesin mobil dan mendinginkan suhu mobil.
Bukannya jalan, Vincent malah membuka dasboard mobil dan mengambil kotak P3K.
Luna hanya mengamati gerak gerik Vincent.
"Sini..!!" ketus Vincent.
"Untukk..?!" sargah Luna.
Vincent menatap kesal dan iba melihat sudut bibir Luna yang terluka.
Vincent yang ingin memegang dagu Luna, langsung di tepis oleh Luna.
Vincent pun menghela nafasnya "Aku hanya ingin mengobati lukamu.." ucapnya dan menunjuk ke sudut bibir Luna.
"Ooohhh..!! Siapa suruh main pegang-pegang !! Bilang kek !! Biar gak bi---" balas Luna membulatkan mulutnya.
Cuupppp
❤⭐⭐⭐❤
__ADS_1
Teman-teman Mohon Untuk tidak Lupa untuk Like, Komentar, dan Jika berkenan kirim Bunga atau Kopi, biar Alvarro dan Aresha banyak di kenal di dunia per-Noveltoon-an.....Hehhee.....
Ingat Klik tombol Vote dan Favorit buat yang belum ya ❤❤