
Di buka pa ha Luna sedikit melebar dan menahannya dengan tangannya.
Slurp
"Ah...!" suara Luna merasakan inti tu buhnya bersentu han dengan sesuatu yang ba sah dan lembut.
Suara pe ki kan Luna membuat Vincent semakin ingin memanjakan istrinya dengan ke nik ma tan tertinggi.
"Uum..." gumam Vincent menikmati bi bir m.v Luna yang begitu wangi.
"Rasanya sangat enak, baby..." ra cau Vincent yang kini memasukkan li dah nya ke dalam li yang Luna.
"Ah, uhm,, Vincent..itu terasa sangat aneh.." lontaran kata yang keluar dari bi bir Luna. Bagian in ti tubuhnya di se sap dan di ji la t dengan begitu in tim oleh li dah dan bi bir Vincent. Sangat aneh, meng ge li tik dan terasa sangat nik mat di waktu yang bersamaan.
__ADS_1
Dirinya seperti berada di dimensi berbeda, perasaan ge li dan sangat meng ge li tik. Tapi dia ingin terus menerus merasakannya dan ingin lebih dan lebih.
Dan pada saat Vincent memasukkan li dah ke dalam in ti tubuhnya dan me nga duk nya di dalam sana membuat mata hitam Luna naik merasakan sen sa si luar biasa, "Ah...Vin...!!!" e ra ngan Luna begitu me me kik , Luna menggigit bi birnya dan memilih menutup rapat matanya. Tangannya sudah berada di atas kepala Vincent.
Me re mas dan me ny u gar rambut Vincent, "Vincent please, what is that , Baby...!!!" ra cau Luna semakin tidak terkendali.
Sisi liar dalam dirinya keluar dengan sendirinya. Mendengar ra ca uan Luna, membuat Vincent semakin li ar bermain di bawah sana.
Di ji lat nya, di hi sap nya dengan kuat m.v yang sangat kenyal dan sudah ke me ra han akibat perbuatannya. Tidak ada se he lai pun ram but yang menutupi keindahan milik Luna.
Vincent memasukkan sa tu ja ri nya, "Ahh..." e ra ng Luna merasakan sesuatu yang a sing masuk ke dalam li yang tubuhnya, sedikit sakit tapi sedetik kemudian berubah menjadi sen sasi nik mat teramat sangat.
"Uhm, Vin..Baby..!!! Enak banget Vin..!!" ra ca u Luna ketika Vincent mempercepat gerakan ja rinya di dalam li yang Luna, li dah nya bermain dan menari di atas ka cang Luna.
__ADS_1
"Vincent...Ah !!! Aku mau pi- -pis...!!!" e luh Luna, sedangkan tangan satunya menggenggam erat sprei, dan tangan satunya me re mas rambut Vincent.
Vincent semakin mempercepat gerakan ja rinya dan li dah nya semakin li ar me nari di atas ka cang Luna, hingga ping gul Luna ter angkat sangat tinggi ke atas dan me ngunci tu buh nya. Vincent mengikuti gerakan Luna tanpa jeda.
"Vin.!!! Ahh.....Stop Baby..Stop...!!! Akk !!!!!" ra ca u Luna di akhiri dengan le da kan puncak luar biasa.
Mu lut Vincent ban jir oleh tum pahan milik Luna. Di ji la ti nya semua tum pa han dan di hi sap hingga habis. Rasa ge tir dari milik Luna seperti madu untuk dirinya.
Tubuh Luna gemetar dengan hebat ketika mendapat rasa baru per tama kali dalam hidupnya.
Ping gul nya sudah turun dan de ru nafas berburu, da2 nya naik turun. Ke ringatnya sudah mem ba sa hi tu buhnya. Keningnya di ban jiri ke ringat.
Vincent naik menatap wajah sayu istrinya. "Kamu suka..?" goda Vincent, Luna malu dan mengangguk kecil.
__ADS_1
"Aku akan membuatmu merasa jauh lebih enak dari pada ini.." lanjut Vincent dan me lu mat bi bir istrinya.
"Uhm.."