SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Dua Putra Bucin


__ADS_3

"Varro..?!" seru Talitha melihat keponakan kesayangannya.


"Hai Aunty..." sapa Varro.


"Kauu !!" geram Raid melihat keponakan nya yang dari kemarin tidak dapat dia hubungi.


"Uncle... kenalkan calon istri Varro.." sela Varro ke Raid yang membuat Raid terdiam.


Seandainya dia tidak ingat umur. Saat ini pasti dia sudah memaki di depan kedua anak muda yang semaunya ini.


Yang satunya tidak pulang berbulan-bulan. Tiba-tiba datang minta menikah.


Yang satunya habis berbuat keributan, dan pulang-pulang bawa calon istri.


"Apa kalian berdua janjian hari ini untuk memberikan Daddy kejutan yang luar biasa ini...?!" sarkas Raid menahan rasa kesalnya.


Kemudian Raid melihat ke Aresha.


"Nama kamu siapa Nak ?" akhirnya Raid melihat kehadiran Aresha.


Dia hanya kesal dengan kedua anak lelakinya.


Aresha menyambut tangan Raid dan mencium punggung tangannya.


"Nama saya Aresha, Om.."balas Aresha.


"Salam tante..." ucap Aresha, dan turut menciumi punggung tangan Talitha.


Hati Talitha merasa hangat. Kedua wanita muda yang ada didepannya sungguh wanita berbeda yang selama ini Talitha temui.

__ADS_1


"Iya Nak.." balas Talitha lembut.


"Daddy, Mommy...Aku mau hari ini lamar Luna...Dan nikah diatas kertas sama dia hari ini juga.." sela Vincent tidak lihat-lihat situasi.


"Aooohhh !!!" lagi-lagi teriakan Vincent terdengar karena Luna berhasil mencubit lengannya.


"Bisa lihat situasi gak ??!!" ujar Luna yang.


"Gak...!!" jawab Vincent cuek.


Raid dan Talitha hanya bisa geleng kepala melihat tingkah Vincent.


Alvarro dan Aresha juga hanya saling lihat. Bingung dengan apa yang terjadi.


Aresha melihat ke arah Luna dengan penuh tanda tanya.


"Vincent..Kamu gak berbuat hal aneh-aneh kan??" selidik Talitha.


"Lalu kamu sudah ngobrol sama orang tua Luna..?" suara wibawa Raid menengahi.


"Iya, sudah Dad, " jawab Vincent.


"Hah ?? Sejak kapan ??" sekarang Luna yang kembali terkejut mendengar ucapan Vincent.


"Serius Kak Vincent ??!" kini Aresha yang tidak tahan untuk bertanya.


Kini Alvarro dan Aresha sudah duduk tepat dengan mereka berdua.


"Tunggu ada apa ini sebenarnya..? Kenapa Aresha mengenal Luna dan Vincent ?" potong Raid. Yang melihat keempat pasangan muda-mudi ini.

__ADS_1


"Huft....! Begini Uncle...Aresha dan Luna itu sahabatan. Tapi Varro gak tahu pastinya hubungan Vincent dan Luna. Sepertinya Aresha juga baru tahu tentang Luna dan Vincent. Kalau Aresha kenal Vincent, karena Cafe Vincen tempat Aresha selalu membeli kue untukku..." terang Alvarro mengambil alih kebingungan orang tua di depan mereka.


"Ohhh...!!" kompak Raid dan Talitha menyahut paham.


"Tunggu !!! Sejak kapan kamu suka makan kue manis Varro ?? Sepengetahuan Aunty, Kue yang dijual di Cafe Vincent, semuanya full dengan cream dan manis...!!" Cerca Talitha yang menangkap suatu kejanggalan di penjelasan Alvarro.


Melihat sekilas ke Aresha yang juga tampak kaget dengan pertanyaan Aunty Talitha.


Alvarro tersenyum, "Sejak tiga tahun lalu, Aunty.." balas Alvarro.


Aresha kembali terkejut mendengar sebuah fakta. "Jadi selama ini ??" batin Aresha menatap kekasihnya yang sedang tersenyum kepadanya.


"Astaga sayang, apa yang harus kita lakukan kepada kedua putramu ini..!!" seru Talitha melihat kebucinan kedua putranya.


"Permisi.. Tuan Raid, Nyonya Talitha.."Sapa Asistent Vincent membungkuk badan kepada Raid dan Talitha terlebih dahulu.


"Tuan Vincent, tamu anda sudah tiba..." ujar Asistent nya.


"Oke Larry !!" balas Vincent kemudian berdiri. Dia ingin menyambut sendiri tamu pentingnya ini.


"Tunggu bentar Baby.."ucapnya ke Luna.


Kemudian Vincent meninggalkan kelima orang dalam kebingungan.


Tap tap tap


Langkah kaki semakin mendekat.


"LUNA...?! ARESHA ?!!"

__ADS_1


-------------------


__ADS_2