
#Harap menyiapkan suhu ruangan yang dingin untuk membaca Bab ini >,<
Wajah sayu Aresha terlihat begitu sek si. Apalagi timun milik Alvarro yang tiap pagi lebih mudah terbangun. Membuat dirinya benar-benar kehilangan kontrol.
Hanya dengan ciuman dan sentuhan tangan lembut Aresha di ku lit nya membuat milik Alvarro sudah me nge ras sempurna. Nafasnya terasa begitu berat. Bi*ra hi yang dari semalam berusaha dia tahan sirna begitu saja di pagi ini.
Tatapan indah milik Aresha membuatnya tersihir dan ingin terus menyentuh Aresha. Tidak ingin sedetik pun dirinya jauh dari Aresha.
Ditatapnya Aresha begitu mesra, Alvarro bicara tepat di atas bibir Aresha.
"Aku ingin sayang...." suara berat Alvarro yang begitu mendominasi.
Deg deg deg
"Apa..?" tanya Aresha dengan suara yang begitu kecil ditambah dengan tatapan mata indahnya membuat Alvarro langsung kembali me lu mat bi bir Aresha.
"Uhm Varro..Ah.." des sah Aresha di sela ci u man mereka, tangan Alvarro terus saja menyentuh titik sen si tip tubuh Aresha. Mulai dari te li nga, ping gang dan kini Alvarro menyentuh pe rut Aresha. Entah sejak kapan tangan Alvarro sudah me nyu sup masuk dari balik gauun tidur Aresha.
__ADS_1
Ci u man Alvarro semakin turun ke bagian da2 Aresha membuat da rah Aresha kembali ber de sir. Diturunkan nya kedua lengan gaun tidur Aresha dengan perlahan. Sehingga Alvarro kini bisa melihat dengan jelas kedua jelly Aresha di balik br*a berwarna senada dengan ku lit nya nya begitu putih.
"Varro..." ucap Aresha malu karena miliknya di tatap begitu lama oleh Alvarro.
"Tahan Aku kalau kamu ingin berhenti...Hmm..?!" ucap Alvarro pelan kemudian Alvarro dengan gugup membuka pengait b r-a Aresha dan membuangnya di lantai.
Deg
Aresha spontan me nyi langkan tangan nya menutupi bagian sen si tip nya yang terpampang tanpa penutup.
"Kamu ingin berhenti sayang...?" tanya Alvarro lembut dan di usap nya pipi Aresha. Tidak sedetik pun Alvarro berhenti melihat manik mata Aresha. Alvarro tidak ingin memaksakan kehendaknya. Walaupun saat ini ha* - rat nya sudah sampai ke ubun-ubun.
Sebenarnya Alvarro pun tidak ada niat untuk melakukan hubungan in tim sebelum dirinya resmi menjadi suami Aresha.
Dia sangat ingat apa yang Aresha katakan. Kesucian nya hanya akan dia berikan kepada suaminya. Jadi, dirinya harus menjadi suami Aresha.
"Aku hanya malu..." jawab Aresha dengan wajah imutnya.
"Oh my sayang...!!" seru Alvarro dan tersenyum.
__ADS_1
Kemudian Alvarro membantu Aresha untuk duduk dan memeluknya dengan erat. Di ke cup nya puncak kepala Aresha cukup lama.
Dada mereka yang sama-sama tidak mengenakan apa-apa saling bersentu han langsung.
Kecupan Alvarro perlahan turun di pipi, di le her. Dan Dengan perlahan Alvarro kembali mere bahkan tubuh Aresha. Tangan Aresha memeluk pinggang Alvarro hanya sesekali mengunci dirinya karena kegelian dan menutup matanya begitu rapat.
Ci uman Alvarro semakin turun dan kini tepat berada di pun cak pink Aresha yang sudah men cu at akibat sentu han Alvarro.
Alvarro menjulurkan lidah nya dan men ji lati milik Aresha dengan lembut.
"Ahh Varro..." lirih Aresha dan mengangkat da2 nya naik ke atas. Pertama kali dalam hidupnya merasakan hal seperti ini.
Aresha mere mas rambut Varro dan terus mengi git bibir bawahnya. Tangan Alvarro me re mas dengan lembut jelly kenyal Aresha dan me nye sap nya bergantian.
"Oh My Varro....rasa nya sungguh aneh..."r cau Aresha mendapatkan gela nyar aneh di sekujur tubuh nya.
Bersambung....
__ADS_1
Tahannnn duluuuu.... Jangan lupa Jempol dan Komentar nya ya ^^