
...........
"A-aapaa..umphh..." tidak dapat Luna lanjutkan pertanyaannya karena bibirnya di kecup. Bukan hanya di kecup. Tetapi Vincent melu mat bibir Luna dengan lembut.
Luna membelalakkan mata dengan gerakan bibir Vincent yang begitu lembut dan hangat menye sap bibir atas dan bawahnya bergantian.
Ciuman yang begitu basah diberikan Vincent membuat Luna tidak dapat untuk tidak membalasnya. Luna membuka kecil mulutnya dan mulai menye sap bibir atas Vincent dengan lembut.
Mendapatkan balasan dari Luna membuat Vincent melepaskan genggaman tangannya dari Luna dengan mengganti posisi tangannya di tengkuk Luna dan menekan Luna agar mereka memperdalam ciuman mereka.
Tangan kanan Luna perlahan turun dan mengalung di belakang leher Vincent, sedangkan tangan kirinya menyentuh pipi Vincent. Ciu man yang saling berbalas tiada henti. Lidah basah Vincent menyapu bibir Luna dan bermain di dalam mulut Luna.
Luna yang sudah di kabut ga*irah memberikan ciuman basah di bibir Vincent.
"Hmm.."gumaman dan decakan bibir basah mereka terus terdengar.
Dengan sesapan kuat untuk penutupan ciuman mereka. Vincent menarik lembut bibir Luna dan melepaskan nya. Kening mereka berdua menyatu dan saling bersandar tanpa se[patah kata. Hanya hembusan nafas yang tersengal-sengal dari keduanya mengutrakan perasaan mereka berdua saat ini.
"Jangan terluka Luna..."lirih Vincent lembut memecah keheningan tanpa menjauhkan keningnya di kening Luna dan memeluk erat punggung Luna.
__ADS_1
"Ya..." jawab Luna singkat yang tidak tahu harus menjawab apa. Kepalanya saat ini tidak bisa berpikir apa-apa lagi.
"Aku akan mengantarmu pulang, hmm?" gumam Vincent dengan nada rendah dan menangkup wajah Luna.
"Iya.." balas Luna singkat. Kenapa dirinya jadi melow gini. Tapi tadi mengingat bagaimana Vincent membela dirinya membuatnya sedikit luluh. Hmm, benar hanya sedikit.
Vincent menyimpan kotak p3k kembali ke dalam dasboard dan memasangkan seatbelt ke Luna.
"Aku bisa sendiri..!" seru Luna dan mengambil alih. Membuat Vincent kembali menghembuskan nafas kasarnya. Dan membiarkan Luna memasangnya sendiri.
Vincent memasang seatbelt dan menyalakan mesin mobil.
"Rumah kamu..?" tanya Vincent kembali datar.
"Hmm.." balas Vincent. Dan kembali fokus melihat ke depan. Sambil sesekali melirik ke Luna.
"Hoamm..." Luna menguap begitu santai dan membuka mulutnya lebar-lebar.
Vincent tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum. "'Wanita yang unik !" batin Vincent.
__ADS_1
***
"Itu kan Pak Deon..." gumam Lucy yang baru saja tiba di Rumah Sakit untuk menjenguk Erza.
Lucy berjalan mendekati Deon, namun drinya tiba-tiba berhenti ketika melihat Erza sedang di kawal oleh dua orang petugas kepolisian dengan tangan di borgol.
Lucy dengan cepat bersembunyi di balik tembok dan menguping pembicaraan antara Deon dengan seseorang yang sepertinya memiliki kedudukan penting di Rumah Sakit tersebut.
"What...! Kak Erza ditangkap karena tindak kekerasan ?! Apa maksudnya ?" pekik Lucy tanpa suara tidak percaya apa yang dia dengar.
Padahal dirinya juga sedang bingung karena video yang dia upload semuanya hilang dari sosial media dan aplikasi streaming manapun.
Dan ketika dia menga-upload ulang. Tidak sampai sepuluh detik. Video tersebut langsung di blokir beserta akunnya.
"Ck..!! Apa yang sebenarnya terjadi..!!"pikir Lucy risau. Sumber keuangannya kini terlibat masalah.
Dirinya pun menyeringai, memiliki sebuah ide.
Bersambung.........
__ADS_1
----------------
Mohon Maaf Ada beberapa REVISI dan Perbaikan tiap Bab,,