SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Tanda Cinta


__ADS_3

Saat ini Aresha sudah berada di dalam mobil bersama Alvarro. Sedangkan Luna dan Vincent menyusul mereka.


Menuju salon yang sudah di titahkan oleh Thalita untuk menangani make up dan gaun yang akan di pakai Aresha.


"Masih sakit sayang..?" tanya Alvarro mengusap pipi Aresha.


"Hah..? Apa sayang..?" Aresha malah balik bertanya.


"Itu..sayang.." jawab Alvarro sambil menatap ke daerah inti Aresha.


BLUSSHH


"Iya sayang.. Tapi dikit aja..." jawab Aresha merona.


Kembali terngiang di kepalanya. Bagaimana mereka bergulat di atas sofa, berdiri dan berbagai gaya setelah ronde ke tiga mereka.


Aresha dan Alvarro terus berpacu dengan panas selama dua jam dengan tiga ronde.


"Hmm.. baguslah.. Jadi bentar malam bisa lanjut lagi..." goda Alvarro.


Aresha melotot."Sayangg..!!! Dasar suami BULE Mesum..!!"


"Hahahaha..." tawa Alvarro pecah melihat wajah menggemaskan istrinya.


"Varro...!" rajuk Aresha.


"Hehehehe... Tapi suka kan...??!" goda Varro kembali sambil memainkan kedua alisnya naik turun.


"Ya iyalahhh....!!!" jawab Aresha yang juga ikut tertawa. Karena hal baru yang dirasakan Aresha membuat bisa terbang melayang. Sesuatu kenikmatan luar biasa yang sulit dia gambar kan.


"Jadi, Sebentar malam kita lanjut di Maladewa ya sayang..." lanjut Alvarro dengan wajah yang sumringah dan tidak sabar menanti pergumulan mereka di tengah-tengah laut.

__ADS_1


"Ah.. membayangkan nya saja membuatku langsung ingin menerkam mu sayang...!" ucap Alvarro.


"Pffttt....Benarkah...?" Aresha balik menggoda suaminya dengan tersenyum manis sambil mengusap lembut pipi Varro dengan jari telunjuknya hingga menyentuh bibir suaminya.


SEEEERRRR


Tubuh Alvarro meremang mendapatkan sentuhan seperti itu dari istrinya.


"Sayang,, Jangan salahkan aku. Kalau aku langsung memutar arah pulang ke apartment atau mencari Hotel terdekat...!" suara berat Alvarro.


Aresha otomatis menarik tangannya dan memperbaiki posisi duduk yang teraman.


"Ehemm..." Aresha berdehem.


"Sepertinya kita sudah hampir tiba sayang..." sela Aresha sambil menunjuk ke depan. Membuat Alvarro tersenyum.


Akhirnya setelah melewati waktu yang mendebarkan hati. Kini Aresha dan Alvarro tiba di Salon dan Butik khusus untuk pesta pernikahan.


Karena waktu yang sempit, Alvarro dan Aresha berpisah ruangan Make Up. Aresha ditemani oleh Luna. Sedangkan Alvarro bersama Vincent.


"Iya terima kasih..." jawab Aresha yang langsung duduk di depan meja rias yang dikeliling balon lampu.



Kurang lebih satu jam Aresha selesai di Make over.


Kini, waktunya Aresha memakai gaun yang sudah di pilih oleh desainer.


Tepat saat Aresha membuka pakaiannya Luna dan MUA tersebut menahan tawa.


"Ada apa..?" tanya Aresha bingung. Yang memang tidak sadar akan tanda merah yang di buat Varro di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


"Sepertinya sahabatku bukan melewati malam pertama..Tapi pagi pertama...." ujar Luna sambil membawa tubuh Aresha di depan cermin besar.


"Oh My...!!!" seru Aresha menutup wajahnya. Tubuhnya yang hanya tertutup Bra dan da la man. Menjadi sangat malu karena begitu banyak tanda percintaan yang suaminya buat.


"Gak apa-apa Nona Aresha...Kan sudah Halal..." ujar MUA dengan mengulas senyum. Yang sebenarnya ikut malu melihat begitu banyak bercak merah di kulit putih nan mulus pengantin wanita yang dia rias.


"Bule emang ganas-ganas ya..." bisik Luna dan tertawa.


"Lunaaa...!!!" seru Aresha malu.


"Hahhahaa... !! Dasar tuh dua sepupu gak ada akhlak.. Mau nikah aja kudu main kandang paksa..! Untung aja kita di halalin dulu...!" celutuk Luna yang tidak sadar kalau Alvarro dan Vincent sudah berdiri di depan pintu ruangan.


Meskipun pintu tertutup, Alvarro dan Vincent bisa mendengar apa yang dikatakan Luna. Membuat Alvarro dan Vincent menahan tawa mereka.


"Pokoknya kamu utang cerita sama aku...!!" ketus Aresha.


"Kamu juga...!!" balas Luna.


"Hahahahah....!!!" tawa mereka berdua.


"Ehmm.. Nona.. Mari saya bantu menutup semua tanda cinta suami Nona..." celutuk MUA tersebut.


Blusshh


"Iyaa Mba... Thank you..." jawab Aresha malu.


Setelah bagian yang terlihat ditutup dengan baik oleh MUA. Kini Aresha sudah siap lengkap dengan gaunnya yang indah.


Ceklek


"Sayang...?? Kamu luar biasa cantik..!" seru Alvarro kagum. Pada saat MUA membuka pintu.

__ADS_1


"Terima kasih..." balas Aresha dan tersenyum manis.



__ADS_2