
Srettt...
Alvarro menyingkirkan semua barang-barang yang ada di atas meja. Dengan tidak sabar. Alvarro membuka sendiri kemejanya. Kemudian membuka blazer hitam yang di kenakan Aresha.
Dengan saling menatap penuh damba. Aresha menanti apa yang di lakukan Alvarro, suaminya yang belum sampai satu jam resmi menyandang status tersebut.
Aresha yang hanya mengenakan singlet tipis berbahan chiffon dengan tali tipis yang menyangga di bahunya. Warna putih singletnya membuat cetakan yang terlihat jelas menampakkan kedua bong kahan indah milik Aresha.
Glek
Alvarro menelan kasar sa li vanya.
Aresha meraba dada bidang Alvarro yang tidak terhalang kain.
Grep
Alvarro mengangkat Aresha masuk ke dalam gendongannya. Aresha dengan tanggap melingkarkan kedua kakinya di pinggang Alvarro.
"Uhmm sayang.." gumam Aresha manja. Ketika Alvarro mulai menji lati leher Aresha sambil berjalan menuju pintunya.
Cekrek
Alvarro tidak ingin ada insiden yang akan mengganggu ritualnya untuk unboxing istrinya saat ini.
Sudah cukup rencana honeymoon nya di Maladewa jadi tertunda. Karena acara resepsi mereka hari ini.
__ADS_1
"Ahhh..Va-varro...!" ******* manja Aresha ketika Alvarro menyesap leher Aresha dengan kuat membuat tanda bercak merah.
Di dekapnya Varro dengan erat. Karena tubuh terasa begitu lemas. Semua persendiannya begitu ngi lu akibat ji latan dan sesapan Alvarro.
Alvarro mengangkat Aresha terus menuju sofa bed milik Alvarro. Yang sering dia gunakan untuk beristirahat di dalam ruangannya.
Di dudukkannya Aresha di atas sofa bed dan dengan cepat menarik ke atas singlet tipis Aresha hingga, kemudian tangannya mulai menjalar ke bagian rok yang Aresha kenakan.
Aresha mengangkat pinggulnya, mempermudah kegiatan Alvarro. Dan kini hanya tersisa penutup terakhir bagian atas dan bawah Aresha.
Alvarro berdiri tegap dan terdengar suara dentingan gesper. Membuat Aresha mengepal tangannya.
Dan kini Alvarro hanya mengenakan boxernya. Dapat Aresha lihat sesuatu yang mengembung di dalam sana.
Dengan kesulitan Aresha menelan sali va nya.
Senyuman hangat tercetak di wajah Alvarro.Tatapan kagum tidak dapat dia tutupi melihat tiap lekukan tubuh Istrinya.
Kulit putih dan mulus tanpa noda bagai boneka. Bong ka han indah yang begitu kontras dengan warna bra hitam yang digunakan Aresha.
"Kamu begitu cantik sayang..." puji Alvarro.
Blussh
Wajah Aresha begitu merah mendaptkan tatapn seperti itu oleh suaminya.
__ADS_1
"Apakah ini harinya..? Hari dimana aku dan Alvarro menyatu...?" batin Aresha.
Dengan perlahan kembali mengukung tubuh Aresha yang kini sudah terlentang dengan begitu sek si.
Didekatkan wajah nya ke wajah Aresha. Alvarro berhenti tepat saat bibirnya berada di atas bibir Aresha, "Aku ingin memilikimu seutuhnya Aresha, Aku mencintaimu istriku..." ucapnya lembut.
Sentuhan tipis bibir mereka berdua memberikan setruman di sekujur tubuh mereka berdua.
Aresha menatap syahdu Alvarro "Aku milikmu Alvarro, dan..Aku juga sangat mencintaimu suamiku..." balas Aresha sambil mengusap lembut surai Alvarro yang sangat rapi itu.
Alvarro membuka sedikit mulutnya dan memasukkan bibir Aresha semuanya ke dalam mulutnya. Dilumatnya kedua bibir Aresha.
"Umpphhh.." gumam Aresha membelalakkan matanya. Baru kali ini Alvarro melu matnya seperti ini.
Sangat aneh tapi begitu membuatnya ber ga irah.
Setelah Alvarro me lu mat kedua bibir Aresha bersamaan. Alvarro melepaskan sedikit dan menyesapkan lidahnya ke dalam mulut Aresha.
"Uhmp..Varro.." manja Aresha membalas ci uman Alvarro yang begitu intim.
"Ahh.."des sah kecil Aresha keluar dari mulutnya ketika tangan Alvarro sudah meremas salah satu pyu dara nya dari dalam branya.
Li dah Alvarro pun turun perlahan memberikan 4 play untuk merileks kan tu buh Aresha dari setiap sentu hannya.
Tangannya dengan cepat menaikkan kain dua mangkok itu. Dan dengn lembut Alvarro mulai memainkan bagian pun cuuk nya.
__ADS_1
"Ahh..uhmm.."