SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Aku ingin mengundurkan diri


__ADS_3

Alvarro tersenyum bahagia dan membalas ciuman Aresha. "Terima kasih sayang..." ucap Alvarro di sela ciuman mereka. Dan memeluk Aresha dengan begitu erat.


"Uhmmm Varro !" gumam Aresha di tiap ciuman yang mereka lakukan.


"Bibirmu membuatku gila Aresha !!" bisik Alvarro yang sudah melepaskan pagu tan mereka. Kening mereka saling menempel, hembusan nafas saling berbalas akibat ciuman panjang mereka.


Alvarro mengeluarkan cincin dari box nya dan meraih tangan kanan Aresha.


"Tangan yang indah..." dikecupnya punggung tangan Aresha dan menyematkan cincin ke jari manis Aresha.



Dikecupnya jemari Aresha yang sudah tersematkan cincin berlian yang begitu indah.


"I Love You, Aresha !" bisik Alvarro lembut, dan merengkuh wajah Aresha.


Aresha memegang tangan Alvarro yang saat ini sedang memegang wajahnya. Di elusnya dengan manja.


"I love you too, Varro...!"


Alvarro mngecup kening Aresha dengan khidmat. Selangkah lagi, wanita tercintanya akan resmi menjadi istrinya.


"Mau jalan-jalan? Atau mau di sini saja seharian ??" ajak Alvarro dan melirik ke arah ranjang menggoda Aresha.

__ADS_1


"Aooohhh !!" cubitan mendarat di lengan Alvarro yang kekar.


"Makanya gak usah yang aneh-aneh deh !!" kesal Aresha dengan menyunggingkan senyum.


"Hhehehe..." tawa Alvarro melihat wajah menggemaskan wanitanya. "Uhhhh !!" gumam Alvarro mencubit kedua pipi Aresha dan mengecup bibirnya dengan panas.


"Varro !!" seru Aresha kaget karena lagi-lagi di cium dengan begitu panas oleh Alvarro.


Seruan Aresha memberikan kesempatan kepada Alvarro untuk menye sapkan li dahnya ke dalam mulut Aresha dan bermain di dalam sana. Bibir nya terus menyesap secara bergantian bibir bawah dan atas Aresha.


"Uhhmmm Varro...ah !" des sah Aresha idak tertahan ketika tangan Alvarro mulai mengusap telinga Aresha. Darahnya berdesit begitu hebat. Tubuhnya terasa sangat menggelitik.


Diturunkan nya perlahan tubuh Aresha untuk rebah di atas ranjang.


Ciuman Alvarro semakin liar dan panas. Suara decakan ciuman mereka terdengar dan saling berbalas. kepala saling berpindah posisi untuk mengatur nafas mereka.


"Ugh Varro...uhm..!"


"Iya sayang ?" balas Alvarro yang kini sudah turun di leher Aresha. Diangkat leher Aresha agar memperdalam kecupan nya di bawah telinga Aresha.


"Ohh Sayanggg !!" lenguh Aresha merasakan tubuhnya di gelitik dengan sensasi yang berbeda. Aliran darah berdesir begitu hebat dari ujung kaki nya.


Tangan Alvarro mulai me ra ba jelly Aresha. Di pijat nya dengan lembut. Alvarro mengambil remote kecil, dan tiba-tiba saja pintu kaca yang mengelilingi kamar tertutup dengan tirai besar berwarna abu-abu secara perlahan. Hingga semua kaca tertutup. Ruangan hanya di terangi oleh lampu redup berwarna kuning yang ada di sudut ruangan.

__ADS_1


Membuat wajah sayu Aresha terlihat sema kin se kksi dan sangat menggo da.


"Kau membuatku gila Aresha !! Cantikkk... sangat cantik !" suara serak Alvarro mendominasi, terus menerus memuja sang pujaan hatinya.


Aresha tersenyum senang, "Dan kau berhasil membuat ku menyadari perasaan u hanya dengan satu malam..." balas Aresha mengurai rambut Alvarro.


"Satu malam ??" ulang Alvarro dan menyungging senyumannya.


""He em..." balas Aresha.


"Salah sayang, Aku sudah membuat mu selalu berada di sisiku sejak tiga tahun lalu..." kerling Alvarro mengaku alasan lembur dan lain-lain nya.


"Benarkah ??" tanya Aresha tidak percaya. "Buktinya aku mau mengundurkan diri !!" sambungnya lagi.


"Yaa... Dan aku menjadi orang gila di saat bersamaan..!" balas Alvarro.


"Hmm,, benarkah ??"


Angguk Alvarro mengiyakan.


Dengan senyuman jahil, "Pak Alvarro, hari ini saya mau mengundurkan diri menjadi sekretaris mu...!"


Degg "Aresha !!!" lirih Alvarro yang sangat tidak suka mendengar kalimat itu.

__ADS_1


Diangkatnya wajah Alvarro, "Karena kalau di ijinkan aku ingin menjadi kekasih Pak Alvarro.." gumam Aresha.


"Sayang...!! Hanya kau satu-satunya pemilik hati ini..!!" balas Alvarro yang kembali mencumbu dengan damba bibir ranum milik kekasih hatinya.


__ADS_2