SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Menutup Berita


__ADS_3

.......


Deon yang baru tiba di depan kantor tidak bisa masuk ke dalam perusahaan karena terlalu banyak wartawan dan media terkait video yang tersebar.


Yang awalnya dia ingin masuk ke dalam kantor, akhirnya berbelok menuju Cafe Zoe untuk menjemput Vincent.


Crinng


Melihat Deon yang masuk, Vincent keluar dari Kitchen Bar nya.


"Gimana...?" seru Vincent yang sudah berada di sisi Deon.


"Keadaan di depan kantor tidak bakal reda sebelum Alvarro langsung yang berbicara dengan media..."jawab Vincent.


"Kalau gitu kita langsung saja ke kantor google dan ytup sesuai intruksi Alvarro.." ujar Vincent.


"Ok...Naik mobil gw aja Vin.." balas Deon dan Vincent pun setuju-setuju saja.


Untung saja Vincent yang selama ini tidak pernah mau di ekspos oleh media. Bisa terhindar dari kejaran awak media yang sudah berdiri di depan kantor menunggu Alvarro.

__ADS_1


"Ck... untung aja lu gak terdeteksi, kalau gak Cafe bakal ikut di kerumuni.." seru Deon ke Vincent sambil mengemudi.


"Benar... ternyata berguna juga.. hahhaha... Dan emang gw malas kalau terlibat ke dalam masalah perusahaan...Jiwa gw tuh di pastry..." ujar vincent.


"Hahhahaha..." tawa Deon. Karena memang tidak dapat terelakkan seorang Vincent yang sangat hebat di bidang pastry dan beberapa kali menjadi juri di salah satu acara grand chef denga kapasitas acara yang sangat besar.


Kurang lbih satu jam perjalanan akhirnya, Vincent dan Deon tiba di kantor ytup dan google yang hanya berbeda lantai.



Deon dan Vincent langsung menemui petinggi dari perusahan tersebut dan meminta semua video yang berkaitan dengan katak pencarian yang berhubung dengan Alvarro atas kasus kemarin di hapus dan diblokir. Serta mencari siapa kah pengunggah pertama dari video tersebut.


Setelah semua video dan berita di hapus di media sosial dan pencarian google. Deon mengabari ke Alvarro kalau semua nya sudah beres.


Tinggal dirinya lah yang harus menyelesaikan masalah awak media.


Dan di saat bersaman, Alvarro dan Aresha juga sudah beradadalam perjalan menuju salah satu Villa milik Alvarro.


drztt

__ADS_1


Alvarro yang mendengar notif di ponsel nya pun membaca pesan dari Deon dan tersenyum lega.


"Varro...ponsel ku mana...??" tanya Aresha yang akhirnya mengingat ponsel nya karena Alvarro saat ini sedang memegang ponsel.


Luna pasti gelisah tidak mendengar kabar dari nya. Apalagi kalau pesan singkat atau telpon Luna tidak di balas. Dia akan mengomeli Aresha seperti ibu-ibu kompleks yang berusaha menawar sayur di akang-akang sayur.


"Coba lihat dalam tas kerja ku sayang, seperti nya aku masukkan ke dalam situ..." jawab Alvarro sambile menoleh sekilas ke arah Aresha.


Aresha pun mencari di dalam tas yang Alvarro maksudkan. Tas yang selalu Aresha pegang hanya saat memasukkan dokumen-dokumen proposal pekerjaan. Kini dia memegang nya karena hal lain.


Aresha tersenyum dan geleng-geleng kecil tidak percaya kalau hal seperti ini terjadi di dalam hidupnya.


"Oke...!" seru Aresha ketika mendapati ponsel nya. Dan menyalakan ponsel nya dengan wajah sumringah.


Alvarro tersenyum melihat wajah gembira kekasih nya itu. Wanita yang selama ini dalam diam selalu dia amati. Dengan sengaja membuat nya lembur, dengan sengaja membuat nya kesal, dan dengan sengaja selalu memberikan tugas untuk membawakan sarapan pagi nya agar dirinya bisa melihat wajah Aresha sebelum beraktifitas.


Padahal sekretaris Aresha terdahulu tidak pernah sekalipun mengantarkan kopi dan kue untuk Alvarro. Dan itu juga merupakan salah satu alasan membuat Aresha semakin kesal dengan Bos nya ini.


Tringg...Trinng..Tringgg

__ADS_1


__ADS_2