
Varro...!! Ada telpon dari Vincent !" seru Aresha di dekat kamar mandi.
"Angkat saja sayang, bilang aku di kamar mandi.." balas Alvarro dengan senyum mengembang. Dia sangat ingin memamerkan kepada adik sepupunya itu kalau dirinya sudah punya kekasih.
"Hah !" kaget Aresha. Dia sangat sungkan untuk mengangkat dan berbicara dengan Vincent lewat telpon, apa lagi dengan ponsel Alvarro.
Mengingat bagaimana dulu dengan gamblangnya Aresha memaki Bos nya yang tidak lain adalah kakak sepupunya.
"Tapi kenapa dia diam juga !!! Berarti bukan salah ku !!!" seru Aresha seketika sadar, kalau dirinya memang tidak salah sepenuhnya, malah Vincent ikut merutuki Alvarro.
Tapi tetap saja...."Ah sudahlah...!!" gumam Aresha, karena ponsel Alvarro terus berdering.
"Masih lama, Varro ?" tanya Aresha sambil mengetok pintu kamar mandi.
"Hmmm... kalau tidak kamu masuk saja sayang..."goda Alvarro, yang memang sengaja berlama-lama di kamar mandi berharap Aresha mengangkat telpon dari Vincent.
"Ck...!!" decak Aresha kesal.
Pipp
'Halo...' sapa Aresha.
'Eh..benar ponselnya Varro kan?' balas Vincent yang kebingungan karena yang angkat adalah wanita. "Oh sh*it.. ini Aresha ?!!!! Sejak ka[an Varro dengan semudah itu memberikan barang private nya ?" pikir Vincent.
__ADS_1
'Iya Pak Vincent...' sarkas Aresha di balik ponsel.
'Eh...Varronya ada ?' Vincent menggaruk kepalanya. Dia tahu saat ini Aresha pasti sangat kesal kepadanya.
'Masih di kamar mandi..!!' jawab Aresha.
"Siapa sayang ?" sela Alvarro tiba-tiba dari kamar mandi.
"Hmm... Vincent...se-pu-pu kamu !!" seru Aresha dengan sengaja menyindir Vincent.
"Ohh..." balas Alvarro dengan sengaja mendekati Aresha dan mengecup bibir Aresha. Dan pastinya dapat Vincent dengar.
"Siall !!! Aku dikerjai sama sepupu lucknatt !!"maki Vincent yang sadar saat ini sedang di kerjai sepupunya.
"Varro...uhmmm" gumam Aresha dan menepuk lengan Alvarro dan menunjuk ponselnya.
'Ada apa sepupu ?' sapa Alvarro.
'Erza gw masukin ke penjara, tadi dia mencekik sahabat Aresha. Jangan sampai Aresha tahu...Luna ada sama gw.." ujar Vincent ingin cepat mengakhiri sambungan dengan sepupunya.
'Hmmm... ok..! Siap-siap untuk besok...' balas Alvarro singkat.
'Ok..!!' balas Vincent singkat dan langsung memutuskan panggilan luck nat itu.
__ADS_1
Aresha yang mendengar percakapan Alvarro menaikkan alisnya. Dan melihat perubahan wajah Alvarro.
"Ada apa ?!" tanya Aresha.
Alvarro menyimpan ponselnya setelah membaca pesan dari Uncle Raid.
"Hmm.. hanya masalah kecil sayang.." balas Alvarro.
"Kenapa manggil aku dengan sebutan sayang ??" tanya Aresha yang sudah sangat malu dengan panggilan barunya dari Alvarro. Alvarro begitu santai mengucapkan kata sayang kepada dirinya seperti panggilan sehari-hari.
"Karena kamu, sayangnya Aku..." balas Alvarro santai sambil mencubit manja hidung mancung Aresha.
"Oh my Varro...!! Aku tidak tahu kalau kamu sangat hebat dalam menggombal wanita..!!" sindir Aresha dengan wajah merahnya. Dirinya sangat senang tapi juga sangat malu di waktu bersamaan.
"Dan kamulah wanita itu !!" balas Alvarro dan menarik pinggang Aresha hingga mereka tidak berjarak.
Alvarro menatap lekat wajah Aresha dan mengecup kening Aresha, membuat Aresha hanya menutup mata menerima curahan kasih sayang untuknya.
"Apa aku boleh serakah seperti ini.?" batin Aresha yang terasa begitu menggelitik ketika di manja oleh Alvarro seperti ini.
"Varro, boleh aku bertanya sesuatu..?" tanya Aresha membuat Alvarro melepaskan kecupannya.
"Hmmm.. apapun..." jawab Alvarro tersenyum lembut.
__ADS_1
Bersambung....
------------