SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Terlalu Berbahaya


__ADS_3

#Ingat untuk sajen nya untuk Mama ya >,< Cukup dengan Like dan Komentar kalian, apalagi kalau di kirimin bunga hehhehe ^^


----------


"Tidakk...!!! Terima Kasih....!!" balas Aresha dan berlari ke kamar mandi.


"Hahahaha....! Berendam lah di air hangat sayang...!" seru Alvarro sambil tertawa kecil melihat Aresha yang sangat menggemaskan.


Ceklek


Aresha membuka sedikit pintu kamar mandi dan mencuatkan kepala nya.


"Varro... Terima kasih..." seru nya dan kembali menutup pintu kamar mandi.


Deg


"Areshaa....!" gumam Alvarro sambil menggelengkan kepala nya. Entah sudah berapa kali dirinya untuk menahan diri tidak memangsa Aresha.


Alvarro mengusap kasar wajahnya dan membuang nafas nya dengan berat. Kemudian dirinya ke ruang tamu menyiapkan segelas earl grey tea untuk Aresha.



Ting tong


Bunyi intercom Apartemen Alvarro. Dengan langkah cepat Alvarro menuju ke arah pintu dan membuka pintu.


"Haloo Kak Varro... !" seru Thalia dengan wajah imutnya.


"Haloo dek..!!" balas Varro sambil mengusap lembut puncak kepala Thalia.

__ADS_1


"Sama siapa..?" tanya Varro ke Thalia.


"Sama gw..!" sela Deon yang terlambat masuk karena harus memakirkan mobilnya.


"Ohh...!!" jawab Alvarro santai.


"Ini kak... untuk Kak Aresha semua... Terus Kak Aresha nya di mana..?? Aku masuk ya kak..." ujar Thalia dan ingin masuk ke dalam.


"No..no....Aresha lagi mandi, lebih baik kalian pulang...! Deon antar Thalia pulang dengan selamat..!!" seru Alvarro yang tidak rela waktu mereka berdua di ganggu oleh Thalia dan Deon.


"Owhhh Mandiiii....!" beo Thalia dan Deon bersama-sama mengulang kata mandi.


"Gak usah mikir aneh-aneh...!" sela Alvarro.


"Ehh.. gak ada yang mikir aneh-aneh loh..!!" balas Deon mengejek senang bisa mengerjai sahabat nya.


"Lu mau gak gw restui...?!" ancam Alvarro ke Deon.


Thalia yang tidak paham oun dengan pembicaraan hanya diam.


"Oh iya... ini salinan rekaman cctv...lalu besok bagaimana..?!" seru Deon sambil menyerahkan flashdisk ke Alvarro.


"Thank you...! Besok kamu ke media dan kantor ytup untuk takedown semua video yang berkaitan dengan kejadian kemarin...!" ujar Alvarro.


"Lalu bagaimana dengan wanita dan pria berengsek ini..?!" tanya Deon.


"Itu biar aku yang urus...! Yang penting Aresha tidak tahu masalah saat ini...!" jawab Alvarro tegas.


"Hhmm Ok.. kalau gitu gw dan Thalia balik...!" pamit Deon.

__ADS_1


"Bye Kak Varro... By the way jangan lupa pajak jadian nya yaaa...!" pamit Thalia dan menggoda Alvarro.


Alvarro pun menutup pintu. Dan menuju ke kamar untuk menaruh paper bag belanjaan di atas sofa bed.


Ceklekk...


Gleekk


Alvarro meneguk saliva nya melihat Aresha yang juga baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang hanya sampai di atas paha nya.



"Varrooo...!!!" teriak Aresha kaget ketika berbalik setelah menutup pintu.


"Areshaa...."suara berat Alvarro. Jantung nya berdegup begitu cepat. Darahnya berdesir. Dengan langkah cepat Alvarro menutup pintu kamar dan menuju ke arah Aresha.


"Varro... stop... !!"seru Aresha dengan panik.


Namun Varro terus mendekati Aresha yang memegang handuk nya dengan kuat.


Cupp


Alvarro mengecup bibir Aresha sekilas dan tersenyum. "Ganti baju kamu.. aku tunggu di luar...hmm..?" ucap nya dan mengusap puncak kepala Aresha.


Kemudia Alvarro berbalik dan keluar dari kamar.


"Huffttt....Aresha...Aresha...Kau selalu saja buat aku hilang kendali..."gumam Alvarro sambil menarik nafasnya dengan dalam.


Bersambung....

__ADS_1


------------------


__ADS_2