SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Aku Milikmu Sekarang & Selamanya


__ADS_3

Vincent kini jalan beriringan dengan Luna, melewati taman untuk masuk ke kamar pribadi Vincent.


Kamar Vincent yang sengaja di buat terpisah dari rumah utama.


Mereka menaiki tangga untuk naik ke dalam kamar Vincent.


"Ini kamar kamu..?" seru Luna kagum melihat view kamar Vincent.


Kamar yang memiliki balkon dan suasana yang begitu nyaman.



"Iya baby, tadi aku sudah minta di rapikan..Kamu suka..?" tanya Vincent sambil merangkul wanita yang kini resmi menjadi istri sahnya secara hukum dan agama.


Luna tersenyum dan mengangguk.


"Kenapa kamar kamu terpisah dari rumah utama..? terus di lantai bawah ada apa aja..?" tanya Luna penasaran.


Padahal rumah utama sangat besar, jadi otomatis pemikiran Luna, kamar Vincent pasti berada di lantai dua.


"Bukan cuma aku saja baby, kamu lihat yang di sudut sana..?" seru Vincent sambil menunjuk ke gedung putih yang mirip dengan milik Vincent.


"Hmm...kenapa..?"


"Itu punya Varro.." balas Vincent yang kini memeluk Luna dari belakang dan berdiri di pinggir reel balkon.


"Ohh..."


"Lalu di lantai bawah itu adalah ruanganku untuk menghasilkan pastry-pastry terbaik..." jawabnya dengan jumawa.

__ADS_1


"Jadi, di bawah itu seperti dapur ya..?" antusias Luna dan memutar tubuhnya menghadap ke Vincent.


"Iya," jawab Vincent lembut dan menautkan rambut Luna yang terus tertiup di terpa angin malam.


"Wahhh...!! Aku penasa--umpphhh..."


Vincent kembali memotong ucapan Luna dengan ciumannya yang sangat lembut.


Luna yang awalnya terkejut, sedetik kemudian membalas ciuman pria yang kini sudah resmi berstatus suaminya.


Tangannya memeluk pinggang Vincent. Dan meremas kain baju Vincent.


"Buka mulut kamu Baby.." bisik Vincent di sela ciuman mereka. Luna pun membuka kecil mulutnya. Vincent langsung memasukkan lidahnya dan menelusuri tiap sudut mulut Luna.


"Umph.." des sahan kecil Luna.


"Yaaa...." teraik kecil Luna.


Tapi Vincent malah sema kin dalam mencium istri nya itu.


Kaki Luna langsung melingkar di pinggang Vincent dan mengalungkan tangannya di leher Vincent.


Vincent perlahan berjalan masuk ke dalam kamar nya yang hanya terhalang kaca besar.


Di sandarkannya punggung Luna di din ding kaca yang kokoh. Diciuminya tanpa henti, perlahan ciuman Vincent turun ke leher Luna.


"Uhmmm..Vin.." ******* kecil Luna mengigit bibirnya akibat jilatan Vincent di lehernya.


"Damn..! Kamu sangat seksi Lun..!!" kagum Vincent menatap wajah sayu Luna yang juga sudah di bawah kabut ga irah.

__ADS_1


Di angkat nya tubuh Luna dalam gendongannya.


Tap


Tubuh Luna di rebahkan di atas ranjang berukuran king size, beralaskan sprei putih polos.


"Aku menepati janji ku, Baby...! Malam ini dan selamanya... Kau adalah milikku..." suara berat Vincent yang begitu mendominasi, menatap manik mata indah Luna dengan penuh cinta.


Wajah mereka saling berhadapan. Vincent memainkan anak rambut Luna yang ada di wajahnya.


Tatapan kekaguman dan mendamba kepada sang istri.


Luna memegang tangan Vincent yang sedang mengusap pipinya. Di sandarkan nya wajahnya dengan manja dan menutup matanya.


Luna mengambil tangan Vincent dan menciuminya.


"Hmm..Kau menepati janjimu, dan...sekarang aku milikmu seutuhnya.." balas Luna yang turut menatap manik mata berwarna abu-abu yang begitu indah.


"Sekarang dan selamanya..." sambung Vincent dan kembali mencumbu istrinya dengan begitu dalam.


Ciuman panjang yang membuat tubuh mereka begitu panas akibat bi ra hi yang sama-sama memuncak.


"Ummmpp..." gumam Luna ketika Vincent melepas ciumannya dengan tarikan kecil di bibir bawah Luna.


Tatapan mereka kembali beradu dengan deru nafas berat yang saling berhembus.


"Aku ingin kamu sekarang, Lun..!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2