
Alvarro yang tidak tahu menahu masalah resepsi langsung menghampiri Uncle Raid sambil menggandeng wanita yang kini resmi menjadi istrinya. Setelah para awak media sudah bubar.
"Uncle..?" panggi Alvarro kepada Uncle Raid yang sedang berbincang dengan Aunty Talitha dan Tante Astrid.
"Yes..?" jawab Uncle Raid.
"Kenapa tiba-tiba ada resepsi..? Padahal kan yang menikah pertama Vincent..?!" seru Alvarro.
"Apa kamu tidak senang ??!" pancing Uncle Raid.
"Bukan itu, tapi..?" jawab Alvarro dan melihat Vincent yang saat ini sedang begitu bahagia.
"Vincent..??" tebak Uncle Raid.
"Dia yang menyarankan uncle untuk membuat resepsimu malam ini. Karena kamu yang tertua. Setidaknya masyarakat tahu. Kalau putra uncle yang pertama sudah menikah dan memiliki istri yang begitu menawan..." terang Uncle Raid.
"Vincent ?? Yang menyarankan..???" Dirinya sontak menoleh ke Vincent. Yang berpura-pura tidak melihatnya.
"Kauu..!!" batin Alvarro.
Aresha juga terlihat bingung. Tidak pernah terbersit dia akan menikah kilat seperti ini. Dan sekarang apa.?? Resepsi..?? Yang benar saja..? Bukankah Resepsi pernikahan paling tidak diurus minimal tiga bulan sebelumnya.
Belum booking Hotel, Wedding Organizer, undangan, Catering, pakaian pengantin, dan masih banyak lagi.
Tapi ? Hanya dalam satu malam semuanya selesai..??
"Oh my yang benar saja..?? Apa semua sultan seperti ini..??!" pikir Aresha yang bingung mencari semua jawaban atas pertanyaan yang tidak bisa dia tanyakan ke siapa pun saat ini.
__ADS_1
Karena sudah ada titah keluar dari Raid Osmond.
"Tapi Uncle, sebenarnya aku sudah menyiapkan keberangkatan ke Pulau Maladewa jam 2 siang ini..." ucap Alvarro.
"Maladewa..?? Alvarro..??" sela Aresha yang terkejut rencana Alvarro itu.
"Iya sayang, ini sebenarnya kejutan untukmu.." jawab Alvarro sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tinggal ganti jadwal, tidak ada yang susah..!!" seru Uncle Raid santai yang membuat Alvarro dan Aresha hanya terbengong.
"Astaga, ternyata Uncle, Varro dan Vincent semuaya sama...!!!!" batin Aresha yang memahami dari mana sifat Alvarro dan Vincent yang main seenaknya.
Ternyata Uncle Raid pun seperti itu.
Aresha hanya bisa memijit kepalanya.
Rencana Alvarro akan mengadakan Resepsi setelah kepulangannya dari Maladewa. Dan membiarkan Vincent yang lebih dulu melakukan acara Resepsi.
Vincent yang mendengar teriakan Alvarro langsung menarik istrinya,"Ayo sayang..kita kabur..Ada bule ngamuk..?"
"Kamu kan juga bule, sayang..!!!" balas Luna gemas melihat tingkah suaminya. Dan hanya menurut tangannya di tarik oleh Vincent.
"Hhehehe..Lupaaa..!" celutuk Vincent membuat Luna tertawa geli.
"Varro..?" sela Aresha melihat Alvarro yang terlihat tidak senang tentang resepsi pernikahan mereka.
"Iya sayang..?" jawab Alvarro dan menoleh ke Aresha.
__ADS_1
Dengan darah berdesir seperti merasakan sedikit kekecewaan.
"Hmm, apa kamu tidak senang dengan resepsi kita..? Kalau kamu memang tidak suka. Kita bisa katakan kepada Uncle Raid untuk membatalkannya." ucap Aresha dengan suara datar dan tatapan kekecewaan.
Deg
Alvarro pun tersadar Dia tidak sangka tindakannya saat ini sudah membuat wanitanya salah paham.
"Ma-maaf Aresha...Bu.."
"Tidak apa-apa..Aku mengerti. Ayok kita temui Uncle Raid.." sela Aresha dengan tubuh gemetar.
Baru saja dia merasakan bahagia. Tapi langsung merasakan kekecewaan di saat yang bersamaan.
Alvarro yang sedari tadi menggenggam tangan Aresha merasakan tubuh Aresha gemetar. Dan matanya mulai berkaca-kaca. Tetapi berusaha tersenyum di depan dirinya.
"Astagaaaa..!! Apa yang sudah aku lakukan...!! Stupid..!!" maki Alvarro dalam hati. Mengutuk dirinya sendiri.
"Aresha...Kamu sudah salah paham..Aku hanya..."
Aresha tiba-tiba merasa mual. Sesak dengan situasi saat ini. Melihat bagaimana Alvarro terlihat kesal dengan resepsi mereka. Sirinya pun sempat sangat terkejut. Tapi dalam hati kecilnya merasa sangat bahagia. Wanita mana yang tidak ingin pernikahannya diadakan secara meriah seperti itu.
Tapi yang dia lihat di Alvarro adalah 180 derajat.
"Stop...Kamu memang terlalu tergesa-gesa Varro..!!" lirih Aresha menahan rasa kecewanya. Dan melepaskan tautan tangannya dari Alvarro.
"Arrghh....!!!"
__ADS_1