
.................
Greepp
Alvarro menahan lengan Aresha dan menariknya ke dalam pelukan nya.
"Varro...!" seru Aresha.
"Kali ini aku tidak akan mengizinkan kamu keluar dari Apartment ku..!!" ketus Alvarro membuat Aresha semakin murka.
"Lepaskan...!! Kalau kamu berharap lebih tidak usah bermimpi...!! Karena kesucian ku hanya untuk suamiku...!!!" balas Aresha dengan suara bergetar.
Dia tidak menyangka Alvarro akan berpikiran seperti ini kepada dirinya.
Alvarro yang secara tidak langsung mendengar pengakuan Aresha merasa sangat bahagia.
Dirinya tersenyum lembut dan merenggangkan pelukan nya. Hingga dirinya bisa melihat wajah Aresha. Dan mengusap lembut pelupuk matanya yang sudah basah. Alvarro menarik nafasnya untuk berbicara ke Aresha.
"Wanita yang aku ci umi tidak terhitung, karena memang tidak ada yang bisa di hitung selain kamu...."
"Dan ciu man pertama kita di lift itu adalah ciu man pertama ku. Kamu tahu betapa gugupnya aku ketika melihat mu...? Hmmm...? Bibir ini selalu saja terbayang di pikiran ku..." lanjut Alvarro sambil mengusap bibir Aresha dengan jempolnya.
Deg deg deg
"Ciuman pertama...?!" batin Aresha.
"Kejadian di bukit adalah hal yang tidak bisa aku lupakan. Saat itu aku ingin membahasnya dengan mu. Tapi ketika kamu bangun Nona Aresha. Kamu yang melupakan kejadian malam itu. Jadi aku memilih untuk diam. Biar aku simpan sebagai moment terbaik dalam hidupku...."
__ADS_1
"Dan...." Alvarro mendekati telinga Aresha dan berbisik. Membuat bulu kuduk Aresha meremang kegelian akibat hembusan nafas Alvarro.
"Kamu salah hitung tentang ciuman kita... Seharusnya hari ini adalah yang ke empat...!" sambung Alvarro dengan senyuman menggodanya.
"Ee-empat..??" gumam Aresha.
"Hhhmmm... Maaf aku mencuri ciuman mu ketika kamu tidur..." lanjut Alvarro.
"Oh My...!! Jadi itu bukan mimpi...??!!!" seru Aresha tanpa sadar karena ketahuan mimpi berciuman dengan Alvarro.
"Mimpi...?!" beo Alvarro dan menaikkan alis nya.
"Uppssss..." Aresha membekap mulutnya sendiri.
Alvarro tersenyum "Pantas saja, waktu itu kamu membalas ciumanku dengan begitu panas..." goda Alvarro.
Alvarro memeluk pinggang Aresha hingga tubuh mereka benar-benar rapat.
"Aku benar-benar mencintaimu Nona Aresha Ravan Aravella..." ucap Alvarro dengan lembut menyebutkan nama lengkap wanita cantik di depan nya ini.
Padahal selama ini menyebut nama Aresha saja selalu salah. Alvarro selalu memanggil Aresha dengan Alesha.
"Pfftt..." tawa kecil Aresha yang tidak dapat dia tahan.
"Kenapa...?"
"Baru kali ini aku mendengar kamu menyebut namaku dengan lengkap dan benar...Padahal biar sebut Aresha saja selalu salah..!!" ucap Aresha.
__ADS_1
Alvarro pun tersenyum mendengar celotehan Aresha.
"Itu karena menggoda mu sangat menyenangkan...!!" ucap Alvarro.
"Hmmm.. alasan..!"
"Apa masuk akal seorang Alvarro bisa melakukan kesalahan sekecil itu..?!" ujar Alvarro sambil mengedipkan mata.
"Jadi-iii...!!" seru Aresha yang lagi-lagi terperangah dengan perkataan Alvarro.
Memang kalau di pikir sangat tidak masuk akal. Seorang Alvarro yang selalu begitu sempurna mengerjakan sesuatu tidak mengingat dan salah menyebutkan nama sekretarisnya.
"Melihat wajah kesal mu adalah hiburan di saat aku kelelahan..." ujar Alvarro sambil mengusap lembut surai panjang Aresha.
"Varro...!!" kesal Aresha dan mengerucutkan bibirnya.
Cup...
Alvarro mengecup singkat bibir Aresha.
"Mau jadi kekasih ku dan menerima cintaku Nona Aresha..??!" tanya Alvarro dengan lembut.
"Tapi Varro..." gumam Aresha yang belum bisa menjawab.
"Apa karena Deon..?!" tanya Alvarro dengan suara beratnya dan melepaskan pelukan nya dari Aresha.
"Deon..?!
__ADS_1
Bersambung...