Selimut Cinta Tuan Presdir

Selimut Cinta Tuan Presdir
Salah Sasaran


__ADS_3

Kecewa dan tersakiti, itulah yang dirasakan oleh Angel malam itu. Teringat dengan jelas bagaimana ekspresi wajah Dante saat dia memilih Evelyn untuk menemaninya malam itu. Di saat yang sama, Angel memaki Carmen yang ada di dalam dirinya sendiri. Karena ulah Carmen yang selalu memakai perasaan saat dia berada bersama Dante, membuat Angel selalu sakit.


Segala umpatan dan caci maki kini keluar dari mulut gadis cantik itu. "Morgan Bodoh! Kenapa dia membuatku dipermalukan orang lain hanya untuk membeli gaun sialan ini dan bagaimana dengan dia? Dia malah menghabiskan malam bersama istrinya yang tukang selingkuh itu! Brengsek! Morgan Brengsek!"


Dave meliriknya sambil tersenyum dari kaca spion tengah. Dengan wajah memerah, Angel menarik pembatas yang tersedia di mobil mewah itu. "Maaf, Dave, seharusnya kau tidak mendengarkan ini,"


"Silakan, Nona," kata Dave mengerlingkan satu sisi matanya.


Setelah pembatas itu menutupi Angel dan Dave, gadis itu menyandarkan tubuhnya di kursi mobil sambil menghela napas panjang. Dia nyaris melupakan Frank yang ada di sebelahnya kalau pria itu tidak menawarinya minuman.


"Hei, minum dulu dam tenangkan dirimu. Setelah itu, kau boleh melanjutkan memaki daddy-mu itu," ujar Frank. Dia menuangkan minuman untuk Angel dan dirinya sendiri serta mengajak gadis itu untuk saling membenturkan pinggiran gelas mereka. "Cheers untuk lepas dari pria brengsek bernama Dante Morgan!"


"Ya, cheers!" balas Angel. Dia segera menenggak habis isi gelasnya. "Aarrghhh, sialan!"


Frank merapatkan duduknya hingga menempel pada tubuh Angel yang sedang dalam kondisi tak sadar karena emosi dan sedikit pengaruh alkohol menguasainya. Pria itu kembali menuangkan minuman ke dalam gelas Angel dan mengajaknya untuk cheers kembali.


Satu gelas,


Dua gelas,


Tiga gelas,


Empat gelas,


"Hahahaha! Kalau kau mengenalku sedikit lebih lama, kau bisa menyelamatkanku, Stanley! Hahaha! Pria di kotaku bau keringat tapi mereka tahan lama! Hahaha! Kau kalah dari mereka, Stanley," ucap Angel mulai meracau.


Seringai lebar menghiasi wajah Frank. "Kurang ajar sekali kau, memanggilku dengan nama keluargaku saja! Tapi, tidak apa-apa, hanya untuk malam ini, kau kuizinkan memanggilku dengan sebutan apa saja, Sayang,"


Angel menempelkan jari telunjuknya pada bibir Frank. "Hush! Jangan panggil aku dengan itu karena aku bukan milikmu, Daddy Stanley! Hahahaha!"


Frank mengambil tangan Angel dan mengecup telapak tangannya. Ciuman itu semakin lama semakin naik hingga ke lengan gadis itu.


"Kau dilarang mencium bibirku, itu peraturanku, Daddy!" bisik Angel dan tiba-tiba saja, dia sudah merebahkan dirinya sendiri di kursi mobil itu.


Tanpa jawaban dan seakan tak ingin membuang waktu, bibir Frank mengarah semakin dalam hingga berada di belahan dada Angel yang terbuka. Dia menghujani permukaan bukit gadis itu dengan ciuman tanpa henti. "Malam ini, kau milikku, Angel,"

__ADS_1


Angel yang sudah dikuasai oleh alkohol hanya mengangguk dan membantu Frank untuk membuka gaun pestanya. Kedua mata Frank membulat sempurna begitu melihat pemandangan indah yang berada tepat di bawahnya itu. Namun kali ini, Frank tidak terburu-buru. Dia tidak ingin membuat dirinya sendiri kecewa, karena berdasarkan pengalaman, Angel tidak suka bermain kasar. Maka, dengan lembut dia kembali mengecup kedua bukit Angel bergantian.


Benar saja, Angel mendessah lembut saat lidah Frank bermain di pucuk bukitnya yang semakin mengeras. Pria itu tersenyum lebar dan melanjutkan aktivitasnya. Tangannya yang bebas memberikan servis ekstra pada pucuk bukit Angel di sisi satu lagi dan membuat gadis itu bergerak seperti cacing kepanasan.


"Oouuh, Daddy! Panas!" dessahnya. Angel menarik dan menekan kepala Frank untuk lebih menikmati permainan pria itu.


Frank membuka bagian atas gaun Angel sehingga dia lebih mudah dan leluasa memainkan kedua daging padat gadis itu. Dia menyesapnya dengan rakus seperti seorang bayi yang kehausan. Angel semakin menggelinjang di bawah kungkungan Frank.


Jari-jari Frank kini merayap ke bawah. Karena gaun Angel panjang dan terbuka hingga atas paha, Frank tidak perlu susah-susah untuk menyingkap gaun tersebut. Dengan mudah, dia menemukan liang surgawi Angel dan menekan perlahan liang itu untuk membuatnya semakin terbuka.


Sayangnya, permainan mereka terpaksa berhenti karena Dave mengetuk kaca jendela bagian belakang. "Tuan, sudah sampai,"


Frank mengintip sambil mengutuk pria paruh baya itu. "Shitt!"


"Antarkan aku ke rumahku, kau tau alamat rumahku, 'kan? Nona Angel tidur dan aku tidak ingin membangunkannya," ucap Frank setengah berbisik.


Dave mengangguk dan kembali menyalakan mesin mobil untuk melaksanakan perintah sahabat atasannya itu. Sementara mobil melaju, Frank melanjutkan aksinya saat dia mendengar dessahan Angel.


"Dad, kenapa berhenti?" tanya Angel.


Frank meningkatkan permainannya. Suara erangan dan dessahan Angel tidak mungkin tidak terdengar oleh Dave kali ini. "Owch, Dad! Lebih cepat, Sayang! Lebih cepat! Owh, Daddy, jarimu nakal sekali!"


Tak lama, mobil kembali berhenti. Frank meminta Angel untuk memakai gaunnya kembali.


"Kenapa aku harus pakai? Sebentar lagi, gaun ini tidak akan terpakai, 'kan, Dad?" tanya Angel dengan suaranya yang seksi dan sungguh membuat gairah Frank semakin menggelora.


"Kita pindah tempat, Angel Sayang. Kau lihat, aku juga tidak sabar untuk segera melucuti gaun indahmu itu," bisik Frank sambil meremas salah satu bukit Angel dan membuat Angel melenguh hebat.


Frank memanggul Angel untuk masuk ke dalam dan begitu pintu tertutup, perang kenikmatan pun terjadi. Mereka saling melucuti pakaian satu sama lain.


Karena sudah tak tahan, Frank duduk di kursi piano dan membiarkan Angel memimpin permainan. Jari-jari tangan dan lidah Angel bergerak dengan cepat. Dia memberikan pelayan terbaiknya kepada Frank.


Sesuatu dalam diri Frank nyaris meledak keluar, pria itu berusaha menahannya sekuat tenaga karena mereka belum sampai pada permainan inti.


Tak sabar, Frank mengangkat tubuh Angel ke atas piano dan mengeksekusi gadis itu di sana. Dia menghujamkan batang beruratnya ke dalam lembah basah milik Angel. Mereka berdua saling berpelukan dan bermandikan peluh, hingga akhirnya mereka berhasil mencapai puncak bersamaan.

__ADS_1


"Tidak mengecewakan, Stanley," ujar Angel lemas.


"Kau juga hebat. Pantas saja, Dante berani membayarmu dengan harga tinggi," balas Frank. Dia menaiki piano dan ikut berbaring di sisi Angel. "Hei, kau mau bersamaku? Aku akan membayarmu lebih tinggi dari Dante,"


Angel menggelengkan kepalanya. "Tidak, terima kasih. Kurasa besok aku akan bertarung dengan seseorang. Dia musuh bebuyutanku dan saat ini, aku dendam sekali kepadanya,"


"Siapa? Evelyn?" tanya Frank.


Lagi-lagi Angel menggeleng. "Bukan! Carmen Brooke!"


Sementara itu di kediaman Christian Grey, Dante tidak dapat menikmati pesta. Pikirannya terus melayang pada Angel. Masih terekam jelas di ingatannya tatapan mata Angel yang kecewa saat memandangnya.


Sepanjang pesta itu, Dante terus menenggak bergelas-gelas minuman keras. Pandangannya sekarang sedikit kabur. Dia mencari sebuah sofa atau kursi atau apa pun itu yang dapat dia pakai untuk berbaring.


Dengan langkah terseok-seok, akhirnya dia menemukan sofa panjang berbentuk huruf L dan pria itu segera berbaring di atasnya.


Dante terus meracau dan memanggil-manggil nama Angel. "Angel, maafkan aku. Aku bodoh sekali! Maaf,"


Terkadang dia menangis tersedu-sedu sambil terus menyebut nama Angel. Dante terus seperti itu, hingga pesta pun usai.


"Dad! Kenapa kau malah tidur? Ayo, pulang!" ucap Evelyn. Gadis itu berusaha membangunkan pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu.


Dante mengerjap-ngerjapkam kedua matanya. "Angel?"


"Ini aku, Dad! Sadarlah! Ayo, kita pulang!" tukas Evelyn kesal.


Dante pun beranjak dari sofa panjang itu dan memeluk Evelyn. "Oh, Angel, maafkan aku! Sekarang aku sadar, aku mencintaimu, Angel. Jangan pergi dan tetaplah di sisiku,"


Dalam keadaan mabuk dan tak sadar, Dante mendekatkan wajahnya pada wajah Evelyn, dan dia memagut wanita yang sedang mencebik itu dengan lembut. "Angel, maafkan aku," bisik Dante di sela-sela pagutannya.


...----------------...



Angel aka Carmen Brooke, kesayangannya Daddy Dante. Semoga visualnya cocok ya, friends

__ADS_1


__ADS_2