
Malam itu, Dante memeluk erat tubuh Angel dalam dekapannya. Mereka berdua tidak mengenakan sehelai benang pun untuk menutupi tubuh mereka. Entah bagaimana mulainya, malam itu mereka berdua berakhir di ranjang di kamar Dante.
Dante memejamkan kedua matanya, hatinya terasa damai begitu melihat Angel tertidur di pelukannya. Baru saja dia merasakan tenang, pintu kamar di sebelahnya terbuka. Evelyn sudah kembali. Wanita itu pasti tau, kalau Dante membawa gadis lain ke rumah mereka.
Perlahan-lahan, Dante beranjak dari ranjang dan memakai piyama tidur lalu keluar dari kamar. Dia menemui Evelyn yang wajahnya sudah menyiratkan kemarahan.
"Siapa itu? Apakah itu gadis murahan yang kau bawa dari Kota Sialan itu?" tanya Evelyn tajam.
"Ya, sudah kukatakan kepada berkali-kali, gadis itu adalah kekasihku. Apa pun yang kau katakan tentang dia, tidak akan mengubah keputusanku untuk menikahinya!" ucap Dante. Lagi-lagi, kata-kata itu meluncur keluar begitu saja dari mulutnya. Entah apa yang dia pikirkan sampai dia mengatakan ingin menikahi Angel.
Tak hanya Dante yang terkejut, Evelyn pun seperti ditampar dengan begitu kerasnya mendengar kata menikah dari mulut suaminya. "Menikah? Kau akan menikahi gadis kotor itu? Kau gila! Tahukah kau sudah berapa pria yang tidur dengannya? Tahukah kau apakah dia memiliki penyakit atau tidak? Pernahkah kau pakai otakmu untuk berpikir sampai ke sana?"
Kata-kata Evelyn sungguh membuat Dante tersadar dari impiannya menikahi Angel. Alih-alih menjawab, pria itu membela dirinya sendiri. "Itu urusanku! Kau tidak perlu ikut campur!"
"Aku tidak ikut campur, aku hanya menyadarkanmu, Dad! Sadarlah! Lagi pula, gadis itu bukan levelmu! Dia tidak pantas hidup berdampingan dengan kita!" tukas Evelyn tak mau kalah.
Dante mendengus dan tersenyum pahit. "Oh, jadi yang menurutmu pantas adalah wanita tukang selingkuh sepertimu, begitu? Dunia benar-benar sudah gila!"
Suara Evelyn mulai tercekat dan air matanya menggenang di pelupuk matanya yang cantik. "Aku tidak sudi hidup bersama dengannya, kenapa kau tidak menceraikanku saja?"
"Akan kulakukan, Ev! Tunggu saja!" jawab Dante panas, kemudian dia kembali masuk ke dalam kamar dengan membanting pintu. Dia lupa ada Angel yang sedang asik tertidur dan pada akhirnya gadis itu pun terbangun.
"Ya, Madam!" sentak Angel yang segera duduk sambil mengusap-usap matanya.
Dante mengecup pucuk kepala Angel dengan lembut. "Kau di rumahku dan maafkan aku karena membangunkanmu,"
Wajah Angel memerah. Dia malu bukan main begitu sadar kalau saat itu dia sedang bersama dengan Dante, bukan di kamarnya di rumah Madam Sienna. "Oh, maaf. Aku pikir aku berada di rumah Madam Sienna. Maafkan aku,"
"Tidur saja lagi," kata Dante lembut.
Namun Angel haus dan dia meminta izin kepada Dante untuk mengambil air di luar. Angel pun berjalan keluar kamar menuju dapur. Tiba-tiba saja, rambutnya di tarik oleh seseorang.
__ADS_1
"Kau, Gadis Jallang! Apa yang kau lakukan di sini, huh! Apa kau sudah puas bermain ratu dan raja di rumahku? Sampai kapan pun, kau tidak akan pernah bisa menyingkirkanku, Gadis Brengsek!" desis wanita itu tanpa melepaskan cengkeraman tangannya pada rambut Angel.
Angel mendekapkan mulutnya untuk menahan sakit. Tangannya yang bebas menggapai-gapai mencari tangan wanita yang menarik rambutnya itu. "Hmmpphh! Hmmpphh!"
"Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang di sini, Gadis Sialan!" tukas Evelyn lagi.
Angel akhirnya melepaskan tangannya sendiri dan berteriak meminta tolong kepada Dante. "Tuan Morgan, tolong!"
Dante segera keluar dan Evelyn cepat-cepat melepaskan tangannya yang sedari tadi menarik rambut Angel. Dante menatap istrinya dengan berang. "Apa-apaan kau, Ev!"
"Cih! Aku benci padamu! Sampai dunia berhenti berputar, aku tetap tidak akan bercerai darimu! Lihat saja, aku akan membuatnya tidak betah tinggal di sini!" tukas Evelyn dengan gusar dan dia pun pergi meninggalkan Angel yang sedang merapikan rambutnya.
"Kau baik-baik saja?" tanya Dante pada Angel.
Angel mengangguk lemah. Kepalanya terasa seperti berputar dan beberapa helai rambut tercabut dari kulit kepalanya. "Ya, aku baik-baik saja,"
Keesokan harinya, Frank Stanley datang berkunjung ke kediaman Dante. Dengan membawa sekotak kudapan manis, Frank datang pagi itu. Alasan sebenarnya tak lain tak bukan adalah untuk bertemu dengan Angel. Evelyn telah memberitahukan kepada pria berprofesi dokter itu kalau kekasih baru Dante sedang menginap di rumah mereka, tak lupa Evelyn juga memberitahukan kepada Frank kalau Angel adalah seorang gadis yang menjual dirinya sendiri demi uang.
"Duduk, Frank. Ah, kenalkan ini Angel. Kalian pernah ketemu di rumah sakit, 'kan?" ucap Dante memperkenalkan Frank pada Angel. Kedua mata Dante kini beralih kepada Angel. "Angel, kenalkan ini sahabatku. Namanya Frank Stanley. Dia seorang dokter, minta gratis saja kalau kau berobat kepadanya. Hahaha!"
Frank segera mengambil tempat di samping Angel, sedangkan Dante, dia bersikap selayaknya tuan rumah yang baik. Pria itu melayani Angel dan memperlakukan gadis itu selayaknya seorang putri.
"Kudengar kau akan menceraikan istrimu, Dante," kata Frank.
Dante menendang tulang kering sahabatnya itu dari bawah meja dan membuat Frank meringis kesakitan. "Jangan bawa hal pribadi ke meja makan, Frank. Kurasa kau sudah paham kebiasaaanku yang satu itu,"
Frank mengacungkan ibu jarinya. "Aku hanya bertanya. Bertanya itu tidak dilarang, 'kan?"
Sambil bertanya, tangan Frank mendarat di paha Angel dan mengelusnya. Gadis cantik itu terkesiap dan menahan napas. Dengan gerakan perlahan, dia menyingkirkan tangan Frank dari pahanya.
"Memang tidak dilarang, tapi saat ini bukan waktu dan tempat yang tepat kau membicarakan tentang perceraianku dan Evelyn," kata Dante yang belum menyadari pertarungan antara tangan Frank dan Angel di bawah meja.
__ADS_1
Angel berusaha bersikap sopan dan profesional. Dia dibayar hanya untuk menemani Dante, bukan sahabatnya. Gadis itu berusaha memberikan kode mata kepada Dante, tetapi sayangnya, Dante tidak memperhatikan itu.
Sampai tiba-tiba terdengar suara teriakan dari kamar Evelyn. Dante segera beranjak dari kursinya dan menghampiri Evelyn. "Tunggu di sini dan selesaikan sarapanmu, Angel!"
Angel mengangguk lemah dan tangan Frank kembali berkeliaran di sekitar paha atasnya. "Kenapa kau tidak mau denganku? Apakah aku harus membayarmu juga?"
"Singkirkan tanganmu, Tuan!" tukas Angel.
Namun, tangan Frank semakin naik ke atas dan menyingkap gaun tidur Angel. Jari-jari pria itu mulai menembus batas pertahanan Angel. "Apakah Dante bermain seperti ini atau apakah dia langsung seperti ini?"
Salah satu jari Frank berhasil melewati kain penutup yang dipakai oleh Angel dan membuat gadis itu terkesiap saat jari Frank mulai menggelitik di lembah bawahnya. "Tuan, tolong singkirkan tangan Anda!"
Sepertinya Frank sudah terhanyut dalam permainannya sendiri, pria itu terlihat menikmati apa yang telah dia mulai kepada Angel.
Angel berusaha melepaskan tangan dan jari Frank dari lembahnya, tetapi setiap kali gadis itu berusaha untuk menyingkirkan tangan Frank, pria itu semakin menghujamkan jarinya lebih dalam. "Tuan, Anda tidak boleh seperti ini, Tuan! Tolong singkirkan tangan Anda,"
"Kau mau pindah ke kamar? Atau ke mobil?" bisik Frank di telinga Angel dan dia mengarahkan tangan Angel untuk menyentuh senjata tumpul miliknya. "Dia sudah siap, Sayang. Ayo, mainkan!"
Kesal karena merasa dilecehkan dan tidak dihargai, Angel mencengkeram erat batang berurat Frank dan membuat pria itu berteriak kesakitan. "Aaawwwchh! Gadis Sialan! Aaarrgghhh!"
Angel segera berlari ke kamar Dante dan menutup pintu itu kencang-kencang. Dia berusaha menenangkan dirinya sendiri. Setelah tenang, sayup-sayup dia mendengar suara erangan dari kamar sebelah. Jantungnya berdegup kencang dan perlahan-lahan, dia bergerak menuju ke sumber suara. Kamar Dante tersambung dengan kamar Evelyn, sehingga setiap suara yang timbul akan terdengar dari kamar sebelahnya.
Begitu Angel mendekat, tanpa sengaja pintu sambung kamar itu terdorong dan terbuka sedikit. Angel menutup mulutnya dan cepat-cepat keluar dari kamar setelah melihat apa yang dilakukan oleh Dante dan Evelyn di kamar itu. Napasnya memburu dan lagi-lagi, Frank berhasil menangkapnya.
Pria itu mendekapnya dari belakang dan tangannya sudah mulai menjelajah ke bongkahan padat Angel yang menggodanya sedari tadi. "Mereka suami istri, Angel dan selagi Daddy Dante itu sedang sibuk dengan istrinya, kau bisa melayaniku lebih dahulu! Ikut aku!"
Frank menyeretnya ke dalam kamar mandi dekat kolam renang yang berada tak jauh dari kamar Dante dan menyekap Angel di sana.
...----------------...
__ADS_1
Dante Morgan aka Daddy Dante