
Begitu selesai membayar bahan bakar untuk kendaraannya, Dante kembali ke mobil. Namun betapa terkejutnya dia saat melihat Angel sudah tidak ada di tempat semula dia duduk. Mungkinkah dia ke kamar kecil? Tetapi kalau dia ke sana, mereka pasti akan bertemu. Karena kamar kecil berada di dalam minimarket itu.
Meski begitu, Dante tetap menunggu Angel datang hingga beberapa belas menit ke depan. Lelah menunggu, Dante mulai bergerak mencari Angel ke semua bagian di tempat beristirahat itu sambil memanggil nama kekasihnya tersebut.
"Angel! Angel! Di mana kau?" tukas Dante sambil berlarian ke sana ke mari. Dia menangkupkan kedua tangannya saat memanggil Angel, berharap gadis itu mendengar panggilannya dan muncul.
Pria itu berlarian selama beberapa menit. Ketakutan mulai menjalar di hatinya. "Angel! Kau di mana?"
Lelah mencari, dia kembali ke mobil dan mengambil ponselnya. Ada sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk ke dalam ponselnya.
"Aku berubah pikiran, Tuan Morgan. Kurasa, aku tidak bisa bersama denganmu lagi. Jangan cari aku! Selamat tinggal!"
Begitu bunyi pesan itu. Dante pun segera menghubungi nomor tak dikenal itu, tetapi tidak aktif. Beberapa kali dia mencoba, nomor itu tetap tidak aktif.
Tidak menyerah, dia meminta Theo untuk melacak nomor tersebut. "Bantu aku! Angel hilang dan dia mengirimkan pesan dari nomor ini. Bisakah kau lacak ini nomor siapa dan di mana titik keberadaannya?"
("Setau aku kalau nomor tidak aktif tidak dapat dilacak, Tuan. Tapi, akan saya coba,") jawab Theo. Dia juga terkejut mendengar nona barunya itu menghilang.
Tidak mungkin seseorang bisa menghilang begitu saja. Kalau pun kabur, hanya selang beberapa menit pasti tetap terlihat. Apa mungkin diculik? Siapa yang menculiknya di sini? Yang tau keberadaan mereka saat ini, hanyalah Theo.
Dante tak putus asa, dia menyusuri wilayah sekitaran itu dengan mobil perlahan-lahan. Bahkan dia memutari daerah itu dua sampai tiga kali, tetapi hasilnya tetap nihil.
Pria itu pun kembali ke resort dan berharap Angel sudah ada di resort. Menyambut dan memeluknya sambil meminta maaf karena telah menggodanya dengan pura-pura menghilang.
Namun lagi-lagi, Dante hanya mendapatkan kekecewaan saat tiba di resort. Kamar resortnya kosong dan tetap seperti saat sebelum mereka berangkat.
"Theo, tolong hubungi detektif dan minta dia terbang ke sini detik ini juga! Aku akan pergi ke kantor polisi untuk melaporkan Angel. Tolong percepat, Theo!" titah Dante. Suaranya sudah sangat lemas, begitu pula dengan lututnya.
("Segera, Tuan. Oh Tuan Morgan, aku berharap Nona Angel baik-baik saja. Dia gadis baik,") balas Theo dari seberang.
__ADS_1
"Terima kasih, Theo. Kabari aku secepatnya," jawab Dante lagi.
Setelah dia mengakhiri panggilannya, dia menguatkan diri untuk melaporkan kepada pihak berwajib tentang kehilangan Angel yang tiba-tiba ini.
Sementara itu di suatu tempat yang jauh dari resort Dante, suara rintih kesakitan serta dessahan kasar terdengar dari sebuah tempat.
"Aaahhh, Angel! Tubuhmu benar-benar nikmat, Sayang! Hahaha!" ucap seorang pria sambil melepaskan alat pelindung yang dia pakai tadi. "Lihat, berapa banyak cairan yang kukeluarkan!"
Angel menitikan air matanya dan karena kesal, dia melemparkan salivanya ke arah pria itu. "Brengsek!"
Alih-alih kesal, dia memagut bibir Angel dengan kasar. "Pantas saja Morgan tergila-gila kepadamu. Kau cantik dan kau memiliki tubuh yang indah. Hahaha!"
Sambil terus tertawa, pria itu keluar dari kamar nan megah itu. Di luar, seorang wanita yang tak kalah cantiknya dari Angel sudah menunggu.
"Sepertinya, kau ikutan gila karena gadis itu! Cih!" sahut wanita itu berdecih.
Si pria duduk di sisi wanita itu dan merangkulnya. "Dia benar-benar masih murni, Eve! Berbeda denganmu, hahaha! Tapi, aku bermain aman. Aku menggunakan sepatu pelindung. Tentu saja, aku ingin melindungimu,"
Sialnya, si pria melihat apa yang dilakukan oleh wanita itu. "Kau khawatir? Tidak, Eve, aku tetap setia padamu. Aku tidak akan berpaling. Kau sendiri yang bilang, aku boleh melakukan apa pun kepada gadis itu. Kau lupa?"
"Bodoh! Mana mungkin aku lupa, 'kan? Biarkan aku bicara kepadanya," kata wanita itu kemudian dia berjalan menuju kamar tempat Angel di sekap.
Wanita itu membuka pintu kamar dan tersenyum manis sekali kepada Angel. "Halo, Gadis Kecil Murahan,"
"Nyonya Evelyn Smith," ucap Angel. Dia sudah menutupi tubuhnya dengan selimut sampai dagu saat pintu terbuka. Dia takut kalau pria kasar itu yang mendatanginya lagi.
Wanita itu tercengang lalu tersenyum kembali. "Kau sudah tau namaku? Wah, pasti Dante bercerita banyak tentangku, yah? Senang sekali. Bagaimana kabarmu, Gadis Cantik?"
Angel mundur ketakutan saat Evelyn membelai wajahnya dengan lembut. Namun, Evelyn segera menjauhkan tangannya. "Tenang, aku tidak akan menyakitimu,"
__ADS_1
"Di mana aku? Kenapa kau menculikku?" desak Angel.
Saat Jarrel menculiknya dan menggendongnya untuk masuk ke dalam mobil, dia segera dibekap dan dibuat tidak sadarkan diri. Entah berapa lama perjalanan mereka, tiba-tiba saja dia terbangun di kamar itu dengan hanya memakai pakaian tidur tipis yang menerawang.
"Aku tidak menculikmu, Angel. Pria itu yang menculikmu, bukan aku. Hmmm, aku hanya tidak suka melihatmu dekat dengan suamiku. Jad, aku menjauhkanmu dari dia," jawab Evelyn berbohong. Nada suaranya lembut seolah-olah sedang berbicara dengan putrinya sendiri.
"Kau akan bernasib sama seperti Josh, Nyonya! Tuan Morgan akan mencariku!" tukas Angel panas.
Evelyn tertawa dengan suara tawanya yang kering dan mengerikan. "Hahaha! Dia tidak akan mencarimu, Sayang. Percayalah. Oh, pagi ini aku akan menemui Dante. Kudengar dia akan kembali ke negaranya. Akan kutitipkan salammu untuknya,"
"Tidak mungkin dia kembali tanpaku, Nyonya! Dia akan mencariku!" tukas Angel menegaskan. Dia berharap Dante akan mencarinya dan terus mencarinya tanpa putus asa. Walaupun dia sendiri tidak tau di mana dia berada saat ini.
Lagi-lagi Evelyn tertawa. "Kau saja tidak tau kau berada di mana, 'kan? Yang jelas, kau berada sangat jauh dari tempat berlibur kalian. Apa kau tidak merasakan kalau kemarin kita naik pesawat. Oh, aku lupa, kau tidur. Hahaha! Nikmati saja liburanmu bersama kekasihku, Sayang. Kita bertukar kekasih dulu sementara. Aku akan menemui Dante dan menggantikan posisimu,"
Setelah tertawa penuh kemenangan, Evelyn bergegas keluar dan mengunci pintu kamar itu dari luar, meninggalkan Angel di ruangan mewah yang tak jelas di mana lokasinya.
Sementara itu, Dante mendapatkan dua laporan di hari itu. Setelah kemarin dia kehilangan Angel, pagi harinya dia mendapatkan kabar kalau dia sudah resmi bercerai dari Evelyn Smith dan satu lagi, polisi gagal menemukan Angel setelah dilakukan pencarian dengan mengerahkan seluruh tenaga kepolisian baik itu dari darat, laut, maupun udara.
Pagi hari itu juga, Theo datang bersama dengan seorang detektif. Dante menceritakan hasil pencarian pihak berwajib.
"Aku mau, kau benar-benar kerahkan kemampuanmu untuk menemukan Angel-ku! Aku tidak mau kau gagal seperti polisi-polisi di sini!" perintah Dante.
Detektif yang bernama Andrew Clarkson itu mengangguk mantap. "Baik, Tuan,"
"Aku punya feeling kuat, Evelyn yang menjadi dalang semua ini. Dia bisa menyewa orang suruhannya dan menculik Angel atau dia melakukannya dengan tangan dia sendiri. Tapi, kalau itu tidak mungkin. Kemungkinan besar, dia akan membayar sejumlah orang untuk memata-matai kami dan menculik Angel," kata Dante berpendapat.
Andrew mengangguk. "Saya akan mencoba segala kemungkinan itu, Tuan,"
"Bagus! Kali ini, jangan kecewakan aku dan temukan Angel. Aku tidak akan kembali sampai Angel ditemukan!" ucap Dante lagi. Wajahnya mengeras dibalik raut kesedihan yang dia pancarkan dari wajahnya.
__ADS_1
...----------------...