Selimut Cinta Tuan Presdir

Selimut Cinta Tuan Presdir
Kejatuhan Dante


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,


"Dante! Dante! Di mana orang itu? Dante! Woi!" tukas seorang pria berkacamata dengan memakai jas bertuliskan dr. Frank Stanley di kantung dadanya.


Pria itu masuk begitu saja ke dalam rumah Dante dan membuka pintu kamar Dante. Saat dia membuka pintu itu, dia memekik terkejut dan segera menutup pintu kamar Dante kembali. "Aarrghhh! Apa yang sedang kalian lakukan di saat seperti ini? Fuuuhhh!"


Wajah pria berkacamata itu memerah mengingat apa yang baru saja dia lihat di dalam kamar temannya. Tak lama, Dante keluar dengan bersungut-sungut diikuti oleh seorang wanita yang masih mengenakan gaun tidur menerawang dan rambut sedikit acak-acakan.


"Kenapa kau selalu datang di saat yang tidak tepat, Frank? Tadi itu, tanggung sekali! Mau diteruskan juga tidak bisa, karena kau mengagetkanku! Ck! Kenapa kau datang dengan heboh seperti ini?" tukas Dante mengomel.


"Apa kau belum membaca berita hari ini? Aku rasa belum, karena kalau kau sudah membacanya, kau tidak akan sempat seperti tadi," tanya Frank, wajahnya masih memerah. Apalagi saat dia melihat wanita yang mengikuti Dante tadi dari sudut matanya. "Pakailah bajumu dengan benar, Eve!"


Wanita itu berjalan berlenggak-lenggok di hadapan Frank dan menggoda Frank dengan duduk di pangkuan pria itu sambil mengarahkan bagian belakangnya pada senjata tumpul milik Frank. "Tapi, kau suka melihatku seperti ini. Daritadi aku memperhatikanmu menatapku,"


Frank mengalihkan pandangannya dan berusaha fokus pada Dante. "Ambil ponselmu dan bukalah tautan yang kukirimkan padamu,"


"Tidak bisakah kau mengatakan saja kepadaku apa yang terjadi?" tanya Dante malas.


"Jarrel Rivers tertangkap dengan kasus penculikan, penyekapan, dan perbuatan tidak menyenangkan kepada calon istri Dante Morgan yang bernama Angel Morgan! Disertai bukti dan foto," jawab Frank dan dia memberikan ponselnya kepada Dante.


Namun, Evelyn merebutnya dari tangan Frank. "Tidak mungkin ada yang bisa menemukan Jarrel di sana,"


"Di mana pellacur kecil itu? Ini pasti ulahnya!" seru Evelyn histeris. Dia segera masuk ke dalam kamar Angel dan membuka kamar itu dengan kasar. Sejurus kemudian, dia tercengang melihat Angel tersenyum manis ke arahnya dengan wajah yang tenang seolah menunggu keramaian terjadi. "Kau!"


"Ya, Nyonya Morgan? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Ange tanpa melepaskan senyum di wajahnya.


Evelyn melemparkan ponsel Frank kepada Angel. "Itu pasti perbuatanmu! Ya, 'kan? Hanya kau yang tau tempat itu, Gadis Sialan!"

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa menangkap Tuan Rivers kalau daritadi aku duduk manis di sini? Adakah namaku di dalam tim kepolisian tersebut? Lagi pula seperti katamu waktu itu, aku tidak tahu di mana aku berada. Bahkan tidak ada satu orang pun yang akan menemukanku di sana. Kau ingat, Nyonya?" tanya Angel tenang.


Evelyn melayangkan tangannya, tetapi Angel menangkapnya. "Tidak semua rencanamu berjalan dengan baik, Nyonya. Camkan itu! Aku diam bukan berarti aku kalah atau mengalah!"


"Kurang ajar, kau! Akan kubalas semua perbuatanmu!" ancam Evelyn dengan suara bergetar.


"Kasihan sekali Tuan Morgan, selimut cintanya menambatkan hati pada pria lain dan bukan kepadanya," kata Angel pelan. Namun masih terdengar oleh Evelyn.


Penangkapan Jarrel Rivers membuat Evelyn cukup terguncang. Dia berpikir kekasihnya akan aman berada di tempat persembunyiannya, tetapi ternyata dia salah.


Berkat bantuan Theo dan Sid, Jarrel pun berhasil dibekuk oleh pihak kepolisian setempat. Mereka berdua juga berhasil mengumpulkan bukti penculikan serta perbuatan tidak menyenangkan terhadap Angel yang berupa seprai, sepasang borgol, dan penutup mulut. Satu unit mobil yang dipakai di hari penculikan serta tangkapan kamera pengawas yang sempat disembunyikan oleh Evelyn saat kejadian itu terjadi.


Angel mendengar isak tangis Evelyn dari kamarnya. Tinggal menunggu waktu sampai Evelyn dapat diadili juga, begitu pula dengan Dante dan Frank. Saat memberitahukan rencana penangkapan Jarrel dan yang lainnya, Theo sempat ragu karena Dante, Evelyn, dan Frank memiliki kekuatan serta kekebalan hukum.


"Kenapa? Apa karena mereka orang berpengaruh?" tanya Evelyn saat itu.


Theo mengangguk. "Yes, tapi kita bisa mencobanya. Paling tidak, kau dapat memberikan efek jera kepada mereka sekaligus menunjukkan kalau kau tidak selemah yang mereka duga,"


Untuk Dante dan Frank, seperti kata Theo, jangan berharap banyak dengan mereka karena merek berdua memiliki kekuasaan dan termasuk orang-orang yang berpengaruh di negeri itu.


Setelah mengetahui kabar tersebut, Evelyn segera pergi entah ke mana dan tidak kembali hingga malam tiba. Sedangkan Dante, pria itu menemui Angel yang sedang duduk di kursi taman.


"Hei," sapa Dante.


"Halo, Dad," balas Angel tersenyum. Dia menggeser duduknya supaya Dante dapat duduk di sampingnya.


Dante pun menempati sisi Angel. Dia menghela napas dan mulai bertanya apa tujuan gadis itu sebenarnya, "Angel, mengapa kau tega melakukan itu?"

__ADS_1


"Melakukan apa?" tanya Angel. "Melaporkan Jarrel dan menangkapnya dengan tuduhan-tuduhan yang sudah dikatakan di berita?"


Dante mengangguk. "Ya. Kau tidak lihat bagaimana dampaknya pada Evelyn? Dengar, kami memiliki saham di berbagai sektor. Jika Jarrel menyebutkan nama Evelyn, mungkin saja beberapa persen saham dia akan anjlok. Dia akan bangkrut. Apalagi aku dan Evelyn memiliki bisnis bersama. Apa kau tidak berpikir panjang sebelum melakukan hal itu?"


Angel tertawa mendengar pertanyaan Dante. "Hahaha! Baiklah, aku akan bertanya juga kepadamu. Apa kau tidak berpikir panjang saat kau membawaku ke sini saat pertama kali? Apa kau tidak memikirkanku saat aku menghilang? Apa kau tidak pernah berpikir bagaimana masa depanku saat Jarrel berbuat jahat kepadaku? Katamu kau mencintaiku,"


"Itu tidak ada hubungannya dengan kerugian yang aku alami, Angel! Uangku, beberapa asetku, ada bersama Evelyn. Sedangkan kau? Memang itu pekerjaanmu, 'kan? Jangan katakan Jarrel berbuat jahat padamu, kau sudah melakukan hal itu sebelum bertemu denganku bersama berbagai macam pria. Untuk soal penculikan, Evelyn sudah mengakui perbuatannya pada polisi dan dia mengatakan kalau dia cemburu kepadamu. Tentu saja polisi membelanya dan pada akhirnya, namamulah yang akan tercemar," kata Dante panjang.


"Aku sudah memecat Theo, karena dia bekerja sama denganmu juga. Aku tidak bekerja pada pengkhianat seperti dia!" kata Dante lagi dengan sengit.


Angel menggelengkan kepalanya. Harapan dia untuk menjadi seorang Nyonya Morgan terlalu tinggi saat Dante mengajaknya menikah satu tahun yang lalu. "Aku tidak pernah menyesal bertemu denganmu, karena kalau aku tidak bertemu denganmu, aku tidak pernah tau dunia luar seperti apa. Satu-satunya yang kusesali adalah kebodohanku. Aku bodoh karena sempat mengira aku akan menjadi istrimu, aku terbuai oleh ketampanan dan kelembutanmu. Nyatanya, kau terbiasa melakukan hal itu dengan wanita lain. Tak ada bedanya denganku,"


"Paling tidak, aku akan memberikanmu satu kenang-kenangan sebelum aku pergi," sambung Angel lagi.


Tiba-tiba saja, beberapa orang polisi mengepung rumah Dante dan beberapa di antara mereka memasangkan borgol ke kedua tangan Dante. "Anda ditahan dengan tuduhan melakukan tindak asusila bersama gadis di bawah umur dan berdasarkan kesaksian terdakwa Jarrel Rivers, Anda membayar mereka untuk menculik gadis tersebut! Silakan hubungi pengacara Anda untuk memberikan pembelaan pada Anda!"


Dante memandang tajam ke arah Angel yang sedang tersenyum kepadanya. "Angel, apa-apaan ini!"


"Aku bukan Angel, namaku Carmen Jones. Kita bertemu di pengadilan, Tuan Morgan," ucap Angel puas.


"Siapa pengacaramu?" tanya Dante tak percaya.


Tak lama, terdengar suara ketukan sepatu mendekati mereka. "Selamat malam, Tuan Morgan. Nicholas Hoult akan menjadi pengacara Nona Angel mulai detik ini,"


"Kenapa?" tanya Dante tak percaya.


Namun, polisi sudah menggiringnya masuk ke dalam kendaraan berwarna putih biru dengan sirene di atasnya.

__ADS_1


"Silakan lanjutkan di kantor!" ucap salah satu polisi tersebut.


...----------------...


__ADS_2