Selimut Cinta Tuan Presdir

Selimut Cinta Tuan Presdir
Namaku, Carmen Jones


__ADS_3

Setelah Dante tertangkap dengan status terdakwa, Frank sangat marah kepada Angel. Dia datang ke rumah Dante, tetapi dia tidak menemukan Angel di sana.


"Di mana gadis itu? Angel! Di mana dia?" tanya Frank pada salah satu pelayan di rumah Dante.


Pelayan wanita itu ketakutan. Sejak tuannya itu di tangkap, rumah itu menjadi sangat kosong. Hanya ada para pelayan, tukang kebun, dan Dave. "S-, saya tidak tau, Tuan. Nona Angel sudah tidak ada di sini sejak kemarin,"


Frank memukul meja makan besar yang ada di sebelahnya. "Shitt! Theo! Apa Theo datang ke sini? Mereka bersengkongkol untuk menjebak Morgan! Apa kalian melihat Theo akhir-akhir ini?"


Pelayan itu kembali menggelengkan kepalanya. "S-, saya juga tidak tahu menahu tentang Tuan Theo, karena saya selalu berada di sini sesuai perintah Tuan Morgan,"


"Aarrghhh! Rusak semua, hancur sudah!" tukas Frank kesal.


Selagi Frank mengumpat, tiba-tiba saja sebuah tangan hangat menepuk pundak Frank. "Kau mencariku?"


"Angel? Kau sudah terlalu jauh, Angel! Kenapa kau menyeret Dante dalam kasus ini? Dante tidak menculikmu, kau tau sendiri apa yang terjadi, 'kan?" desak Frank.


"Bukan aku yang menyeret Dante. Jarrel Rivers ingin melindungi Evelyn Smith supaya Nyonya Smith bebas dari jerat hukum. Mau tidak mau, Jarrel menyeret nama Dante. Lagi pula, aku hanya melaporkan Dante karena perbuatan tidak menyenangkan serta perbuatan asusila terhadap gadis di bawah umur," jawab Angel santai.


Frank mendengus tak percaya. "Kau! Aku benar-benar tak percaya kau melakukan itu semua, Angel! Apa tujuanmu?"


Angel mengangkat kedua bahunya. "Tidak ada. Oh, namaku bukan Angel. Aku Carmen Jones,"


"Kau tidak bisa menjebloskan Dante ke penjara! Besok aku pastikan dia akan keluar dari sel kurungan itu dan bebas dari segala tuduhan! Pastikan kau sudah pergi dari sini sebelum dia membunuhmu!" ancam Frank. Pria itu mengacungkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Angel.

__ADS_1


Angel hanya tersenyum mendengar ancaman tersebut. Saat ini yang dia rasakan hanyalah kebebasan. Seperti seekor burung yang baru lepas dari kurungannya. Segala beban di pundaknya pun hilang.


"Tak usah kau beritahu, aku sudah keluar dari rumah terkutuk ini beberapa hari yang lalu. Aku hanya ingin menitipkan pesan padanya supaya berpegang teguh pada komitmennya. Itu saja," kata Angel berpesan. "Aku pergi, Franky Frank. Semoga beruntung!"


Frank memandangi punggung Angel yang semakin menghilang dari pandangan matanya.


Keesokan harinya, Madam Sienna House ramai dengan suara para gadis berteriak histeris.


"Madam! Madam! Kau kedatangan tamu jauh, Madam! Ayo, cepat!" seru salah seorang gadis.


Sontak saja, Madam Sienna keluar untuk melihat siapa tamu jauh yang dimaksud oleh gadis itu. Dengan sedikit mengomel, dia pun menemui tamu tersebut, "Tamu jauh! Tamu jauh! Jauh darim-, ... Angel!"


Madam Sienna berlari dan memeluk putri angkat kesayangannya itu. "Angel Sayang, aku mendengar berita itu dan aku tidak bisa berbuat apa-apa,"


"Tapi, kami sudah melapor kepada polisi di sini. Mereka bilang, mereka tidak dapat membantu karena kau tidak hilang di sini," sahut gadis yang memiliki banyak bintik di wajahnya.


Gadis itu tersenyum sambil menyeret koper berisi gaun-gaun serta perhiasan dan sepatu yang pernah dibelikan oleh Dante untuknya. Lagi pula, dia sudah tidak membutuhkan gaun seperti itu lagi.


"Katakan padaku, apa yang terjadi padamu, Nak?" tanya Madam Sienna.


Namun, Angel menggeleng. "Aku tidak akan menceritakan tentang penculikanku lagi karena itu akan membuka luka dan rasa sakitku. Aku hanya ingin kau tau, aku baik-baik saja, Madam,"


"Karena berita itu, kau pasti juga ikut khawatir, 'kan?" tanya Angel lagi.

__ADS_1


"Tentu saja! Kami semua tidak dapat kabar selama satu tahun! Kau di mana, kenapa kau bisa di culik, sampai-sampai aku meliburkan rumah ini selama 2 hari hanya untuk memikirkanmu! Aku ingin terbang menemuimu, tapi, kau tau, aku tidak dapat meninggalkan ini semua," balas Madam Sienna bersemangat.


Apa yang diucapkan oleh Madam Sienna memang benar. Berita tentang penculikan Angel sempat membuatnya khawatir. Dia menyalahkan Dante karena kecerobohan pria itu, Angel menghilang.


"Aku juga terkejut karena ternyata Tuan Morgan adalah orang jahat! Kupikir dia baik dan tulus mencintaimu! Aku sempat percaya padanya dan menyerahkanmu untuk dia bawa! Maafkan aku, Angel. Andai saja saat itu aku melarangnya untuk membawamu, kau tidak akan semenderita ini! Huhuhu!" kata Madam Sienna terisak. Di membayangkan apa yang terjadi pada gadis itu selama dia menghilang dan dia menangis tersedu-sedu kembali.


"Tidak apa-apa, Madam. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Aku datang ke sini bukan untuk menceritakan kisah sedihku, aku datang untuk memberitahukanmu sesuatu," kata Angel lembut.


Madam Sienna cepat-cepat menghapus air matanya dan kembali duduk dengan posisi menyimak sambil terus memengang tangan Angel. Dia berharap, gadis itu kembali ke rumah itu dan tinggal bersamanya.


"Apa itu, Nak?" tanya Madam Sienna.


"Aku bertemu seorang pria yang benar-benar tulus mencintaiku. Aku dapat merasakan ketulusan hatinya. Tapi, karena aku bodoh, aku meninggalkan dia. Setelah dari sini nanti, aku akan menemui dia lagi untuk meminta maaf," kata Angel. "Aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Dante Morgan adalah cinta pertamaku. Tapi ternyata, aku jatuh cinta pada orang yang salah. Morgan di luar jangkauanku dan terlalu sulit untuk aku gapai,"


"Tapi, pria ini berbeda. Dia mengejarku dan aku mengejarnya. Entah kenapa ada lubang di hatiku saat aku meninggalkan dia dan kupikir itu lubang untuknya," kata Angel lagi. Lalu, dia memegang kedua tangan Madam Sienna. "Madam, aku ingin menikah dengannya. Andaikan dia memaafkan kebodohanku, maukah kau datang menjadi waliku?"


Air mata Madam Sienna kembali bercucuran dan dia memeluk Angel ke dalam dekapannya. "Oh, Anakku! Tidak perlu kau minta, aku akan selalu menjadi walimu, Sayang. Oh, aku senang kalau kau sudah menemukan pria yang tulus mencintaimu dan menerimamu apa adanya,"


Angel membelai punggung Madam Sienna dengan sayang. Kemudian, dia melanjutkan pembicaraannya lagi. "Aku sekarang memiliki seorang ibu. Namanya Sarah Jones dan dia ibu dari pria yang kucintai. Ah, ceritanya panjang sekali, Madam. Kapan-kapan aku akan menceritakan pengalamanku kepadamu,"


"Ibu? Kau bahkan sudah menemukan seorang ibu juga? Astaga, Angel! Beruntung sekali hidupmu, Nak," kata Madam Sienna lagi penuh haru.


Ya, Angel memang sangat beruntung. Hanya saja, karena kebodohannya, dia meninggalkan keberuntungannya tersebut. "Ah, àku seperti seseorang yang tidak bersyukur, Madam! Aku berjanji, aku akan menceritakan segalanya kepadamu,"

__ADS_1


"Satu lagi, Madam. Namaku sekarang Carmen Jones," kata Angel lagi. Menitikkan kedua air matanya penuh haru.


...----------------...


__ADS_2