
Aku tidak menyangka,aku yang baru saja naik kekelas XII,harus menerima takdir perjodohan dari ayah dan teman masa kecil ayah
Yang katanya sudah berjanji bahkan sejak aku masih bayi......
Kulihat profil calon suamiku ini,yang katanya sudah lulus s1 nya,dan sudah bekerja di kantor ayahnya
Arka yuda sadewa
Dua puluh lima tahun
Tinggi seratus delapan puluh
Berat enam puluh tujuh
Kulit sawo matang
Memang sangat tampan,kulit yang exotis,badan memang tegap,rambut cepak dan berjambang tipis
kuakui akupun terpesona padanya
tapi untuk menikah?aku belum memikirkannya....karna masih ingin sekolah dulu,dan mengejar cita citaku
Jika aku menikah,itu hanya akan menjadi penghambatku dalam meniti cita citaku memiliki butik.....
Aku ingin menjadi wanita karir
Tapi aku tidak bisa menolak,karna ayah sudah memberiku ultimatum,jika aku menolak,maka aku akan dipindahkan sekolah ke mbahku didesa,bahkan semua fasilitas akan dicabut,aku benar benar tidak berkutik,dan mau tidak mau harus menuruti keinginan ayah
dan nanti malam adalah acara makan bersama dengan tujuan memperkenalkan aku dan dia,ayah Dudah mengurungku dikamar sejak pulang sekolah tadi
Tepat jam tujuh kami menuju restoran yang dijanjikan,hanya sekitar tiga puluh menit kami sudah sampai disana
Sampai disana kami langsung dibawa keruangan yang memang sudah disewa oleh teman ayahku itu
"Sssalammualaikum ham...." kami masuk sembari mengucap salam
Kulihat disana ada laki laki muda dan laki laki yang juga masih muda,karna mungkin seumuran dengan ayahku ini
"walaikumsalam...duduk duduk" jawab teman ayahku itu
"Wah...sena sudah gede ya? padahal terakhir om lihat masih baru smp" ujar laki laki yang kuyakini ayah dari calonku itu
Aku tersenyum saja
bahkan laki laki yang konon katanya calon suamiku itu tidak melirikku sama sekali...bagaimana mungkin akan menjadi imamku?
Sekitar satu jam kami makan bersama,bahkan ruangan itu hanya diisi oleh obrolan ayah dan temannya itu,ibu sekali kali menimpali,karna katanya memang dia teman ayah dan ibuku waktu sma dulu
Dan sudah diputuskan pula,dua minggu lagi adalah acara pertunangan kami.
Kami saling bertukar no telpon untuk memudahkan komunikasi kami
Aku bahkan tidak menyapanya,dia juga tidak menyapaku,jangankan menyapa,melirikpun tidak....
ting...
(besok aku jemput untuk mencari cincin dan kebaya untuk lamaran)
Tanpa melihat profilnya aku sudah tau,kalau dia adalah calonku itu
(ya)
"Siapa?" tanya rendi sahabatku itu
rendi adalah sahabatku dari aku sede dulu,bahkan kami selalu ditakdirkan satu kelas,kami selalu kemana mana bersama,sampai sampai orang menganggap kami ini pacaran....
Bahkan rendi pernah berpacaran tapi hanya bertahan satu minggu,karna rendi masih mengutamakan aku jika aku butuh bantuannya,dan konon ceweknya cemburu karna rendi selalu bersama aku,entah berangkat sekolah,entah pulang sekolah,entah dirumah,entah kemana saja ada rendi pasti ada aku....
Dan konon ceweknya itu,meminta sirendi menjauhi aku,makanya rendi memutuskannya karna baginya aku bukan hanya sahabat tapi juga keluarganya
"Calon suami" jawabku datar
"Ckk....lagian om bagas kayak orang jaman dahulu kala aja,pakai jodoh jodohan,kayak yang nggak laku aja,biarpun emang iya ahahahhahahahhaha" katanya lagi
"Sialan...."kataku sambil menonjok lengannya
__ADS_1
Aku bukan nggak laku,tapi entah kenapa setiap yang mendekatiku,aku menolaknya karna aku nggak mau hubungan sahabatan dengan rendi kayak yang renggang gitu
Sku nyaman sendiri,aku nyaman kemana mana hanya dengan rendi saja,bahkan ayahpun mengijinkan jika aku menginap dirumah rendi,karna beliau tau,aku akan tidur dengan ibunya
dan ayah rendi tentu saja tidur dengan rendi.....
"Udah siang...ayuk pulang...." kataku
Kamipun berjalan keparkiran dimana ada motor bit ku,karna minggu ini jadwal memakai motorku
yah...kami selalu begini,seminggu pakai motornya,dan seminggu memakai motorku
Karna hari ini hari jum'at maka pulang cepat,sebelum nanti ketoko kue ibu untuk membantu
ibuku punya toko kue di pusat kota,jika sepulang sekolah biasanya aku akan kesana untuk membantu ibu dibagian antar barang,tapi ibu tetap menggajiku
Jadi baiknya aku tidur dulu,menggapai mimpi indah bersama park chanyeol
nanti jam dua,baru aku akan ketoko milik ibu........
(Saya tunggu didepan sekolahmu,saya memakai mobil jazz hijau)
Aku membaca dengan datar sms itu
"jadi dijemput?"tanya rendi
Kuperlihatkan sms darinya
rendi manggut manggut dan kembali berjalan keparkiran
Sedangkan aku berjalan menuju gerbang sekolah
dapat kulihat ada mobil hijau didepan,yang kuyakini adalah dia,
kuketuk kaca jendela kanannya
Dia menurunkan kaca
"masuk..." ucapnya tegas
"Dia anita,dia kekasihku yang sudah bersama denganku selama lima tahun,kuharap kamu mengerti,aku tidak menginginkan pernikahan ini,dan aku minta kamu merahasiakan ini dari papa" ujarnya sambil menstater mobilnya
"Hai....."sapa perempuan itu sambil menyodorkan tangannya padaku
"Hai juga kak"jawabku sambil tersenyum
Wanita ini cantik bahkan sangat cantik,sangat jomplang denganku yang tidak suka berdandan
dia memakai dress tanpa lengan berwarna merah,yang sangat pas di kulit putih mulusnya,bahkan badannya sangat sexy,bagai model model dimajalah,
wajahnya juga agak ke cinaan mungkin dia keturunan cina,rambutnya yang digerai indah,aku bahkan sudah minder walau duduk dibelakangnya
"Setelah menikah denganmu,aku akan menikah dengan anita,dan tentu saja tanpa sepengetahuan papa,aku akan membawamu ke apartemenku,dan kita hidup bertiga,ingat selalu...walau kamu istriku yang sah dimata hukum,tapi anita adalah prioritasku" tekannya tanpa menoleh
Aihh belum apa apa aku sudah mau dimadu ayah.....
aku kira ini hanya berada di novel novel online saja,siapa yang mengira ini malah terjadi di kehidupanku?
"Aku akan membiayai semua kehidupanmu,bahkan nafkahpun akan selalu aku berikan padamu,kecuali nafkah batin"lanjutnya...
Aku mengangguk angguk setuju
setidaknya jika kelak aku akan jadi janda,tapi aku masih perawan....
Tidak terasa kami sudah sampai di mall kota...kamipun segera turun setelah sampai diparkiran
Mereka berjalan lebih dulu dengan bergandengan tangan,aku dibelakangnya seperti adiknya eh bukan malah seperti pembantunya....
Tiba ditoko mas mereka dengan kompak memilih cincin couple mereka,dan aku memilih untukku sendiri
"Sayang mau yang itu boleh?tapi sepertinya berlian,jadi agak mahal sayang"ujar anita,suaranya mendayu dayu manja ...
"Ambillah sayang,aku bekerja untukmu"
jawabnya sambil merapikan anak rambut anita,padahal rambutnya sudah rapi,untuk apa dirapikan lagi?
__ADS_1
"Yang ini berapa mbak?"tanya anita
"Kalau yang itu agak mahal bu,tiga ratus juta lebih,karna ini berliannya agak besar" kata mbaknya
Anita dengan manja melihat calon suaminya itu,sambil membuat mimik cemberut cemberut imut,tapi kenapa kesannya diaku menjadi cemberut jijik?
"Saya bayar pakai ini mbak"ujarnya
Snita tersenyum dengan lebarnya
Aha....aku punya ide,dia kan takut papanya tau,,gimana kalau aku meminta yang lebih mahal dari anita...yuhuuuu akhirnya otakku cemerlang juga
"Mbak saya mau cincin yang ini,sama kalung ini"tunjukku pada pegawai itu
"Dek...kalung ini mahal dek,belum cincinya" kata mbak pegawainya,
mungkin dia melihatku yang masih memakai seragam sma,jadi dia mengira aku tidak akan mampu membayarnya
"Om arka yang akan membayar mbak" kataku sambil menunjuk calonku itu
"Ya mbak,saya yang akan membayar,berikan saja apa maunya"katanya
Pegawai itu langsung memperlihatkan kalung dan cincin itu padaku
"Ya mbak,mau yang ini aja deh" ujarku
mbak itu mesem mesem...sambil berbisik
"Tau kelemahan omnya ya dek?sampai meminta barang semahal ini"ujarnya
aku tersenyum sambil menaik turunkan alisku,dan mbak itu tambah tersenyum lebar dan mengacungkan jempol padaku
"Jadi semua lima ratus tiga puluh juta pak" kata mbaknya
Kulihat om arka melotot tidak percaya,bahkan anita juga ikut melotot padaku...
"Ko mahal sekali ya mbak,padahal berlian itu lebih kecil dari punya pacar saya" protes om arka
"Cincinya memang lebih murah pak,bahkan hanya seratus jutaan saja,tapi kalungnya yang mahal pak,coba dilihat berapa banyak berlian yang dipasang di kalung ini" kata mbaknya sambil memperlihatkan bandul dari kalung itu
Om arka melotot padaku begitupun anita
aku membuang muka dengan pura pura lihat cincin lagi
"Kamu sengaja?" tanyanya sedikit geram
"Apanya om?kan tadi aku udah ngomong dulu sama om" jawabku pura pura polos
"Ambil cincinnya dulu,kalung besok besok aku belikan" katanya
"Ih ko gitu? aku udah keburu pamer sama om hamka,tadi aku sudah smsan ma beliau" jawabku enteng
"Kamu sudah ngomong ma papa?jangan bilang kamu juga ngomong bahwa aku bawa anita juga kesini…!!!" katanya sambil sedikit teriak
"Nggak...ngapain aku ngadu?" jawabku santai
"Ok ok...aku bayar pakai kartu mbak" ujarnya sambil menyerahkan kartunya
"Sayang....!!!" bentak anita
"Diamlah sayang,daripada papa tau... sumpal aja dia pakai kalung ini,yang penting kita bisa menikah dulu,nanti kalau aku punya uang,aku belikan kamu yang lebih bagus dari punya dia" ujarnya sambil mengelus rambutnya
Mau tidak mau akhirnya anita mengangguk juga
Mbak mbak pegawai itu mesam mesem
Setelah om arka dan anita pergi tinggalah aku yang sedang menunggu pesenanku dibungkus
Dua mbak pegawai itu datang padaku menyerahkan barang pesenanku itu,sambil berkata
"punya ponakan nggak ada akhlak"
"tapi jika itu aku,aku juga akan memanfaatkan keadaan" ujar mbak yang tadi melayani anita
mereka tertawa bersama sambil mengacungkan jempol padaku
__ADS_1
Akupun ikut tertawa dan baru keluar dari toko berlian itu