
setengah hari kuhabiskan waktu dengan resa,aku sangat ketagihan,yang tidak mau berhenti mengerjainya
rasanya sangat aduhay,dan bahkan lebih aduhay,dari rasa jeni dan tata sekertarisku
mungkin karna dia daun muda,atau mungkin karna aku melakukan itu karna cinta,sangat sangat cinta
seperti pedofil memang,bagaimana bisa,aku mencintai anak dari sahabatku sendiri,bahkan dia adalah istri dari putraku
ah...mengingat putraku,sepertinya aku harus melakukan sesuatu,kelakuan dia mirip ibunya,tapi aku tidak mau dia terjerumus lebih dalam lagi,sepertinya aku harus menghentikannya
segera kuhubungi dia,tapi sampai deringan ketiga,dia tidak mengangkatnya
membuatku mengumpat kesal,apa dia bahkan tidak sadar,jika istrinya hilang? apa dia sedang bermain lagi dengan perempuan itu? benar benar darah dari jeni
drrttttt.....arka menelpon
oh ternyata dia masih mengingat papanya
(hallo pa...ada apa?)
"kamu dimana?"
hening sebentar
(lagi jalan sama resa)
resa....dia bahkan sedang tidur disampingku
"dimana?"
(tepi danau,ada apa pa?)
"tidak...mulai besok kamu tinggal dirumah opa oma kamu,karna mereka masih lama diamerika,dan apartemen itu mau papa sewakan pada teman papa"
(nggak bisa gitu dong....[dia bahkan membentakku] maksudku resa akan kesulitan pa,karna sudah terbiasa disini)
"nanti papa bicara pada resa"
(pa...aku suka apartemen ini,resa juga dekat sekolahnya,kalau dirumah oma,kasihan nanti dia terlambat kesekolah)
"bukankah komplek rumah ayahnya resa juga dekat dengan rumah oma?,papa rasa resa sudah terbiasa"
(tapi pa...dulu resa masih dengan orang tuanya,sudah pasti,ada yang mengurusinya,sekarang dia sudah bersuami,jelas dia mengurusi dirinya sendiri,nanti juga opa dan oma pulang)
"tidak arka,keputusan papa sudah bulat,kamu tinggal dirumah oma,dan awasi opamu,karna sekarang kesehatannya terus menurun"
[sayang...aku mau main lagi....
__ADS_1
sstttttt.....brakkkk]
"suara siapa itu?"
(suara resa pa...papa kayak nggak pernah pengantin baru aja)
aku mengumpat dalam hati
"papa sudah suruh orang,untuk membereskan semua keperluan kamu,kamu hanya perlu pulang kerumah opa"
titttt ...malas aku mendengar alasannya lagi,bahkan yang dijadikan alasan malah sedang mimpi indah di negri dongeng
ting....
(pak sudah semua baju bajunya)
(ini nggak mau nyuruh orang bersihin pak? maaf ini tissu dan k***om bekas dimana mana)
aku menghela nafas panjang,ini salahku yang tidak bisa mendidik anak,bahkan aku sibuk kuliah dan mengembangkan perusahaan saja,dia kuserahkan pada papa dan mama
kupikir papa akan mendidiknya seperti dia mendidikku,dulu papa mendidikku dengan keras,bahkan sangat keras,aku bahkan dicekoki dunia bisnis dari aku smp,bermain dengan temanpun sangat dibatasi
itu hari aku bisa membawa mobil papa juga karna papa sedang tugas keluar kota dan membawa mama serta,papa memang suami yang sangat bergantung pada mama,ia bahkan tidak akan kekantor berhari hari jika mama sakit,bahkan ia lebih mengutamakan mama daripada aku anaknya,ia sangat mencintai mama
selalu dan selalu,bilang ingin pergi duluan,karna jika melihat mama pergi duluan,ia tidak akan mampu
dia bahkan sudah jadi dokter specialis jantung sesuai cita citanya,dan papa sekarang bersamanya
jadi aku menyimpulkan memang ini turunan dari jeni,karna jika dari aku itu tidak mungkin,aku bahkan akan jijik jika bermain dengan lebih dari satu pria
bagiku jika aku ingin memasukinya,maka tempat itu harus sudah bersih
tapi arka...mereka bahkan tanpa jijik bermain bergantian dan bahkan mereka bermain lewat belakang
sungguh menjijikkan
aku tau semua yang terjadi didalam apartemen,karna diam diam aku memasang cctv dikamar arka,dan itulah kenapa aku bisa bertahan sebulan dimedan,karna arka sama sekali tidak menyentuh resa
aku bahkan memasang cctv di depan pintu masuk,yang bisa melihat keadaan didepan tv,dan yang paling menghiburku saat aku menonton cctv itu adalah,saat resa kedatangan temannya yang bernama rendi itu....tanpa malu dan tanpa segan,dia sangat suka berjoged dan berbicara semaunya,bahkan mereka akan bermain game bersama hingga aku yang bosan dengan permainan mereka,selalu jika rendi yang datang,aku akan sangat terhibur,karna jika bersama rendi,resa seperti menjadi dirinya sendiri
melihat polah resa,seakan menjadikan aku obat yang sangat strees waktu itu
bahkan hpku penuh dengan video tingkah polah resa
drttttt...mama menelpon
"iya ma..."
__ADS_1
(kamu katanya menyuruh arka tinggal rumah mama? terus istrinya gimana?apa mau? minggu depan papa dan mama akan pulang,kenzo juga tak paksa buat pulang kerumah,biar dia bekerja dijakarta saja,sudah tau orang tuanya sudah tua,ko masih saja mau tinggal yang naik pesawat saja sampai belasan jam,diindonesia kayak yang nggak ada rumah sakit saja,kalau mau,uang papamu itu masih banyak,nanti bisa bikin klinik sendiri,tapi harus ngumpul sama mama sama papa,mbok ya kasihan gitu ma orang tua...eh malah jadi ngomongin kenzo,itu kenapa arka dipindahkan kerumah mama?)
aku tau dari dulu,memang mama papa tidak menyetujui kenzo sekolah diamerika,mama mau walaupun tidak meneruskan bisnis keluarga,tapi setidaknya jangan jauh jauh gitu,maunya itu semuanya dekat dan jika jauhpun,harusnya dibandung saja,tapi kenzo dengan tegas menolak,melihat papa yang punya sakit jantung,menjadikan dia ingin sekali menjadi ahli jantung,dan sekarang sudah jadi kenyataan,dia menulikan ocehan mama
mau tidakmau,aku harus memberi tau mama tentang kelakuan cucu tersayangnya itu,dan aku juga akan memberi tau tentang rencanaku
awalnya mama sangat syok,tapi dia bisa menerima,dan menyerahkan semuanya padaku,dan juga mengijinkan arka tinggal dirumahnya,tapi tanpa resa
malam ini,aku mengajak resa jalan jalan ketepi pantai,dan lihatlah...
turun dari mobil,dia bahkan langsung berlari kesana kemari tanpa lelah dan terus berteriak,aku hanya tersenyum seperti orang gila,dengan sesekali menunduk malu,karna teringat setengah hari ini,kami mengahabiskan waktu bersama,dan beberapa kali kami memadu cinta
aku seperti orang yang baru pertama jatuh cinta,walau kenyataannya memang begitu,tapi diumur yang ke empat puluh dua tahun ini,yang lucu,bahkan aku jatuh cinta pada anak sahabatku,yang dulu pernah aku mandikan dan aku mengganti pampers ketika aku berkunjung kerumahnya
ah ternyata seindah ini jatuh cinta,jika aku tau,maka dari dulu aku sudah jatuh cinta,tapi pada siapa? bahkan tidak ada wanita manapun yang mampu menggetarkan hatiku,selain gadis kecil didepanku ini
aku bahkan tertawa sendiri saat ini,karna sedang mengingat, gadis didepanku ini adalah gadis yang dulu aku mandikan,dan itunya aku cuci,tapi sekarang malah aku masuki,oh ya ampunnn....
"om.....sini main...."
"nggak nggak,kamu aja"
tolakku halus,bagaimana mungkin aku yang sudah tua ini,mau berlari kesana kemari seperti anak abg?
dia cemberut dan menghampiriku
"om nggak asikk,ya sudah yuk pulang"
aku tersenyum dan membukakan pintu untuknya,tapi dia meminta melihat bintang sebentar saja,jadilah kami pergi kekap mobil dan berbaring disana
"aku sayang om"
nyess kata kata yang membuat hatiku sangat bahagia dan seperti gurun yang dialiri hujan
"om bahkan lebih sayang kamu" kataku sambil membelai rambutnya
kamipun mengikis jarak dan berciuman dengan lama,bahkan aku sudah ingin jika tidak ingat ini dimana
segera kulepas tautan bibir kami,sebelum tangan ini membuka yang lain lagi
"res...om mau bicara serius"
dia mengkerutkan kening tapi seperti bertanya apa?,tapi tanpa suara
"om punya rencana................."
"hahhh........apa nggak papa om,nanti ayah marah"
__ADS_1
"kita diam diam saja....nanti dibantu orang tua om..."