
"kita nguping....aku mau tau semuanya"
akupun akhirnya mengangguk
"aku bikin kopi dan bawa cemilan kalau gitu" aku pulang dulu kerumah mengambil kopi kemasan botol dan beberapa cemilan
"gimana?"
ayah mengagetkan aku,yang sedang menata aneka keripik dan roti
"mereka lagi bertengkar yah,aku dan rendi mau nonton hehehehe"
"dikira bioskop mau nonton"
bukan ayah,tapi itu suara ibuku
"seru bu,biar sekalian jadi bukti,karna kayaknya ayah dijebak deh bu"
"bawa ini" ayah menyerahkan handycam
"rekam semuanya,ayah juga nggak percaya,kalau yogi sampai berbuat seperti itu,ayah kenal yogi dari kecil,bahkan ayah tau bagaimana yogi"
aku segera membawa dan segera pergi kerumah rendi
nasib baik jendela samping rumah tidak ditutup,jadi memudahkan kami untuk mengetahui semua yang terjadi
akupun segera menaruh handycam yang diberikan ayah,dijendela besar,karna mereka bertengkar dituang tivi
tapi saat aku datang,tidak ada suara apapun,aku bertanya pada rendi lewat tatapan mataku
"ayah keatas mungkin lagi mandi,dan wanita itu juga masuk kamar,mungkin juga sedang mandi" dia berbisik ditelingaku
akupun menggeser ke depan kami kopi dan aneka kue yang tadi dibawa,mau bawa keripik,kata ibu nanti kedengeran pas nguyahnya,jadilah hanya kue kue yang dibawa ibu dari acara kantor dan kopi botol,serta tidak lupa air putih
aku juga membawanya dengan tampah,karna kalau pakai kresek,kata ibu bisa menimbulkan suara,jadilah seperti kami sedang melakukan ritual jum'at kliwon,tapi sesajen kami makan sendiri
__ADS_1
srek srek srek
seperti suara sandal yang menggesek lantai,saat kami menoleh ternyata ayah yang sedang turun tangga,dengan sudah mengenakan pakaian santai
"kau tau hanya numpang disini.....dan ini sudah malam,tau diri sedikit,cepat siapkan makanan…!!!"
ayah berteriak dengan begitu kerasnya
hingga wanita itu keluar kamar dengan wajah yang cemberut dan mata sembab,mungkin dia habis menangis,karna pertengkaran mereka tadi
segera wanita itu pergi kedapur,dan tidak lama keluar lagi...
"aku hanya memasak mie instan,ini sudah sangat malam,aku juga capek ingin istirahat"
wanita itupun langsung berlalu kekamarnya
"wanita gila,capek apa yang dia lakukan,bahkan tadi hanya kerumah sakit mengecek kandungannya,apa duduk saja dia capek?"
tapi tak urung ayah menyambangi meja makan dan melahap mie itu
setelah selesai makan,ayah berlalu kedepan tivi menonton sepak bola
"kita bisa bercerai,tapi setelah anak ini lahir,pernikahan kita hanya pernikahan siri,maka tidaklah sulit menceraikanku,tapi aku mohon akui dia sebagai anakmu,aku berani bersumpah,dia adalah anakmu,darah dagingmu,walau aku yang bersalah,aku yang melakukan semuanya,tanpa kesadaranmu,tapi aku berani bersumpah demi tuhanku,bahwa dia anakmu..."
kulihat ayah hanya memincingkan matanya dan menoleh ke arah wanita itu
"jangan membawa tuhan dengan mulut busukmu,kau hanya sampah bagiku,kau hanya kuman yang mengahancurkan keindahan duniaku,jika saja saat itu kau tidak mengancam akan menabrak istriku,dan mengancam akan menyebarkan video gila putraku,aku tidak sudi menikahimu,jangankan menikahimu,melihatmu saja aku sudah ingin muntah"
aku memandang rendi dengan segala pertanyaan pertanyaan yang tidak bisa aku katakan
"nyatanya putra kesayanganmu itu bejat,dia bahkan berhubungan intim dengan anak smp saat masih sma,tapi saat gadis itu hamil,dia malah menabrak gadis itu hingga meninggal dunia,dan dengan kekuatan uang dan seorang pengacara,tidak ada jalur hukum untuk gadis yatim sepertinya,sungguh disayangkan,seorang pria yang katanya menjunjung tinggi nilai agama,tapi dia menutupi kasus sang putra yang sangat diluar naluri manusia"
dengan berapi api wanita itu menjelaskan semuanya,akupun jadi memandang rendi dengan tatapan yang maut dan mematikan
"aku jelaskan nanti" bisiknya
__ADS_1
aku hanya melirik tapi tidak menanggapi
"aku sudah membereskan semuanya,aku sudah datangi ibunya,ibunya bahkan tidak peduli dengan gadis itu,karna gadis yang nakal,dan memang pergaulan bebas,dan aku juga sudah memberikan uang yang sangat besar pada ibu itu,aku sudah minta maaf atas nama anakku"
wanita itu maju seakan menantang ayah
"uang dan uang itulah dirimu,kau tau? aku adalah saksi mata dari hubungan terlarang mereka,karna tanpa mereka sadari,saat mereka berhubungan badan,ada aku disana,aku bahkan mendengar dengan telingaku sendiri,saat gadis itu sesenggukan meminta pertanggung jawaban dari putramu,tapi apa yang dilakukan putramu? dia malah menampar dan menghajar gadis itu,hingga gadis itu meringis kesakitan,dan putramu dengan sengaja malah menggaulinya dengan sangat kasar,hingga gadis itu mengalami pendarahan hebat,aku yang saat itu ada disana,karna aku yang hampir gila karna kegagalan pernikahanku menjadi waras begitu saja,dan segera membawanya kerumah sakit"
"kau tinggal dirumah itu?"
"ya,aku tinggal dirumah itu,itu adalah rumah saudaraku,aku tau setiap sore banyak anak muda disana,tapi aku selalu dikamar dan tidak peduli dengan dunia luar,aku bahkan selalu melihat putramu yang setiap pagi menggauli gadis itu"
suara perempuan itu sudah melemah
"aku bahkan melihat bagaimana putramu menyiksa gadis itu,tapi seakan tidak ada kapoknya,mereka terus melakukan itu dan melakukan itu dirumah itu
hingga dia hamil dan pendarahan tiga kali,kurasa mereka sangat bodoh,dengan adanya aku yang selalu siaga menolongnya,saat dia keguguran,tapi dia tidak berfikir,kenapa aku selalu disitu,jika orang normal pasti akan berfikir,dan tau aku tinggal disitu,hingga terakhir yang kulihat,putramu dengan sengaja menabrak gadis itu tepat didepan rumah dan dia dengan sengaja langsung membuang gadis itu ke kebun belakang rumah
aku menolongnya,karna saat itu dia masih bernafas,tapi sampai rumah sakit dia sudah tiada"
ayah berjalan kearah perempuan itu
"lalu kau datang untuk membalas dendam?dengan menghancurkan rumah tanggaku?aku juga ingin tau,darimana kau tau kalau dia adalah putraku?"
kulihat wanita itu sudah sedikit pucat
"karna aku menyelidikinya,setelah dia menabrao gadis itu"
"lalu kau ingin balas dendam?"
"aku tidak punya keniatan seperti itu, untuk apa aku balas dendam,gadis itu bahkan bukan siapa siapaku"
"oh ya? lalu kenapa kau bersikeras ingin menjadi istri keduaku,ingat...aku laki laki jika aku melakukan itu,sudah pasti akupun merasakannya,walau aku sedang mabuk sekalipun"
"kau melakukannya,aku bersumpah kau melakukannya,bukankah kau juga tau ada darah keperawananku disprei saat itu?"
__ADS_1
"ok...lalu kau bilang aku memasakmu bukan? bukankah kita reuni di cafe?saat itu banyak orang disana,bagaimana mungkin aku memaksamu tapi aku tidak sadar membawamu ke hotel yang bahkan jaraknya lebih dari tiga ratus meter?bukankah dicafe juga banyak teman teman kita? apa mereka buta? sehingga tidak menolongmu? dan bagaimana aku menyetir saat aku memaksamu,bahkan aku sedang mabuk?bisa kau jawab pertanyaan itu?"
"gi..aku aku aku....aku yang.......