Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
bab 10


__ADS_3

"ada apa?" langsung kubertanya pada rendi


apa maunya ini anak,bahkan bel masuk juga sudah berbunyi


dia malah memeluk erat tubuhku,dan menangis,kubiarkan saja dulu,agar dia selesai menangis dulu


setelah setengah jam dia baru menggurai pelukannya dan menatapku intens


"kita bolos?" kataku sambil tersenyum dan menghapus air matanya


dia mengangguk samar sambil terus menatapku,bahkan yang kulihat tatapan itu bukan seperti biasa,tapi dia menatapku seperti menyimpan luka dan marah yang menjadi satu


tapi kenapa dia terluka?


kenapa dia marah?


apa ada yang mengganggunya?


apa orang tuanya bertengkar?


pertanyaaan pertanyaan itu muncul diotakku,kenapa dia semenyedihkan ini?


bahkan kemarin,dia masih sangat ceria dan biasa saja waktu mengantarku


tapi sekarang.....


bahkan kuyakin dia tidak mandi,bahkan kuyakin dia belum sarapan seperti biasanya,


bahkan aku yakin,dia belum menyentuh sisir,dia yang suka kerapian berubah menjadi urakan dalam semalam


apa yang sebenarnya dia lakukan tadi malam?karna sampai aku pulang,bahkan aku mengirim pesan,dia hanya membaca tanpa membalas apa apa


aku membawanya dalam pelukanku,dan terus mengelus rambutnya


bahunya bahkan bergetar hebat,apa masalahnya kali ini benar benar berat?


aku bahkan tidak pernah melihatnya seperti ini,dia sangat kacau dan seperti preman pasar


"kamu kenapa?" kudengar dia masih menangis tapi tidak sekencang tadi


dia menggerai pelukan dan melepas seragamnya untuk mengusap airmatanya


akupun mengambil tisu basah yang selalu kubawa ditas...kuusap pelan pipi dan matanya yang sudah basah dengan airmatanya,aku sungguh merasa iba dengan keadaannya,tapi tidak tau harus berbuat apa,karna tidak tau masalahnya


setelah hening lama,dia mengambil nafas dalam dalam dan membuangnya kasar


"temani aku hari ini....jangan kemana mana,temani aku,dan kita pulang kerumahku nanti" ujarnya sambil menatapku

__ADS_1


aku mengangguk,dan maju untuk mencium bibirnya,agar dia merasa tenang dan bisa melupakan masalahnya walau hanya sebentar


dia membalas dengan sangat menuntut, bahkan dia menekan tengkukku untuk memperdalam ciuman kami,kubiarkan dia semaunya,agar bisa lebih tenang,dan damai dalam sekejap


dia mulai membuka kancing seragamku dan tidak lupa selalu meremas kedua dadaku,dia membawaku duduk dipangkuannya sambil terus berciuman


seperti biasa dia selalu menciumku di semua bagian bahkan tidak ada yang terlewat,dengan rakus dia menyusu,dengan tangan yang mulai meraba di dalam rokku


dia menyuruhku berdiri,dan langsung menurunkan celana dalamku,seketika aku langsung dibaringkan dan dia memulai aksinya dengan mulutnya dengan tangan yang terus di atas dada


aku hanya merem dan menikmatinya,dia sudah sangat lihay bermain seperti itu,bahkan tidak jijik sama sekali


cukup lama dia bermain dengan lidahnya,diapun berdiri dan menciumku lagi


puas berciuman dia mengobrak abrik kewanitaanku dengan jarinya,hingga aku menegang dan mengeluh panjang....


dia tersenyum puas melihatku...


lalu dia langsung memakaikan lagi celana dalamku dan braku serta seragamku


seperti biasa aku berjongkok didepannya untuk memuaskannya dengan mulutku


tapi dia menahan kepalaku sambil geleng geleng,aku tidak mengerti,karna biasanya dia akan sangat semangat jika sudah gilirannya,tapi apa ini? dia bahkan tidak mengijinkan aku mennyentuh miliknya


padahal kulihat punyanyapun sudah menegang hebat...


aku mengeryit heran,karna memang tidak biasanya dia seperti itu


"biarkan saja,nanti juga tidur sendiri,aku ingin menghabiskan waktu denganmu hari ini,besok dan dua minggu ini,sebelum kamu menjadi milik orang lain" katanya sambil membelai wajahku


"ren...kami punya perjanjian"


dan akupun menceritakan apa yang memang sudah menjadi perjanjian kami,bahkan tentang bang arka yang akan menikahi anita langsung setelah menikah denganku


kulihat rendi bengong,mungkin heran


"tapi kulihat,kemarin dia menatapmu mesra bahkan terlihat sangat bahagia"


tanya dia sambil melihat lurus kedepan dan berkedip cepat,seakan sedang berfikir


ko bisa? bagaimana bisa?


"lah kan tadi aku sudah bilang ini jalan terbaik baginya dan bagiku,dengan pernikahan kami,dia akan mendapat hadiah rumah dari papanya,dan yang lebih membahagiakan baginya,dia bisa menikahi anita dan langsung membawanya tinggal bersamanya,karna papanya sangat melarang keras hubungannya dengan anita,om hamka sih bilangnya anita bukan wanita baik baik,karna om hamka sendiri pernah disodorin tubuhnya sianita itu"


jawabku panjang lebar


"lah keuntungan untuk kamu apa? tidak mungkin kamu akan terus berstatus istri orang,tapi bukan selayaknya istri sebenarnya kan?"

__ADS_1


"jangan bilang kamu akan punya selingkuhan,untuk memuaskan dirimu?" dia sudah melotot padaku,seakan aku ini tersangka yang tidak mau mengaku karna mencuri ayam


"ishhhh...tentu saja ada manfaatnya,bang arka bilang akan membebaskan aku,dia akan membiayai pembangunan butikku dan isinya,dan lebih segar lagi,dia akan menyekolahkan aku di sekolah fashion design yang berkualitas,kamu kan tau kalau ibu dan ayah menentang keras mimpiku? mereka ingin aku sekolah tataboga untuk meneruskan usaha ibu"


dia manggut manggut entah mengerti entah tidak.....


"ah...iya juga ya...jadi kita masih bisa ketemuan ya,tidak akan berbeda apapun kecuali rumahmu" dia tiba tiba saja sumringah seperti mendapatkan lotre dua milyar


"ah aku senang sekali" ujarnya sambil memelukku dan terus mencium wajahku tanpa tertinggal satu centipun


tiba tiba aku teringat tadi,dia yang sangat kacau


"kamu tadi kenapa nangis?"


"ah lupakan saja,kita nikmati waktu bolos kita,lagian hari ini hari jum'at,kita hanya sampai jam sebelas kan?" dia menaik turunkan alisnya


berbeda dengan tadi yang sangat sedih


"tapi bang arka bilang,jangan terlalu sering bertemu denganmu,karna biar bagaimanapun,aku tetap istri sahnya dan kami harus menjaga kehormatan kedua belah pihak keluarga,kita masih bisa bertemu disekolah,tapi untuk berangkat sekolah,dia mengharuskan aku berangkat sendiri"


dia menatapku bingung


"tapi dia juga akan kawin lagi"


aku menghela nafas juga bingung dengan peraturan bang arka,dia ingin mengenalkan aku sebagai adik,tapi dia melarang aku berhubungan dengan sahabatku ini,bahkan bang arka lebih rela membelikan aku mobil sendiri daripada aku harus diantar jemput rendi


"dia bilang,jika ada yang bertanya maka aku akan menjawab,bahwa aku adiknya..."


rendi yang masih dengan wajah bingung hanya mengerutkan dahi seolah tidak mengerti


"jika dia takut aku menjemputmu,kenapa dia tidak takut ketahuan kawin lagi?"


"ah nggak taulah bingung kujawabnya"


"dah jangan tanya tanya,lagian kita masih bisa ketemu di lain tempat" ucapku ketus


"lagi pms bu...tapi tadi nggak ada tuh" ledeknya lagi


"nanti share ya rumah barunya"


kamipun tidur di atas atap sambil menatap langit yang kebetulan mendung


……🍀🍀🍀……


cerita ini cerita kenakalan anak remaja,yang masih tidak mengidahkan dosa


terimakasih yang sudah mau membaca

__ADS_1


__ADS_2