
pov resa
hari ini semua orang aneh,seperti akan ada acara besar disini,dirumah ini,rumahku sendiri,tapi apa.....
APA AYAH AKAN MENIKAH LAGI?
hey hey hey,nggak boleh ini,mentang mentang laki laki,segala mau poligami,wong ibu saja kadang bilang ayah nggak romantis,ayah yang nggak peka,ayah selalu dingin,ayah yang kurang perhatian
segala gala mau kawin lagi,mau perang dunia apa?
seperti pagi ini,setelah mengatakan aku harus kesalon,mereka naik lagi keatas,entah apa yang tadi kelupaan,aku yang masih menatap tangga,bisa melihat dengan jelas,kalau ibu memakai sepatu baru dan berhak tinggi,sebelum turun,ibu ingin meraih tangan ayah,mungkin karna harus turun tangga,sedangkan ibu memakai sepatu itu,jadi agak kesusahan,beliau lantas ingin menggandeng tangan ayah,tapi lihatlah,bukalah matamu....
bahkan ayah menolehpun tidak,beliau malah berjalan turun dengan cepat,hingga ibu cemberut dan mencopot sepatunya,baru beliau turun dengan tergesa gesa
ayah yang tidak peka ini,malah memarahi ibu ketika sudah sampai dibawah sana..
"bu,lambat banget..."
"ya"
ibu bahkan menjawab dengan sangat malas,bagaimana tidak malas,kalau aku juga sudah ngamuk digituin,siayah yang nggak peka ini,malah langsung keluar rumah dan mengeluarkan mobil untuk dipakai ibu,tanpa menunggu ibu dulu
kayak gitu mau poligami...
………🍀🍀🍀………
"om hamka.........!!!
aku berseru senang,dan sangat bahagia,ternyata laki laki yang tadi menghalalkanku itu ternyata laki laki yang kunanti tanpa suara,yang hanya mampu kuucap dalam doa,dan tak berhenti kucinta
aku langsung menghambur kepelukannya,dan dia juga tidak berhenti mencium puncuk kepalaku,suara sorak ramai kami tidak pedulikan,karna sangking bahagianya aku bisa melihatnya,sangking bahagianya aku,bisa bersamanya,bahkan menjadi istrinya
"aku rindu kamu om"
tanpa malu kuucapkan apa yang ingin kuucapkan,aku sangat merindukannya,walau dua tahun dia mengacuhkan aku,tapi aku hanya yakin tentang hatiku,aku juga tidak dekat dengan laki laki manapun,bukan berarti tidak laku
__ADS_1
eh...tapi emang iya deng...
aku hanya dekat dengan rendi,jadi memang aku tidak dekat dengan laki laki manapun,jadi emang benar aku ini jomblo,karna tidak ada laki laki yang mendekatiku,hanya aku pernah menolak rendi,setelah itu juga tidak ada lagi
aku sibuk dibutik setiap hari,pernah ada penjual kain yang aku hampir terpesona karna dia tipeku,eh tau tau dari belakang ada yang memanggil dia ayah... los los los
pernah juga,aku kesengsem ma tukang kurir yang biasa mengirim barang,eh setelah aku dekati dan aku mengobrol ternyata dia seminggu lagi nikah...los los los
pernah juga aku kesengsem ma penjual pernak pernik,setelah aku dekati,eh ternyata dia punya istri...los los los
akhirnya aku berdoa lagi dengan om hamka,karna tiga kali patah sebelum berusaha
aku mulai memasrahkan diri pada gusti allah,dan memantapkan diri untuk tidak berkawan dengan laki laki,sebenarnya tanpa aku menghindarpun,tidak ada laki laki yang berteman denganku,aku hanya berteman dengan pegawai pegawaiku saja
"om lebih merindukanmu"
bisik om hamka padaku,aku jadi merinding dan memikirkan malam pertama,eh kedua deng,kan dulu udah
dalam pelukannya,aku coba meresapi area bawah....ya aku memang mesum,ya nggak papa kan sudah sah sekarang
aku bahagia dan sangat bahagia,mungkin jika waktu kerja hari ini adalah hari gajian
sayangnya hari gajian masih memikirkan kreditan,karna setelah aku duduk disamping suamiku,cie...suami...hmmm jadi malu
bang arka mengirim pesan,yang berisi mengucapkan selamat dan menulis hal yang tidak kuduga sama sekali,kulirik om hamka,yang masih dengan senyum manisnya,melihat sekitar sambil menggenggam tanganku
(selamat menempuh hidup baru dek,tapi maaf dek,aku sedang berusaha memantaskan diri bersanding denganmu,tapi tiba tiba papa mengutarakan akan pulang dan menikahimu,aku hancur dek,aku yang sedang berusaha lebih baik,langsung dipatahkan seperti ini,aku sangat hancur dek,tapi maaf,aku benar benar mencintaimu,dan aku sangat teramat mencintaimu,berjanjilah padaku,jika papa berbuat yang menyakitimu sedikit saja,maka berlarilah kepelukanku,aku akan langsung membuka tanganku lebar lebar untuk menyambutmu,aku tunggu saat itu...)
aku sedikit kaget,karna selama ini bang arka juga menghilang bak ditelan bumi,setelah kami bercerai,bahkan dia tidak pernah menemuiku sama sekali,hanya dia masih suka mengirim uang padaku setiap bulan,tapi uang itu aku serahkan langsung pada panti asuhan,agar uang itu lebih berkah,karna aku merasa tidak pantas lagi mendapat uang darinya,tapi jika aku kembalikan,dia akan terus mengirim lagi dan lagi,hingga akhirnya aku biarkan saj
"kenapa?"
om hamka memandangku aneh,karna aku yang tadi tersenyum lebar,mendadak mendung setelah menerima pesan dari bang arka,bukan karna aku punya perasaan yang lebih padanya,tapi karna dia yang selama ini pergi tanpa jejak,tiba tiba saja mengirim pesan seperti ini,dan menyatakan cinta pula...kenapa dia tidak datang saat om hamka pergi saja,sehingga aku bisa menolaknya dan punya cerita tentang ada laki laki yang mengejarku dan aku menolaknya
bukan malah sekarang,dan dua tahun aku hanya punya cerita tiga,itu saja cerita tentang laki orang,ada rendi,dia tidak masuk dalam ceritaku,bahkan naskahku
__ADS_1
aku hanya menganggapkan dia main main saja...
"nggak papa om"
aku berusaha tersenyum dan menampilakn gigiku,agar om hamka tidak curiga sama sekali,tapi ada yang aneh,setiap ponselku berbunyi,maka ponsel om hamka juga akan berbunyi,apa ini seperti dinovel novel ya...?
yang om hamka menyadap ponselku,aku memang tidak mengganti ponsel sudah lebih dari tiga tahun,buat apa juga,sedangkan bekerja aku menggunakan kertas dan bolpoin saja
kalau sampai benar dia menyadap ponselku,ya tuhan betapa aku malu karna pernah menggoda tiga laki laki yang kesemuanya adalah punya orang
dia pasti akan menganggap aku ganjen
dan lihatlah,setelah dia membuka ponselnya,dia langsung menatapku tajam,bahkan dia yang tadi tersenyum,seakan sirna sudah beganti dengan tatapan tajam
"arka mengirimmu pesan?"
bagaimana dia bisa tau
"ko om tau?"
"ponselmu om sadap dari dua tahun lalu,maaf jika tidak sopan,tapi aku sangat mencintaimu"dia menggenggam tangaku dan terus menciumnya
aku diam bukan aku marah,aku hanya malu,karna teringat tentang bang kurir itu yang setiap pagi,aku akan mengirimnya pesan dulu,jika tidak dijawab aku akan mengirim pesan lagi disore harinya
dengan dag dig dug dan sedikit malu,aku berusaha menatapnya,dan mengangguk
"nggak papa om,itu tandanya om sayang padaku,dan mencintaiku"
kulihat om hamka tersenyum dan mengelus tanganku yang sebenarnya kasar ini,karna harus bermain dengan benang dan gunting setiap hari,tidak banyak,hanya ada sedikit kapal saja,dibawah jari
"malam ini,layani om ya...om ingin segera punya anak...."
aku mengangguk malu,dan dengan sengaja memandang tengah celananya
oh ya ampun....mau mau mau....
__ADS_1