
aku menemaninya sampai dia berhenti menangis dan sampai tertidur,mungkin dia kelelahan,aku juga menggendongnya kekamarnya
kutatap lama dirinya,yang sebentar lagi akan menjadi milik orang lain ini
entah kenapa aku tidak ikhlas,aku sangat marah dengan ayah yang memaksa dia untuk menikah dengan pilihannya
bahkan dia,sangat ingin memiliki butik yang menjual semua hasil rancangannya
dia masih muda,jalan hidupnya masih panjang,kenapa harus diribetkan dengan pernikahan,mana pernikahan tanpa cinta lagi....
jika ayah takut tidak ada yang mau dengannya,maka aku akan maju kedepan untuk langsung menikahinya
ingin aku sekali menikahinya saat ini,agar dia bisa tetap seperti biasa,sekolah dan kursus menjahit seperti biasa
tanpa harus dibebani dengan mengurus suaminya dahulu
ceklek....
"loh kamu disini ren?" tanya ibu
"iya bu,bu...boleh aku bicara sebentar?"
ibu mengangguk dan berjalan menuju sofa ruang tv,akupun mengikuti dibelakang
"bu...kenapa sena dijodohkan?" tanyaku hati hati
"ibu dan ayah sudah janji dengan ayah calonnya resa ren,dan ibu ingin dia berada di lelaki yang tepat,kami mengenal calonnya sena sangat lama,bahkan kami yakin sena akan lebih bahagia dengannya"
aku diam,dan berfikir bagaimana caranya membujuk ibu agar membatalkan perjodohan ini
"ibu dan ayah sudah mengambil keputusan,bahwa resa akan tetap menikah dengan calonnya,ada satu rahasia yang kamu tidak perlu tau,tapi kami akan tetap menjodohkan mereka,lambat laun kuyakin resa bisa menerimanya"
belum juga aku bertanya ibu sudah menjawab,jika seperti ini,aku sudah tidak bisa membantu lagi...mungkin ini yang terbaik untuknya
akupun pamit pulang....
keesokan harinya seperti biasa menjemput resa,dengan motorku
__ADS_1
dia keluar dengan senyumnya,senyum yang menyimpan luka....
"nanti nggak usah jemput ya,aku akan pergi beli cincin" katanya
aku mengangguk dan segera melajukan motor maticku
ingin sekali aku menggenggam tangannya agar dia kuat,dan memberi sedikit semangat,tapi apalah daya aku hanya teman,kami kadang berciuman hanya karna penasaran rasanya seperti apa
aku dan resa yang sama sama jomblo suka mempraktekan ala ala pacaran
untuk membuang rasa penasaran
tapi selesai berciuman kami akan tertawa terbahak bahak
sepulang sekolah kulihat dia sedang akan masuk,akupun melajukan motorku,kuikuti kemana resa pergi
karna sibuk mengikuti dan pulangnya malah hujan deras,akhirnya malam harinya aku demam tinggi
dengan sigap ibu memberiku obat dan mengoles seluruh tubuh dengan minyak angin,paginya aku tidak sekolah karna badan masih sangat lemas
ibu pamit kerumah kakak,mungkin pulang sore
"jadi tunangan minggu depan?" tanyaku
"hmmmm"
"tapi kita gimana?" tanyaku bego
karna aku benar benar belum rela
"apanya?"
"aku masih bisa jemput kamu,masih boleh temenan nggak sama aku?" tanyaku bingung
"ya jelaslah"
akupun mendekatinya dan langsung menciumnya dengan lembut,ada rasa aneh yang kurasa,ciuman ini memabukkan tidak seperti dulu,waktu kami ciuman karna penasaran
__ADS_1
aku benar benar terlena,resapun sedikit menuntut ciuman ini walau dengan menagis,aku tau dia sedang menumpahkan rasa hatinya,dan aku yang sedang tidak rela
wanita ini akan menjadi milik orang
dengan berani aku mulai meraba dadanya,walau dengan tangan yang gemetar...
"emmmhh ren...." ucapnya sambil memejamkan mata
aku menciumnya terus dan terus dengan tangan ini yang sibuk menggenggam dadanya
terus turun kebawah dan dengan berani aku seperti bayi yang kehausan
dia terus melenguh,dan memejamkan mata....ini sungguh diluar pikiranku,aku hanya mengikuti naluriku
bahkan tanpa sadar dia sudah toples bagian atasnya....
"aku penasaran rasanya"kataku sambil terus menatapnya
dia mengangguk
"tapi jangan lakukan,kita lakukan dengan mulut dan jari kita saja,seperti yang kita tonton dulu" ya kami pernah menonton vidio itu bersama
aku mengangguk dan segera melepas pakaianku dan pakaiannya
kami bahkan sama sama toples saat ini
dan kamipun melakukan itu dengan mulut yang bergantian mencari kepuasan masing masing tanpa harus merobek selaput daranya
setelah selesai kami mandi bersama,dan entah keberanian dari mana,melihat resa yang mengguyur seluruh tubuhnya dibawah shower,aku langsung mencumbunya lagi,memainkan jari diarea sensitifnya hingga dia menegang kembali,diapun langsung jongkok dan memberiku kepuasan lagi
hingga tidak sadar sudah menjelang maghrib saja,beruntung ibu dan ayah belum pulang
resapun langsung pamit pulang...
ini pengalaman pertamaku,dan kenapa aku sudah seperti candu dengannya...
dimana aturan aturan yang kami buat dulu...jujur aku tidak rela,dia dengan laki laki lainnya
__ADS_1