
"om sebenarnya.......
pov resa
aku menelan ludahku dengan susah payah,apa aku harus jujur saja?tapi aku takut dia marah,aku takut dia pergi,aku takut dia kecewa,tapi memang aku harus jujur
"ada apa sayang?"
aku memandangnya lekat,dia yang sedang tersenyum sambil memandangku dengan menanti kata kata dariku selanjutnya
"om itu aku...."
aku menunduk dalam
"maksudmu?" dia memincingkan matanya
"aku yang membobol perusahaan bang arka"
"kenapa?"
"tante jeni sakit om,dia kena penyakit kelamin,terus menghubungi bang arka,tapi bang arka nggak mau urusan,dua minggu yang lalu aku ketemu tante jeni,bahkan badannya sangat kurus dan tidak terawat,dia tidur di emperan toko,katanya dia sudah enam bulan hidup dijalanan karna sama sekali nggak punya uang,pernah kekantor bang arka,tapi belum sampai masuk,sudah di usir satpam
__ADS_1
Aku kasihan bahkan sangat kasihan,jadinya aku memberinya uang dan membelikan dia baju serta makanan dan minuman,hari itu niatnya aku mau beli kain untuk model baruku,tapi aku lihat tante jeni yang sudah memprihatinkan
Kuajak dia kepom terdekat,dan dia mandi serta berganti baju dan makan,setelah selesai dia bercerita,bahwa dia tidak memiliki uang sama sekali,karna dia dibuang teman bang arka setelah ketahuan punya penyakit kelamin,dan yang buat aku sedikit eh eh eh nggak sedikit,tapi aku sangat geram adalah,ternyata dia dijual bang arka pada temannya...
Jadi ketika dia punya pelanggan,maka dia akan melayani dan diberi upah hanya tiga puluh persen,yang empat puluh persen buat mark temannya bang arka dan yang tiga puluh persen lagi masuk rekeningnya bang arka,mungkin karna gaya hidupnya yang hedon juga karna diharuskan perawatan,jadi uang itu selalu habis,padahal dia menghasilkan uang paling sedikit dua puluh juta sekali kencan
Tapi katanya,uang segitu buat perawatan saja bisa habis lima juta sekali masuk salon,heran salon ko ya mahal banget,padahal yah om aku tuh sekali luluran kesalon cuma habis empat ratus ribu saja sudah plus pijat,ini lima juta salon apaan?
dia tersenyum disela sela ceritaku
Setelah mark tau tante jeni sering muntah dan pingsan,mark segera membawa tante jeni kerumah sakit,dan tante jeni di vonis kena HIV,mark langsung menurunkan tante jeni di pasar besar dan hanya diberi uang dua juta rupiah saja,padahal waktu itu tante jeni hanya memegang uang tiga juta saja,jadilah tante jeni mengambil kost kost an,dan dia juga bilang,tadinya dia kerja,tapi karna sering pingsan jadi dia dikeluarkan,apalagi tubuh tante jeni yang semakin kurus saja,hingga dia tidak mampu membayar kostan lagi,dan diusir
Tapi bang arka nggak peduli,bahkan sangat tidak peduli,pernah sekali ketemu bang arka dijalan,tapi bang arka malah menendang dirinya hingga dia ditabrak pengendara mobil,beruntung pengendara mobil itu baik,langsung membawanya kerumah sakit,dan membayar semua perawatannya
Setelah dokter menyatakan dirinya sembuh pengendara mobil itu memberikan uang yang cukup untuk tante jeni menyewa kost,dan benar saja tante jeni langsung menyewa kost yang berada ditempat yang kumuh,dan berada dilingkungan orang yang suka mabuk mabukan,tapi apalah daya,karna uang hanya tak seberapa,membuat dia bertahan dan harus bertahan sambil menjajakan kopi di area pasar ketika pagi
Semula baik baik saja,tapi setelah sebulan disana,dia sering didatangi laki laki yang berbeda beda untuk diperkosa,dia tidak melawan saat diperkosa,mungkin itu sebabnya dia setiap malam selalu digilir oleh beberapa pemuda,dia berfikir untuk balas dendam,hingga dia melayani laki laki itu dan untuk menularkan penyakitnya
Hingga salah satu pemuda menemukan rekam medis tante jeni yang ditaruhnya dilemari,saat itu juga,tante jeni langsung diseret keluar kost,dengan segala caci maki
Hingga enam bulan sudah dirinya hidup menggelandang dipasar besar,dan bertemu denganku,karna aku cukup geram dengan kelakuan bang arka,maka aku dengan bantuan rendi membobol perusahaan bang arka dan mengambil uang dua milyar tiga puluh juta,tadinya mau ambil satu milyar aja,tapi genepinlah jadi dua milyar,terus rendi bilang tambahin tiga puluh juta,buat ongkos tante jeni selama perjalanan serta beli baju dan makan
__ADS_1
Sebenarnya bisa saja aku ambil dari tabungan bang arka tapi itu tidak akan ada imbasnya untuk dirinya,makanya aku nyari masalah dengan mengambil uang perusahaannya,padahal tabungan bang arka banyak banget,sampai nol nolnya ada kali sembilan"
om hamka malah tersenyum melihatku,nbukankah seharusnya dia marah?
"om nggak marah?"
aku bahkan merasa heran dengan laki laki disebelahku ini,dibikinin masalah malah senyum senyum nggak jelas
"kenapa mesti marah,jika memang seperti ya sudah,toh uangnya juga buat ibunya ini,lagian arka juga keterlaluan,uang dua ratus juta saja,dia nggak mau berikan,ya sudah nanti om telpon ayahmu dulu"
diapun berlalu lagi ke balkon kamar untuk menelpon ayah,aku sendiri naik keranjang untuk bermain ponsel dan berchat ria dengan rendi
"om mandi dulu ya...nanti kita sholat bareng bareng,oh ya kita makan diluar saja nanti ya?om mau ajak kamu makan di restoran teman om yang berada disekitar sini,sekalian nanti om kenalin teman teman om yang tinggal disini"
aku hanya mengangguk karna sedang asik bertukar cerita dengan rendi
ting
(anak nakal)
itu pesan dari ayah....hehehe piss yah...
__ADS_1