Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
bab 12


__ADS_3

besok adalah hari pernikahanku dengan bang arka


aku hanya terima beres,karna yang mengurus semuanya ibu dan sekertarisnya om hamka,bahkan kebaya pengantinpun ibu yang memilihkan,karna aku memang malas dan badanku yang memang hampir mirip ibu,bahkan ukuran kami semuanya sama


dua minggu ini kuhabiskan waktu dengan rendi,jalan jalan,belanja bahkan selalu makan diluar,ibu dan ayah sibuk mempersiapkan pernikahan ini,jadi tidak tau kalau aku selalu bepergian dengan rendi


drttttt...ibu menelpon


"assalammualaikum bu"


(walaikumsalam,kamu dimana? ingat besok menikah,jangan pulang terlalu malam)


"ya bu,wong aku lagi dirumahnya rendi"


(pulang sekarang...)


tuttt....


"aku pulang ya...ibu sudah telpon nih" kataku pada rendi


"ya udah"


akupun berjalan pulang,setelah seharian dirumah rendi,bahkan aku kerumah rendi dari jam setengah enam pagi tadi


ibu dan ayah menginap di hotel tempat pernikahanku besok


ayah dan ibunya rendi juga sedang dirumah neneknya,karna katanya neneknya sakit...


memang sudah dari kemarin kami punya rencana ini,dan karna besok aku menikah dan langsung diboyong kerumah baru,jadi aku dan rendi mengosongkan semua agenda hari ini


sok sok an agenda,padahal agendanya ya cuma tidur,jalan jalan,nongkrong,berburu kuliner paling jauh...


sejak kejadian diatap sekolah,kami seakan menikmati persahabatan kami tanpa melakukan hubungan *** bahkan ciuman pun tidak,kami selayaknya anak remaja yang menjalin persahabatan yang sangat kental,bahkan lebih mirip saudara


hari ini kami,memasak cukup banyak untuk dibagi bagikan,pada pemulung,atau tukang ojeg,tukang becak dan lain lain


setengah enam kami meluncur kepasar setelah bertanya dulu pada ibunya rendi tentang bumbu bumbu yang kami butuhkan untuk membuat ayam penyet...


sampai dipasar kami langsung kepenjual ayam,dengan ngikutin kalau ibu belanja,terjadilah tawar menawar yang alot,bahkan sirendi sampai bengah denganku,mungkin kupingnya panas,karna sudah sepuluh menit kami eyel eyellan uang seribu rupiah


"dah...kami ambil semuanya bu"


kata rendi sambil melotot padaku

__ADS_1


" loh..mau diambil semua toh,,ngomong dong..kalau ngomong tak kasih harga tiga puluh empat ribu,mbaknya nggak ngomong sih" kata penjual santai sambil memasukkan ayam ayam keplastik


aku bengong dan merasa bego,tadi dia ngeyel kalau nggak tiga puluh enam,nggak boleh,karna harga modal sudah tiga puluh lima,aku menawar dari tadi tiga puluh lima,bukan apa apa...karna aku lihat dipintu masuk tadi tertera tulisan ayam potong sekilo tiga puluh lima ribu,jadilah aku menawar segitu


setelah ayam dibungkus plastik,kami langsung kestan bumbu dan sayur


untuk lalapan kami membeli timun dan kubis saja dengan sedikit sayur kemangi


setelah semua selesai,kami kestan cabe untuk sambal,rencananya kami akan membuat sambal tomat saja yang praktis


karna hari sudah agak siang,kami mampir ke tukang bubur untuk sarapan


selesai sarapan kami langsung pulang


aku menyuruh bibi yang kerja dirumahku untuk membantu,jadilah kami berempat dengan bibinya rendi memasak nasi ayam penyet dua ratus kotak


kedua bibi itu sibuk didapur,sedangkan aku dan rendi sibuk melipat kotak makanannya,dan ikut membantu menyiapkan bumbunya


setelah selesai,kamipun makan bersama lebih dulu,kami makan sisa ayam yang ukurannya kecil,karna memang tadi disamakan semua ukurannya dan porsinya


setelah selesai makan,kami bergegas pergi setelah terlebih dulu mandi


tiga puluh lima kami serahkan kepanti asuhan,sesui jumlah anak anak disana dan pengurusnya,seratus kami serahkan pada anak pondok,pondok pesantren itu masih baru,jadi belum memiliki murid banyak


setelah beres semua,kami baru pulang dan langsung tertidur disofa depan tv


kami bangun jam tigaan,dan kami masih ada agenda lagi,yaitu kepasar membeli karpet dan dan sebagainya untuk disumbangkan kemasjid


sampai ditoko karpet,kami langsung memilih dan meminta di antar ke masjid panti asuhan,sekalian kami membeli korden,alqur'an,mukena dan sajadah untuk ditaruh di masjid tadi


selesai semuanya


kami ke tempat grosir sembakau


kamipun membeli beras,mie,telur,gula,kopi,dan aneka bumbu bumbu dapur,beruntung yang punya mau mengantar,dan akan langsung diantar kepanti asuhan


sudah habislah uang dari bang arka


tinggal sedikit,mau buat beli ps nanti


sampai dipanti,ternyata semua barang sudah sampai dengan selamat,bahkan beras ditambahi oleh pemilik toko,dan diberi bonus minyak lagi


kamipun menyampaikan pada ibu panti,bahwa itu dari kami,bupanti pun mengucap terimakasih berkali kali

__ADS_1


dan pas sekali ada tukang es dung dung dan bakso lewat,aku menyetopnya


dan menyuruhnya masuk,serta meracik untuk kami semua


kulihat di tasku masih ada sisa uang sejuta lebih seratus,kuyakin cukuplah


kamipun makan dengan lahap,dan bahkan sampai ada yang nambah lagi


penjual baksopun menggratiskan lima mangkok,begitupun es dungdung,karna dagangan mereka habis disini


katanya mereka sudah keliling dari jam dua,tapi belum ada yang beli satupun,tapi mereka bersyukur disini malah diborong semua dan yang mengesankan lagi dimakan anak anak panti


mereka sangat bersyukur,memang aku meminta tiga puluh tujuh mangkok bakso,tapi sisanya kusuruh taruh disini karna buat nanti malam makan anak ank,


tapi abang penjual baksonya hanya menghitung tiga puluh dua mangkok dan serta sisa bakso yang masih belum diracik


es dungdungpun begitu,dia memeberi satu anak satu cup,tapi banyak anak yang kurang,jadinya aku juga memborong semua


dan alhamdulillah uang cukup bahkan lebih empat ratus ribu,kukasihkan pada ibu panti sekalian


...setelah maghrib,baru kami pulang kerumah untuk mandi,aku mandi dirumah rendi dan memakai bajunya...


...dan kami main ps sampai tak terasa jam sembilan malam...


...sampai ibuku menelponku,...


...aku langsung pulang dan tidur...


...besok kata ibu,aku harus berangkat jam tujuh pagi,karna harus kesalon dulu baru nanti kehotel untuk make up,acara akan dimulai jam satu siang sampai malam...


karna sangking capeknya aktivitas hari ini akupun langsung terlelap,sampai ibu membangunkan aku dijam enam pagi


aku yang linglung,langsung mandi dan memakai seragamku dan turun kebawah


"resa....kamu itu hari ini nikah,ko pakai seragam?"kata ibu menjerit seperti biasa


"ah...lupa bu..."akupun langsung berlari keatas lagi,dan memakai dress pendek


"orang mau nikah sampai nggak bisa tidur,ini malah mau nikah bisa bisanya lupa" nyinyir ibu pagi ini


ayah hanya mesem saja...


"namanya orang lupa,gimana lagi bu....."

__ADS_1


__ADS_2