
besok adalah hari pernikahanku dengan bang arka
aku hanya terima beres,karna yang mengurus semuanya ibu dan sekertarisnya om hamka,bahkan kebaya pengantinpun ibu yang memilihkan,karna aku memang malas dan badanku yang memang hampir mirip ibu,bahkan ukuran kami semuanya sama
dua minggu ini kuhabiskan waktu dengan rendi,jalan jalan,belanja bahkan selalu makan diluar,ibu dan ayah sibuk mempersiapkan pernikahan ini,jadi tidak tau kalau aku selalu bepergian dengan rendi
drttttt...ibu menelpon
"assalammualaikum bu"
(walaikumsalam,kamu dimana? ingat besok menikah,jangan pulang terlalu malam)
"ya bu,wong aku lagi dirumahnya rendi"
(pulang sekarang...)
tuttt....
"aku pulang ya...ibu sudah telpon nih" kataku pada rendi
"ya udah"
akupun berjalan pulang,setelah seharian dirumah rendi,bahkan aku kerumah rendi dari jam setengah enam pagi tadi
ibu dan ayah menginap di hotel tempat pernikahanku besok
ayah dan ibunya rendi juga sedang dirumah neneknya,karna katanya neneknya sakit...
memang sudah dari kemarin kami punya rencana ini,dan karna besok aku menikah dan langsung diboyong kerumah baru,jadi aku dan rendi mengosongkan semua agenda hari ini
sok sok an agenda,padahal agendanya ya cuma tidur,jalan jalan,nongkrong,berburu kuliner paling jauh...
sejak kejadian diatap sekolah,kami seakan menikmati persahabatan kami tanpa melakukan hubungan *** bahkan ciuman pun tidak,kami selayaknya anak remaja yang menjalin persahabatan yang sangat kental,bahkan lebih mirip saudara
hari ini kami,memasak cukup banyak untuk dibagi bagikan,pada pemulung,atau tukang ojeg,tukang becak dan lain lain
setengah enam kami meluncur kepasar setelah bertanya dulu pada ibunya rendi tentang bumbu bumbu yang kami butuhkan untuk membuat ayam penyet...
sampai dipasar kami langsung kepenjual ayam,dengan ngikutin kalau ibu belanja,terjadilah tawar menawar yang alot,bahkan sirendi sampai bengah denganku,mungkin kupingnya panas,karna sudah sepuluh menit kami eyel eyellan uang seribu rupiah
"dah...kami ambil semuanya bu"
kata rendi sambil melotot padaku
__ADS_1
" loh..mau diambil semua toh,,ngomong dong..kalau ngomong tak kasih harga tiga puluh empat ribu,mbaknya nggak ngomong sih" kata penjual santai sambil memasukkan ayam ayam keplastik
aku bengong dan merasa bego,tadi dia ngeyel kalau nggak tiga puluh enam,nggak boleh,karna harga modal sudah tiga puluh lima,aku menawar dari tadi tiga puluh lima,bukan apa apa...karna aku lihat dipintu masuk tadi tertera tulisan ayam potong sekilo tiga puluh lima ribu,jadilah aku menawar segitu
setelah ayam dibungkus plastik,kami langsung kestan bumbu dan sayur
untuk lalapan kami membeli timun dan kubis saja dengan sedikit sayur kemangi
setelah semua selesai,kami kestan cabe untuk sambal,rencananya kami akan membuat sambal tomat saja yang praktis
karna hari sudah agak siang,kami mampir ke tukang bubur untuk sarapan
selesai sarapan kami langsung pulang
aku menyuruh bibi yang kerja dirumahku untuk membantu,jadilah kami berempat dengan bibinya rendi memasak nasi ayam penyet dua ratus kotak
kedua bibi itu sibuk didapur,sedangkan aku dan rendi sibuk melipat kotak makanannya,dan ikut membantu menyiapkan bumbunya
setelah selesai,kamipun makan bersama lebih dulu,kami makan sisa ayam yang ukurannya kecil,karna memang tadi disamakan semua ukurannya dan porsinya
setelah selesai makan,kami bergegas pergi setelah terlebih dulu mandi
tiga puluh lima kami serahkan kepanti asuhan,sesui jumlah anak anak disana dan pengurusnya,seratus kami serahkan pada anak pondok,pondok pesantren itu masih baru,jadi belum memiliki murid banyak
setelah beres semua,kami baru pulang dan langsung tertidur disofa depan tv
kami bangun jam tigaan,dan kami masih ada agenda lagi,yaitu kepasar membeli karpet dan dan sebagainya untuk disumbangkan kemasjid
sampai ditoko karpet,kami langsung memilih dan meminta di antar ke masjid panti asuhan,sekalian kami membeli korden,alqur'an,mukena dan sajadah untuk ditaruh di masjid tadi
selesai semuanya
kami ke tempat grosir sembakau
kamipun membeli beras,mie,telur,gula,kopi,dan aneka bumbu bumbu dapur,beruntung yang punya mau mengantar,dan akan langsung diantar kepanti asuhan
sudah habislah uang dari bang arka
tinggal sedikit,mau buat beli ps nanti
sampai dipanti,ternyata semua barang sudah sampai dengan selamat,bahkan beras ditambahi oleh pemilik toko,dan diberi bonus minyak lagi
kamipun menyampaikan pada ibu panti,bahwa itu dari kami,bupanti pun mengucap terimakasih berkali kali
__ADS_1
dan pas sekali ada tukang es dung dung dan bakso lewat,aku menyetopnya
dan menyuruhnya masuk,serta meracik untuk kami semua
kulihat di tasku masih ada sisa uang sejuta lebih seratus,kuyakin cukuplah
kamipun makan dengan lahap,dan bahkan sampai ada yang nambah lagi
penjual baksopun menggratiskan lima mangkok,begitupun es dungdung,karna dagangan mereka habis disini
katanya mereka sudah keliling dari jam dua,tapi belum ada yang beli satupun,tapi mereka bersyukur disini malah diborong semua dan yang mengesankan lagi dimakan anak anak panti
mereka sangat bersyukur,memang aku meminta tiga puluh tujuh mangkok bakso,tapi sisanya kusuruh taruh disini karna buat nanti malam makan anak ank,
tapi abang penjual baksonya hanya menghitung tiga puluh dua mangkok dan serta sisa bakso yang masih belum diracik
es dungdungpun begitu,dia memeberi satu anak satu cup,tapi banyak anak yang kurang,jadinya aku juga memborong semua
dan alhamdulillah uang cukup bahkan lebih empat ratus ribu,kukasihkan pada ibu panti sekalian
...setelah maghrib,baru kami pulang kerumah untuk mandi,aku mandi dirumah rendi dan memakai bajunya...
...dan kami main ps sampai tak terasa jam sembilan malam...
...sampai ibuku menelponku,...
...aku langsung pulang dan tidur...
...besok kata ibu,aku harus berangkat jam tujuh pagi,karna harus kesalon dulu baru nanti kehotel untuk make up,acara akan dimulai jam satu siang sampai malam...
karna sangking capeknya aktivitas hari ini akupun langsung terlelap,sampai ibu membangunkan aku dijam enam pagi
aku yang linglung,langsung mandi dan memakai seragamku dan turun kebawah
"resa....kamu itu hari ini nikah,ko pakai seragam?"kata ibu menjerit seperti biasa
"ah...lupa bu..."akupun langsung berlari keatas lagi,dan memakai dress pendek
"orang mau nikah sampai nggak bisa tidur,ini malah mau nikah bisa bisanya lupa" nyinyir ibu pagi ini
ayah hanya mesem saja...
"namanya orang lupa,gimana lagi bu....."
__ADS_1