
semakin dewasa yang kurasakan,semakin aku tidak butuh banyak teman,aku hanya butuh satu atau dua teman saja dan yang pasti cukup uang
bahkan sampai sekarang,aku hanya punya rendi dan para karyawan yang sudah seperti keluargaku karna memang mereka sebaya denganku
kami bahkan punya jadwal hangout bersama di malam minggu setiap jam delapan malam,karna mereka para mahasiswi ini semua perantauan,dari daerah yang beragam,aku putuskan untuk membangun satu tingkat lagi ruko ini
disamping untuk menyimpan bahan,juga bisa digunakan untuk mereka istirahat
sehingga mereka tidak usah memikirkan sewa kost lagi,mereka bisa tidur bersama sama diatas,kebanyakan dari mereka juga dari kalangan biasa,yang terkadang,orang tua mereka tidak bisa mengirim,jika sedang gagal panen,bahkan dari cerita mereka,terkadang mereka puasa bukan karna benar benar niat puasa,tapi untuk menghemat pengeluaran keuangan mereka
mereka juga bisa menjahit karna belajar dari emak mereka,semua penjahit dirukoku adalah anak tukang jahit kebanyakan karna emak mereka yang mengajari bukan dari les atau apalah
tapi hasil dari jahitan mereka juga sangat rajin,bahkan banyak pelanggan yang puas
jika pelayan toko,mereka berempat punya rumah dekat sini,dan tidak bisa selalu berkumpul disini,karna setiap jam delapan malam,mereka sudah pulang kerumah
semenjak ada lantai tiga,setiap malam minggu diagendakan makan makan,kami sangat suka bakaran dan sabu sabu
ibupun tidak mau kalah,setiap malam minggu beliau akan selalu ikut untuk makan makan,apalagi sirendi,walau dia laki laki sendiri,tapi tidak malu untuk berkumpul bersama kami
"hari hari numpang makan"
sengitku pada sirendi yang sudah duduk manis dimeja makan saat pagi,bahkan ini masih jam tujuh,tapi dia sudah disini numpang makan lagi
"yaelah...ini makanan ibu yang masak,ayah yang beli,loe tinggal nyaplok doang,komen aja"
"iya,tapi kayak orang tua gue tuh jadi punya anak lagi" kataku tak kalah sengit,bagaimana mungkin dia ini,pagi,siang bahkan malam makan disini
yang tadinya diem jadi nyinyir,tapi tidak dari hati,tentu saja kalau dihatiku aku merasa senang karna rumah ini jadi hidup dengan hadirnya,untuk jadi partnerku mengoceh
"ibu nggak masak" tanyaku padanya,tapi dia malah sibuk mengambil ayam goreng
"hari hari nggak masak?"
"iya" jawabnya singkat
"eh eh itu piringku,karna nasinya lebih banyak"
"loe tuh perempuan,jangan makan banyak banyak"
__ADS_1
"biarin,gue mau itu,gue suka nasi goreng,gue mau itu"
dia malah semakin cepat menyendokkan nasi kemulutnya,aku yang kesal masih diam mengamatinya,dan setelah dia habis memakannya dia langsung menyambar ayam goreng yang hanya ada tiga,dia ambil dua
"loe tau diri kek,itu ayam punya gue,kalau loe mau ambil satu,jangan dua duanya,sudah nasi goreng gue loe ambil,ayam juga loe ambil"
aku bahkan sudah teriak teriak
"hihhhh....sudah sudah....kalian ini,ambil satu satu,yang satu ibu yang makan"
ibu sudah berkacak pinggang dan langsung merebut ayam goreng dipiring rendi
sedangkan ayah dengan tenangnya menguyah nasi goreng buatan ibu,tidak terganggu sama sekali
kamipun akhirnya diam dan makan lagi
hingga jam delapan,ayah dan rendi pergi,serta ibu juga ikut pergi
tinggallah aku seorang diri,aku sedikit curiga dengan rendi yang selama seminggu ini makan dirumahku,aku yakin dia punya masalah serius,karna tidak mungkin ibu tidak memasak,ibu adalah ibu rumah tangga yang jarang kemana mana,paling akan pergi jika ada acara saja,tapi ini sudah satu minggu,ibu tidak biasanya pergi selama itu
aku tidak bisa mengintip,karna sekarang terhalang rukoku sendiri,dan sejak aku membangun ruko,kami memang sudah sangat jarang bercerita tentang kehidupan kami,bahkan rendipun tidak tau tentang hubunganku dengan om hamka
aku juga tidak tau dia dipesanntren mana
biarlah,karna aku juga sibuk dengan duniaku,kalau jodoh juga pasti bertemu,tidak perlu diburu
sengotot apapun aku,jika tidak jodoh juga hanya akan jadi mantan,tapi jika jodoh, sesantai apapun aku juga pasti akan bersanding,sejak aku mengenal lebih agamaku,aku memang terlihat sangat santai jika perkara dunia,tapi aku tidak santai jika perkara agama
hari ini butik tutup karna idul adha,aku berkurban sapi karna aku sudah mampu,dan kuberikan tips pada semua karyawanku
nanti sore juga acara kami bakar bakar dilantai tiga,lantai tiga ini cukup menyenangkan,karna hanya separuh bangunan yang kubangun dan separuh lagi hanya kupagar tepi,untuk bersantai
karna memang tujuan membangun ini untuk anak anak yang masih ngekost,agar tidak bingung bayar kost lagi,jadilah kubuat seperti ini,agar kalau siang juga bisa buat jemur pakaian dan untuk menanam bunga bagi mereka yang suka bunga
sore harinya kami sudah siap siap untuk bakaran,tapi tidak kutemui batang hidungnya rendi sejak pagi tadi
sudahlah,dia anak kuliahan,pasti ada acara dengan teman temannya
dengan bercanda ria kami membersihkan dulu tempat ini,menyapu,menyikat hingga bersih baru kami menyiapkan dagingnya,
__ADS_1
tapi hari ini
ibu tidak ikut karna ada acara dikantor ayah
selepas maghrib baru kami bakar daging daging itu,dan aku juga membeli sosis serta jamur untuk pelengkap,kami bercanda ria bersama sampai semuanya matang dan kami siap untuk menyantap
kudengar ada suara mobil dirumah rendi,aku yang penasaran menoleh kearah rumah kawanku itu
kulihat ayah yang pulang,tapi dia membawa perempuan yang kuyakini bukan ibu,dan dia sedang hamil besar,dengan sabar dia menuntun untuk masuk rumah,tapi tidak kutemukan keberadaan ibu
siapa perempuan itu?
"bu......ngapain?"
aku dikagetkan dengan suara salah satu karyawanku hingga langsung berbalik dan segera berjalan kearah anak anak yang sudah lesehan dilantai yang dilapisi tikar, karna melihat dia yang mendekat kearahku,bisa berabe kalau dia melihat ayah yang pulang membawa perempuan lain,lagi hamil pula,besok saja kutanyakan pada rendi
"mari makan"
kamipun makan bersama sama dengan nikmat,diselingi banyolan dari karyawanku ini,hingga tidak terasa waktu sudah menginjak jam sepuluh,kamipun bubar dengan segera
aku juga segera bergegas pulang,tapi aku dikagetkan dengan rendi yang sedang duduk diteras,ayah dan ibu belum pulang
"ngapain?"
"gue tidur dirumah loe"
tanpa menjawab,aku memutar kunciku dan dia langsung masuk dan langsung tiduran disofa depan tivi
"sudah makan?"
"sudah tadi,di rumah temen yang ngadain bakar bakaran dikostan mereka"
aku mengangguk dan aku duduk disampingnya
"ren...tadi gue lihat ayah pulang tapi bawa perempuan yang hamil"
dia menoleh dan malah menangis,segera kudekati dia dan mengusap usap bahunya yang bergetar
"dialah yang menyebabkan ibu pergi.......
__ADS_1