
pov resa
aku diantar rendi sampai gedung,tapi dia langsung pulang katanya ada urusan...
biarlah,mungkin dia punya janji dengan teman temannya
akupun langsung disambut om arka yang langsung menggandeng pinggangku
tumben...
bahkan dia dengan terus tersenyum memperkenalkan aku pada teman temannya,dengan rekan bisnisnya
bahkan pada keluarga besarnya
dia tidak pernah meninggalkan aku barang sedetikpun,diwajahnya sangat bahagia bahkan tidak terpancar aura kesedihan sedikitpun,aku jadi heran dibuatnya,akan ada apa ini? kuyakin dia merencanakan sesuatu....
setelah berbagai acara dilakukan dengan lancar,dan sangat lancar bahkan meriah
para undangan satu persatu berjalan keluar untuk pulang
hanya tersisa kami keluarga inti
"om...aku mau bicara berdua dengan resa ya?" kata om arka meminta ijin pada ayah
ayah mengangguk dan om arka membawaku ke taman dekat gedung ini
"aku terima semuanya,kita jalani saja,setelah menikah nanti kita pindah kerumah baru yang dihadiahkan oleh papa, kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau,begitupun aku....aku akan menikahi anita,dan kita akan hidup bertiga,dengan anita....aku mohon jangan sampai papa tau tentang anita,ini hanya rahasia kita,setelah kupikir pikir,jika aku tidak menikah denganmu,maka aku akan kesusahan menjalin hubungan dengan anita,karna papa sangat menentangnya,beruntungnya papa mengabulkan permintaanku yang ingin rumah baru,...tentang sekolahmu,tentang cita citamu kamu bebas untuk semua itu,biaya juga aku yang menanggung sebagai suamimu,kita hanya menikah diatas kertas,dan hidup seatap,tapi kita tetap bukan siapa siapa ketika kita dirumah" ujarnya panjang lebar
aku menggangguk anggukkan kepala,jadi ini yang membuat dia sangat manis tadi
tapi baiklah karna jika dipikir pikir,aku mau menolakpun tidak punya kuasa,menginginkan butikpun ibu melarang,karna aku diharuskan belajar tataboga untuk meneruskan usaha ibu
mungkin ini jalannya aku meraih mimpiku
disini kami sama sama diuntungkan
om arka yang bisa dengan kekasihnya,terlepas dari cerita om hamka yang bilang anita bukan wanita baik baik,itu bukan urusanku
dan akupun bisa meraih mimpiku
"ya om...aku setuju"
"tapi janji ya...bukakan aku sebuah toko dan sekolahkan aku untuk menjadi designer,aku tidak meminta terkenal,yang penting aku bisa menjual semua rancangan rancanganku" kuajukan jari kelingking didepannya
dia tersenyum sambil mengelus kondeku
"janji,om janji,,,bisakah kamu panggil aku bang? jadikan aku abangmu,aku akan menyayangimu selayaknya adikku" katnya sambil menamatkan jari kelilingkingnya
"iya"
"yuk masuk lagi,aku tau kondemu pasti berat" katanya sambil mengulur tangannya untuk menggandengku
"bukan masalah konde bang,tapi masalah dirokku dan sandal jinjitku,aku tidak terbiasa dengan ini,membuat kakiku sangat pegal"
ujarku sambil memerkan sandal hak tinggiku
__ADS_1
dia tergelak dan tertawa ngakak
lalu dia membuka sepatunya dan memberikan padaku
"lah abang gimana?" tanyaku dengannya yang sedang berjongkok ingin melepas sandalku dan memakaikan sepatunya
"nggak papa,abang nyeker aja,yang penting adik abang tidak kesakitan lagi" katanya sambil satu tangan menggandengku dan satu tangannya menenteng sandalku
kami bergandengan tangan memasuki gedung yang sebenarnya adalah lapangan futsal ini,setelah kami masuk,semua orang memandang kami dengan tersenyum,kecuali om hamka yang sangat datar datar saja
"sudah selesai bicaranya?kita pulang ya sudah malam,....itu kamu pakai sepatu arka ya? kembalikan ya,lagian kan kita parkir juga nggak jauh dari sini" ujar ibu lembut
"nggak papa tante,biar resa pakai aja dulu,kakinya lecet tadi" jawab bang arka lagi
ibupun tersenyum hangat,ayahpun begitu
"ya sudah kalau begitu,kami pulang dulu ya?" kata ibu lagi
"ya tante"
"yuk ham...kami pulang dulu" pamit ibu pada om hamka,om hamka pun mengangguk dan tetap datar saja
jam delapan kami sampai rumah,kami langsung masuk,dan mandi....
konde ini menyiksaku,karna banyaknya rambut yang rontok setelah aku mencoba meluruskan rambutku lagi,aihhh kang salon yang banci itu membuat rambutku rusak parah,,,,hampir sejam aku bergulat dengan sisir dan air....
setelah selesai dan mengeringkan rambutku akupun langsung tertidur karna sangat cepak dan pegal
tok tok tok
aku membuka pintu...
"ngapain bang arka jemput bu?" tanyaku heran
"lah dia mau ngater calonnya sekolah masa nggak boleh" jawab ibu lagi
"tapi kan biasanya aku berangkat ma rendi bu..."jawabku merajuk
ibu malah melotot padaku
"kurang kurangi pergi dengan rendi,kamu sudah tunangan,dan hampir menikah,,kalau arka nggak bisa jemput,mulai sekarang kamu bawa motor sendiri,mau tidak mau,suka tidak suka,ikuti aturan ibu,kamu sudah terikat dengan pria" kata ibu tegas
akhirnya aku mengalah saja,dan bergegas mandi,setelah mandi dan siap berangkat,seblum keluar kamar, kuraih dulu hpku untuk mengabari rendi,lagian dijam segini belum tentu dia sudah bangun
di dering ketiga dia baru mengangkat tlpnya
(ada apa?)
"bangun oy,dah jam setengah tujuh..."
(hmmmm)
"nggak usah jemput,aku dah dijemput bang arka"
(bang?)
__ADS_1
"hmm,dah ya"
aku langsung mematikan tlpku dan turun kebawah,dimeja makan sudah ada ayah,ibu dan bang arka
"pagi bang,yah,bu" sapaku
"pagi"
"pagi"
"pagi"
jawab mereka serentak
kami berbincang hangat dimeja makan,hari ini ibu menggoreng kwetiauw dengan udang,,,ini adalah makanan kesukaannku
bahkan tanpa malu aku mengambil satu piring lagi...
"resa...kamu ini mbok ya jaga image didepan calon suamimu" tegur ibu padaku yang akan kembali menyantap sepiring penuh lagi mietiauw
aku hanya cengengesan tanpa malu
"nggak papa bu,biasa aja,lagian kita akan menikah,apa yang perlu dimalukan lagi"
ibupun tersenyum hangat,ayah hanya geleng geleng kepala melihatku
akupun berangkat dengan bang arka menaiki mobilnya,,,
"bang...setelah menikah,ajarin aku naik mobil ya bang" kataku memecahkan keheningan
"boleh,nanti abang belikan mobil yang kecil buatmu ke sekolah" jawabnya yang tetap fokus pada jalanan
sku bersorak gembira,karna selama ini ayah melarangku mengendarai mobil
"besok besok nggak usah jemputlah bang,aku mau sama rendi aja" kataku sambil melihat insta pagi ini
"kenapa? kamu calon istri abang,mulai hari ini abang akan terus jemput kamu,tapi pulangnya abang akan nyuruh supir ya,karna tidak mungkin abang meninggalkan pekerjaan abang," kata dia lagi
"gini aja deh bang,aku berangkat dengan abang,pulangnya sama rendi ya?"
kulihat abang arka menimbang nimbang,hingga akhirnya dia mengangguk
"ya sudah,abang juga tidak akan membatasi persahabatan kalian,nanti pulangnya bareng rendi" katanya sambil tersenyum padaku,dan ternyata sudah sampai sekolahan
"res...ini atm buat kamu,didalam ada uang sepuluh juta buat kamu,kamu calon abang,dan dua minggu lagi kita nikah,,,pergilah kemanapun kamu mau,dan belilah apapun keinginanmu sebelum pernikahan kita,,,walaupun kita menikah hanya diatas kertas,kuharap setelah menikah,kamu batasi bermain dengan lawan jenismu,bukan hanya harga diri abang,tapi juga untuk harga diri keluarga kita,abang juga akan begitu,jika diluar sana abang akan seperti teman untuk anita,kuharap kamu juga seperti itu"
dia menyodorkan atm biru tua padaku
akupun mengangguk dan menerima atm itu,, kupikir pikiran orang dewasa pasti lebih baik...
aku masuk dan langsung kekelas tapi dihadang rendi di pintu kelas
dia langsung menarikku ke atas sekolahan ini......
"res.......
__ADS_1