
"res......
aku menoleh dan membelalakkan mata melihatnya disini
"ayah........"
melihat ayah seperti aku melihat cahaya kehidupan,aku bahkan langsung memeluknya dan menumpahkan tangisku
walau aku tidak tau apa yang kutangisi,aku hanya ingin menangis dipelukan cinta pertamaku ini,menumpahkan segala isi dihati......
ayah...adakah laki laki yang seperti ayah?
ayah...adakah laki laki yang mirip saja dengan ayah? tidak perlu sama
aku mau laki laki yang seperti ayah,yang memperlakukan ibu,aku mau laki laki yang seperti ayah,yang sangat mencintai ibu...
puas menangis,kamipun duduk bersama
"ada apa?" tanya ayah yang terus mengelus rambutku,memberi ketenangan
"nggak papa ayah..." jawabku yang tidak mungkin mengumbar aib rumah tanggaku
aku sebenarnya tidak keberatan bang arka yang memiliki pacar,tapi...bisakan jangan dibawa pulang?kalaupun dibawa pulang,bisakah mereka melakukan itu dikamar saja? sehingga tidak membuatku menjadi jijik
aku tau posisiku,aku tau perjanjian kami...
tapi dengan dia seperti ini,aku hanya merasa sangat terhina...dia mencumbu wanita lain,bahkan didalam rumah yang ditinggali istri sahnya,aku hanya merasa sangat diinjak harga diriku....
pernikahan bukan hanya ada aku dan kamu,tapi pernikahan juga ada keluargaku dan keluargamu
aku menyetujui perjanjian itu,karna dulu dia bilang,jika memiliki pacar,maka akan sembunyi sembunyi,dan rumah kita akan bersih dari perselingkuhan,lain halnya jika diluar,maka dia akan milik orang luar,tapi walau bagaimanapun tetap akan sembunyi sembunyi,untuk menjaga kehormatan kedua belah pihak keluarga
dan selama dirumah dia adalah suamiku yang merangkap abang
tapi sekarang apa....?
"nggak mau cerita sama ayah?"
"kenapa ayah kesini malam malam?" tanyaku mengalihkan pembicaraan
"ayah telpon kamu dari tadi,tapi kamu tidak mengangkatnya,jadi ayah samperin kamu kesini,karna ayah kuatir"
aku bahkan baru sadar,ternyata aku lupa membawa hpku
"hpnya dikamar ayah,aku tadi nunggu ojek online yang mengantar makanan"
seakan belum puas,ayah terus memandangku
"kenapa makan diluar?"
"bang arka masih ada urusan diluar ayah,jadi aku makan disini,tadi ditemani tetangga,tapi sekarang dia sudah masuk" jawabku tentu saja,aku harus menutupi aib suamiku sendiri
ayah melihatku dengan alis terangkat tinggi mungkin dia tidak percaya dengan apa yang kukatakan...
"terus kenapa tadi menangis?"
aku sedikit gelapan mencari alasan...
"ayah...kita bahkan tidak bertemu sebulan,apa ayah tidak rindu aku?aku juga rindu ibuku,tapi karna ayah yang datang,jadi aku nangisnya di ayah,coba ibu yang datang,aku pasti sudah nangisnya keibu"
__ADS_1
kubuat muka sekesal mungkin...
ayah akhirnya tertawa dengan lebar,syukurlah kalau ia percaya....
"lah kamunya nggak main kerumah?"
tanya ayah sambil menyentil hidungku
"sibuk yah,pulang sekolah langsung pulang sekarang,kalau hari minggu sibuk jalan ma rendi " dan seperti anak kecil,aku menceritakan semua yang terjadi diacara keluarga kemarin,sambil bersender dibahu ayah
sesekali ayah tertawa dan mengusap usap rambutku
"masuklah sudah malam,"kata ayah lagi
aku mengangguk dan meninggalakan ayah,yang akan beranjak pulang
sampai didepan pintu,kuhirup nafas dalam dalam,berharap semua akan baik baik saja
masuk kedalam,aku tidak mendengar apapaun,mungkin mereka sedang iatrirahat dari aktivitasnya
"darimana dek..."
suara bang arka mengagetkanku
"beli makan bang" jawabku
aku langsung berlalu dari bang arka yang mempunyai bau yang aneh,seperti anyir dan sedikit pesing
diapun langsung masuk kamarnya
samar samar kudengar wanita itu merajuk
dibilangin dia sudah gede ngapain sih kamu sekuatir itu,anak sma seperti dia,cukup kamu kasih uang saku,juga akan diam,nggak usah kuatir berlebihanlah...
sampai ninggalin aku hanya untuk mencari dia,berlebihan banget sih"
gerutunya,...oh berarti tadi bang arka sempat mengkhwatirkanku,dan meninggalkan perempuan itu?
"ini sudah malam,dia keluar lama kan tadi,kamu juga dengar,kalau ada apa apa,aku yang bertanggung jawab disini"
"sudahlah...layani aku lagi..."
iti suara bang arka...
akupun langsung menutup kupingku,karna aku yakin sebentar lagi akan ada suara suara gila itu
pagi menyapa dengan indahnya,dan seperti biasa aku melakukan rutinitasku
keluar kamar,kulihat bang arka sudah siap akan pergi kekantor,dia tersenyum melihatku
"sarapan dulu dek,abang beli kupat sayur ini"
dia dengan telaten menuangkan isi dari plastik itu,tapi dia hanya sendiri,mungkin wanita itu sudah pulang
"makasih bang..."
dia tersenyum dan mengangguk
"nanti malam abang pulang agak telat ya...mungkin jam delapan atau sembilan baru pulang,kamu beli makan diluar ya..."
__ADS_1
katanya sambil menyodorkan dua lembaran merah untukku
aku mengangguk dan segera menghabiskan sarapanku dulu,kulihat hp ternyata rendi nggak bisa jemput,karna dia ngggk sekolah katanya,sedikit demam katannya
halah paling ada ulangan matematika
akupun kesekolah mengendari mobil sendiri
tapi pulang nanti aku tidak menjenguk rendi,yang katanya demam itu,karna kuyakin disana sudah banyak teman teman yang main game bareng dirumahnya
dia selalu begini sebulan sekali
pulang sekolah akhirnya aku mampir ketoko kue ibu,sudah sebulan ini aku tidak melihat beliau ..ah aku rindu ibuku
"assalammualaikum"
"walaikumsalam"
aku langsung menghambur kepelukan ibu,tapi tidak menangis sama sekali
dari dulu aku memang sangat dekat dengan ayah,ibu yang sibuk mengembangkan toko kuenya,membuat masa kecilku sering dititipkan ibunya rendi yang memang ibu rumah tangga,dan akan dijemput ayah ketika pulang kerja
bahkan yang mengurusi semua keperluanku adalah ayah...dari aku bangun tidur,hingga aku tertidur lagi
dulu ayah masih karyawan biasa,jadi tidak banyak punya lemburan,selalu jam empat sudah dirumah,dan menemaniku sampai aku tertidur
kalau ibu,aku hanya akan melihat ibu jika hari minggu saja,itupun jika aku tidak bangun kesiangan,ibu sangat sibuk membuat roti roti,karna dulu belum punya karyawan,jadi semua dikerjakan sendiri
aku memaklumi itu,sedangkan kalau ada acara apa apa disekolah,ibunya rendi yang akan mewakili...
seperti mengambil rapot,atau sedang ada acara apapun,ibunya rendilah yang menjadi waliku
puas membantu ibu membuat roti,kuputuskan untuk pulang,karna memang sudah jam tujuh
"bu...aku pulang ya"
"ya hati hati,kamu bawa roti untuk arka kan"
aku mengangguk karna memang aku membawa roti satu kresek kecil untuk kubawa pulang
jika biasanya aku hanya membawa roti tawar saja,karna aku memang pecinta roti tawar,kali ini aku bawa roti yang beraneka
sampai diapartemen jam menunjukkuan angka delapan,akupun langsung bergegas naik lift,sampai depan apartemen aku langsung masukkan kartu
samar samar kudengar suara rachel yang berteriak dan suara geraman
karna penasaran aku melangkah kekamar bang arka,yang pintunya tidak tertutup sempurna
kulihat dengan jelas,jika bang arka sedang bermain dengan rachel dari belakang tapi bang arka memegang seperti tali
lima menit aku mengamati ternyata bang arka bermain dengan tangannya menyabet tubuh rachel dengan tali itu,dan tak hentinya dia menjambak rachel,hingga rachel terus bertiak tapi juga mendesah
tapi sebentar...kulihat tidak hanya bang arka yang sedang bermain,karna tangan rachel juga memainkan itu,dan mulutnya juga disumpal dengan itu
oh astaga,ternyata dia bermain dengan tiga pria....
"res.....
seketika aku menoleh oleh suara yang dipintu masuk...
__ADS_1
"om............