
hotel sadewa
kami sampai dihotel ini pukul dua belas pas,karna aku dan ibu harus mampir ke salon untuk perawatan seluruh badan
dari ujung kaki hingga ujung kepala,bahkan ketek juga tidak terlewat
keluar salon memang menjadi sangat segar,bahkan sangat fresh
aku langsung dibawa ke salah satu kamar oleh ibu,katanya tukang rias sudah datang
dan tepat jam dua siang,aku dibawa ke aula hotel untuk ijab kobul
aku didudukkan didekat bang arka,kulihat bang arka hanya tersenyum,sambil berbisik
"cantik banget adik abang"
aku tertunduk dengan muka memerah
dan.....
dengan satu tarikan nafas,aku sudah sah jadi istrinya,,,salah...jadi istri bohongan
bang arka mengenalkan aku pada rekan bisnisnya,bahkan dia tidak canggung merangkul pinggangku
aku yang mulai jenuh karna tidak ngerti pembicaraan mereka,jadi menyingkir
kucari rendi,tapi tidak ketemu juga,apa dia tidak datang ya?aku bahkan tidak mengundang teman teman sekolahku
dan sialnya aku hanya punya rendi sebagai sahabatku
aku bingung harus apa,mana tidak kenal siapa siapa...keluargaku sibuk dengan orang yang dikenalnya,bahkan ayah hanya anak tunggal dengan nenek kakek sudah tidak ada,dan ibu hanya punya kakak yang sedang diluar negeri,beliau guru,yang tidak memungkinkan ambil cuti di hari belajar,
dengan keluarga yang lain aku kurang akrab,karna memang aku ini jarang bertemu,bahkan kami bertemu hanya pas lebaran saja,itupun hanya say hay
tadi sempat di temenin adik dari kakek tapi dia ketoilet
akupun duduk dimeja paling pojok,karna kulihat bang arka sibuk bicara dengan teman temannya,ayah ibuku juga begitu,....
"kemana arka?" aku mendongak yang ternyata om hamka yang mengahmpiriku
"itu....."tunjukku tanpa suara dengan daguku
"anak itu,malah sibuk dengan teman temannya,istrinya malah ditinggal"
kulihat om hamka ingin menghampiri bang arka,dan langsung kutahan tangannya
"biarkan saja om" kataku dengan tersenyum
" kuharap kamu bisa memisahkan arka dengan anita" kata om hamka lagi
"semoga saja om..." kataku malas,karna aku juga tidak berniat memisahkan mereka
aku menikah juga karna keuntungan diriku sendiri
tak lama bang arka datang,dan meminta ijin pada om hamka,akan membawaku ke pelaminan karna sebagian orang mau pamit pulang katanya
cukup pegal kurasakan,bahkan sekarang aku bertelanjang kaki,karna tidak kuat dengan sepatu tinggi itu
akhirnya jam sepuluh semua sudah selesai,aku dan bang arkapun masuk kamar untuk istirahat....
ah leganya.....
"aku mandi duluan ya bang"kataku dengan bang arka yang sibuk memainkan ponselnya
__ADS_1
"eh,aku duluan ya dek,karna anita di kamar sebelah,aku akan kekamarnya"
dia nyelonong saja kekamar mandi
wah...apa aku akan langsung jadi istri tua?
setelah selesai kulihat bang arka langsung memakai baju,dan kulihat dia memasukkan bungkusan kecil
aku tidak bego bego banget,kan di allafmid juga dipajang dirak paling depan
"abang kekamar anita ya,kamu baik baik istirahat"
aku mengangguk tidak peduli,karna memang aku tidak peduli
selesai mandi kulihat bang arka dan anita dikamar ini,lah bukannya dia bilang mau kekamar sebelah?
"dek maaf,kita tidur disini ya,ternyata papa tau ada nama anita yang check in,jadi anita kusuruh tidur disini,nggak papa nanti abang tidur disofa" kata bang arka sambil memohon
"ya udah bang,mau gimana lagi,terus kamarnya kosong?" tanyaku basa basi
"iya aku kosongin,beruntung tadi lewat kamar papa lagi tlp pak rudi,dan mendengar jika papa menyuruh pak rudi untuk mengecek kamar sebelah" katanya masih sambil ngos ngosan mungkin tadi panik dan berlari
kasihan juga,segitu cintanya bang arka sampai menentang om hamka,padahal jika dilihat lihat,anita ini wajahnya biasa saja
tidak cantik banget,juga tidak seksi banget,tapi mungkin fashionable
"aku tidur dulu bang....capek banget"
dia menggaguk dan tersenyum
sedangkan anita masih setia bergelendot manja dilengan bang arka
akupun langsung terpejam,tapi belum terlelap kealam mimpi,hanya serasa mimpi dan nyata,tapi belum lupa
samar samar kudengar
"yang...kamu kalau lagi itu berisik minta ampun,nanti resa dengar,kita lakukan besok saja ya" sepertinya bang arka menolak
hening sekitar lima menit,tak lama kudengar bang arka menggeram,kubuka mata sedikit,aku bahkan terkejut ternyata anita sedang mencumbu punya bang arka
dan kulihat bang arka sangat menikmati sambil memegang kepala anita
gila sangat gila...
tak lama kudengar suara ******* yang nyaring...tapi hanya sebentar,lalu hanya suara seprti orang berteriak tapi ditahan
penasaran akupun mengintip lagi,ternyata anita sedang bermain dengan bang arka yang duduk disofa,sambil membekap mulut anita
tapi mungkin aku yang terlalu lelah,aku jadi tidak peduli dan terlelap begitu saja
sekitar jam dua,aku terbangun lagi karna suara berisik ******* didepan tv
tidak sengaja mataku terbuka begitu saja,dan melihat anita sedang bermain diatas bang arka yang telentang di karpet berbulu itu,bahkan dengan suara yang nyaring terdengar
bang arka hanya diam menikmati
dan membiarkan anita berbuat semaunya
tak lama kudengar anita melengguh panjang dan ambruk dibadan bang arka
bang arka langsung membalikkan badan anita,dan meneruskan kegiatan mereka
aku tidak tau lagi,apa yang dilakukan dua orang itu,karna kuputuskan memakai handset yang kutaruh di samping bantalku
__ADS_1
aku memang sudah memperkirakan ini,jadi semalam setelah tau anita dikamar ini,aku menaruh handset disebelah bantalku
aku bangun jam enam pagi,karna kebelet pengen pipis,tapi kudengar dikamar mandi
bang arka dan anita sedang bicara
"mas...sekali lagi ya...kamu hanya perlu menikmati seperti biasa,aku yang akan bekerja"
ucap anita mendayu dayu
"yang...udah...besok lagi ya..aku takut resa bangun,ini sudah pagi"
"alah...anak itu kecapekkan,pasti belum bangun juga...aku mau sekali lagi"
tak lama kudengar bang arka menggeram
ah mungkin seperti tadi malam
akhirnya kuputuskan kekamar ibu saja,karna aku sudah tidak tahan lagi
tok tok tok
"ibu..........!!!!!"
"ibu..........!!!!!"
"ibu..........!!!!!"
ceklek
"anak ini,sudah nikah masih kayak gini"
omel ibu tapi aku tidak peduli,,aku berlari kekamar mandi,karna benar benar sudah tidak tahan lagi
keluar kamar mandi kulihat ayah sedang minum kopi sambil melihat tv,ayah dan ibu memang punya kebiasaan minum kopi setelah subuh
"kamarmu nggak ada kamar mandi?" tanya ayah sambil menyesap kopi
"dipakai bang arka"jawabku sambil meminta kopi yang sudah tadi ayah minum
"hmmmm...ya sudah,cepat kembali kekamarmu,siapkan baju untuk arka,sekarang kamu ini sudah jadi seorang istri" kata ayah lagi
andai ayah tau dikamar mandi bang arya lagi aye aye ma istri mudanya
hiks bahkan baru jadi istri,sudah dikasih madu saja
akupun berjalan keluar dari kamar ayah ibuku ini,dan menuju kamarku
"ini anak kebiasaan,kopi baru tak srutup sekali sudah dihabiskan" gerutu ayahku yang masih kudengar
aku hanya tersenyum,entah kenapa minuman sisa ayah itu enak banget,ngalahin kopi dicafe deh pokoknya
sampai didepan kamar,pintu sudah terbuka lebar
kudengar ada perempuan menangis
aku langsung masuk kedalam,dan kulihat om hamka berkacak pinggang,didepan bang arka yang sedang duduk menunduk
dan anita yang menangis didepan kamar mandi,bahkan tubuhnya hanya ditutup oleh handuk saja
bagaimana om hamka tau....?
"ini semua gara gara kamu…!!!"
__ADS_1
tunjuk anita padaku....
"maksudmu?"…………