Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
bab15


__ADS_3

ini sudah satu minggu bang arka dirawat


beruntung bang arka langsung dibawa kemari,hingga dia cepat mendapat pertolongan,dan tidak mengeluarkan banyak darah


hanya bibi yang menemani,om hamka tidak pernah terlihat batang hidungnya,


terkadang bibi bergantian denganku


"apa papa tidak kesini dek?" tanya bang arka yang hari ini sudah boleh pulang


dia pingsan selama lima jam,dan setelah sadar,dia langsung bertanya papanya,


anehnya orang tua om hamka yang tak lain adalah oma opanya bang arkapun tidak datang kesini,apa mungkin om hamka tidak memberitahu?


ah entahlah bagaimana tentang keluarga om hamka


aku menggeleng,sambil tetap merapikan baju baju yang akan dibawa pulang,bibi sibuk merapikan barang barang lain


kulihat bang arka sangat kecewa tapi ini memang salahnya


walaupun om hamka tidak datang,tapi ia menempatkan bang arka diruang vvip,dan semua biaya sudah dibayar om hamka


semenjak kejadian itu,ayah selalu minta maaf padaku,dan ibupun sama


kubilang sudah tidak apa,karna sudah terjadi,ya mau bagaimana lagi? aku sudah sah jadi istrinya,secara agama dan negara lagi,mau tidak mau aku harus menjalani


kami pulang naik taksi,tapi bang arka mendapat pesan dari om hamka bahwa kami tidak boleh pulang kerumah om hamka,kami langsung disuruh pulang keapartemen miliknya


kulihat bang arka semakin tertunduk dan dia seperti menangis,mungkin menyesali yang telah terjadi


sampai di apartemen,bibi langsung pamit pulang,karna katanya dia dipesenin om hamka tidak usah lama lama disini,dengan terpaksa bibipun pulang,walau ia memandang bang arka seperti tidak tega


bibi adalah orang yang berjasa dengan bang arka,sedari kecil bibilah yang merawat bang arka,bahkan sampai dirinya sedewasa ini,tapi tetap diawasi oleh orang tua om hamka bahkan yang kutau,bang arka serumah dengan om hamka setelah bekerja di kantor om hamka

__ADS_1


karna dirumah om hamka tidak ada pembantu,maka dari itu sibibi ikut


bibi tidak punya keluarga,dia diceraikan suaminya setelah dirinya divonis mandul


dan pergi kekota,hingga dirinya bertemu dengan omanya bang arka


saat itu bang arka baru saja di tinggal mamanya,jadilah omanya bang arka menawari pekerjaan merawat bang arka,karna memang bibi sudah dua hari di stasiun tanpa arah tujuan,jadinya dirinya menerima tawaran itu,dan siapa yang menyangka sampai sekarang


diusia yang ketiga tahun bibi menikah dengan mamang sopir pribadi opanya bang arka,mereka sama sama ditinggalkan pasangan karna sama sama divonis mandul


oleh dokter


itulah cerita bibi saat dirumah sakit


"dek,abang belum bisa kasih uang saku buat adek ya...maaf karna uang abang habis kemarin dibuat anita membeli apartemen"


ujar bang arka dengan raut menyesal


"nggak papa bang,aku masih dikasih ayah ko" jawabku yang memang masih dijatah ayah


"bagaimanapun arka sudah jadi suamimu,dia sedang dirumah sakit,tidak ada yang merawatnya,mungkin hanya bibi yang disana,pergilah gantian dengan bibi,kasihan juga bibi jika tidak ada yang mengganti,om hamka masih sangat marah, jadi kamu turunkan egomu dulu,rawat suamimu,ibu juga kecewa dengan kelakuan arka,tapi saat ini bukan saatnya marah,nanti kita bicarakan setelah arka sehat"


nasehat ibu waktu itu


dan setiap pulang sekolah aku langsung kerumah sakit,kadang juga ditemani rendi


kami bergantian menjaga bang arka


"dek...kalau nanti abang dipindahkan kecabang desa gimana dek?sebenarnya bukan desa banget sih,tapi tidak seperti disini,yang banyak mall besar" katanya sambil melihatku


aku juga bingung harus menjawab apa,karna aku tidak mungkin ikut bang arka kedesa,aku masih sekolah,belum lagi pernikahan kami yang bukan seperti pernikahan pada umumnya


"aku nggak tau bang"jawabku jujur

__ADS_1


dia diam setelah mendengar jawabanku


dia seperti menerawang dengan penuh penyesalan,bahkan tak jarang kudengar bang arka menangis dalam diam


"sudah pasti kamu menolak,setelah apa yang kulakukan padamu,mungkin kamu tidak peduli,aku seperti binantang yang memadu kasih di depan istri sendiri,walaupun kita tidak menginginkan pernikahan ini,setidaknya aku bisa menjaga kesucian pernikahan yang kita jalani,harusnya aku bisa menahan anita, agar dia tidak masuk kamar kita,harusnya aku biarkan dia pergi,setelah papa tau keberadaan anita,harusnya aku bisa menahan diriku untuk tidak mesum disampingmu,harusnya aku menunggu besok malamnya,karna rencana kami akan menikah besoknya setelah pernikahan kita,tapi....aku sedikit bersyukur dengan kejadian ini,aku bahkan menjadi tau seburuk itu anita,selama ini aku menutup telingaku jika papa membicarakan anita,kupikir anita yang benar,papa sakit hati karna dulu anita menolaknya tapi setelah ayah dan ibumu juga memberi kesaksian tentang anita,aku percaya,bahwa ternyata selama ini aku bodoh,bahkan setiap minggu anita meminta uang akupun memberinya,karna jika tidak aku kasih,dia mengancam tidak akan menservisku,padahal setiap bertemu, dia yang menyerangku duluan,aku hanya menikmati,dia yang bekerja hingga selesai,dia mengajariku bercinta,bahkan dari pertama kami berkencan,dia juga mengajariku menilep uang perusahaan,dan masalahnya ada disitu,jika sampai anita mengadu pada papa tentang aku yang menilep uang,sudah pasti papa akan marah besar padaku,bahkan aku sampai memfitnah pak rudi yang melakukannya,dengan bantuan anita,aku bisa menjebak pak rudi,pak rudi saat itu memang sedang membutuhkan uang untuk biaya operasi istrinya,bahkan setiap sebulan sekali pak rudi harus membawa putrinya kerumah sakit untuk kemoterapi,karna putrinya mengalami kecelakaan saat akan pergi kesekolah.....jadi aku memanfaatkan situasi itu,dan merancang seakan akan uang perusahaan mengalir ke rekening pak rudi,padahal pak rudi tidak tau apa apa,aku merasa bodoh sangat bodoh,aku dikendalikan anita dengan leluasa,bahkan dia seperti mengendalikan hidupku"


dia menangis tergugu


aku hanya diam terpaku,aku tidak menyangka,bahwa anita sejahat itu,bahkan laki laki didepanku ini lebih jahat lagi,lalu bagaimana dengan keluarga pak rudi?


ya allah,bahkan membayangkannya saja aku tidak mampu


"lalu bagaimana dengan istri dan anaknya pak rudi,bukankah pak rudi dipenjara?"


tidak tahan penasaran,akhirnya aku bertanya juga


"istri pak rudi meninggal,setelah pak rudi seminggu dipenjara,dan anaknya di bawa adik dari pak rudi ke jawa barat" jawabnya sambil menerawang langit langit kamar


"aku jahat dek,sangat jahat,tapi kumohon bertahan sebentar saja denganku dek,aku hanya punya kamu,papa sudah marah padaku,oma opa juga mungkin jika tau akan marah padaku,tapi selama ini papa tidak memberi tau oma dan opa karna saat ini opa dan oma sedang di amerika karna oma menderita kanker otak,dan opa menemaninya,aku yakin jika tau semua ini,mereka akan sangat marah padaku"


"huffftttt....."dia menghela nafas panjang


"dek....aku mohon temani aku,aku tidak akan menyentuhmu atau mengkasarimu,aku butuh kamu sebagai adekku sebagai temanku,aku butuh dukunganmu dan aku butuh teman bicara agar aku bisa lupa dengan semua masalah ini"


dia memandangku dengan iba,seakan hanya tersisa aku yang disampingnya


akhirnya aku mengangguk karna tidak tega juga


"nanti aku ngomong dulu ma ayah dan ibu bang...semoga mereka mengijinkan"


kataku lagi....


aku tau hakku sekarang di bang arka,tapi kejadian kemarin membuat orang tuaku sangat kuatir,aku harus diskusikan dulu dengan ayah dan ibuku

__ADS_1


bagaimanapun pendapat mereka adalah utama untukku


__ADS_2