
Aku diam mematung,jadi stevi mengulur waktuku,untuk menyelamatkanku?
Dia mempunyai firasat yang tidak baik,tapi karna dia anak kecil,hingga hanya menagis dan merengek mengulur ulur waktuku, saat tau aku tidak jadi naik kereta,dia langsung tidak histeris lagi,dan dengan gampangnya kami membujuknya
Kuucapkan beribu terimakasih pada steviku,adik yang memang sudah seperti anakku,dia memang sangat dekat denganku,bahkan akulah yang mengadzaninya,karna waktu itu ayah menolak bertemu dengan gadis cantik itu
Bahkan di usia delapan bulan,dia sudah tidur denganku,karna ibu yang melahirkan,dan ayah masih belum menerima kenyataan,aku bahkan dulu sering terlambat kuliah,karna harus begadang untuk stevi,beruntunglah aku lulus tepat waktu,hingga tidak mengulang
Mengambil pengasuh baru seminggu, dapat orang tidak baik,pengasuh itu menjejali stevi dengan makanan saat dia sedang menangis,beruntung saat itu aku melihat,dan aku langsung memecatnya
Alhasil aku mengasuh sendiri stevi,hanya saat kuliah aku menitipkan stevi dipenitipan anak,dan akan mengambilnya saat sore hari tiba,stevi yang manis dan jarang rewel,malampun dia hanya menangis ketika meminta susu saja,ketika sudah diberikan susu dia akan langsung tidur lagi
Sebenarnya ibu bisa saja membantuku mengawasi stevi jika mengambil pengasuh lagi,karna adikku juga sudah berumur empat bulan,tapi ayah melarang dengan tegas,bahkam ayah selalu meminta stevi dibawa kepanti asuhan saja,karna ayah masih terus menolal kenyataan
Hingga Stevi berumur dua tahun,dan saat itu Stevi jatuh dari tangga,dan kepalanya bocor,sehingga mmebutuhkan banyak darah,dan hanya ayah yang cocok dengan darahnya,aku mengikuti darah ibu,ayah yang saat itu gentol ingin melakukan DNA mengurungkan niatnya,dan menyumbangkan darahnya
Sejak saat itu ayah yang dulu tidak peduli,ayah yang dulu sangat cuek,ayah yang dulu tidak memandang Stevi,menjadi ayah yang sangat perhatian pada Stevi,dan sangat menyayanginya,bahkan beliau terkadang membawa kekantor,jika aku sedang kuliah
Dan sejak saat itu,Stevi tidur dengan ayah beserta adikku Fedrik,tapi karna memang sudah sangat dekat denganku,Stevi masih terkadang tidur denganku
Akhirnya jam empat aku sudah sampai semarang,dan aku sudah dijemput oleh sopir perusahaan,segera ku telpon adikku itu,dan dengan riang gembira,dia membuat daftar keinginan nanti ketika aku pulang
1 Boneka barbie
2 Baju doraemon buat bobo
3 Baju princes
4 Mahkota princes
5 Sepatu kaca
6 Tas princes
__ADS_1
Dia memang pintar menulis,karna ibu memasukkan sekolah diumur empat tahun
Aku hanya tersenyum membacanya,dan segera bergegas mandi
Makan malam aku hanya harus kelantai satu,disana tersedia restoran dengan aneka makanan dari beberapa negara,dan aku memilih makanan malaysia,entah kenapa aku sangat ingin makan laksa dan minum teh tarik
Sedang enak enak makan,aku dihampiri seorang gadis yang mungkin berasal dari malaysia juga,karna dari bahasanya dan wajahnya yang seperti orang china
"boleh i duduk kat sini?"
Dia bertanya,karna memang kursi semua sudah penuh,dan hanya tersisa kursi kosong didepanku,akupun mengangguk
"u kerje kat sini ke?"
dia memulai pembicaraan yang mungkin untuk melengkapi kesunyian kami
"tak...saye ade kerje je...saye punye perusahaan ada kat jakarta sane"
Beruntung Stevi melototin upin ipin terus,jadilah aku ikut ikutan,laksa ini juga aku makan karna dari serial kartun itu aku tau,sepertinya sangat enak,dan ternyata memang sangat enak,bahkan jika perutku karet seperti Resa,aku akan nambah lagi
akupun hanya beroh ria tanpa suara
Akupun akhirnya pamit undur diri dulu,karna memang makanan sudah habis,jika aku memesan laksa,perempuan itu memesan gado gado,kami seperti menukar menu antar negara,dia bilang setiap keindonesia dia akan memesan gado gado,karna katanya sangat enak dan pas dilidahnya,jika tidak gado gado dia akan memesan nasi padang,karna menurutnya rasanya sangat gurih dan seperti rasa nano nano,manis asem asin mungkin hahahaha
Paginya aku segera siap siap,untuk ketempat survei,yang akan dibangun sebuah supermarket,tapi sebelum kekantor aku sarapan dulu di warung gudeg tengah jalan,untuk mengisi perutku,mengingat pekerjaanku yang dibawah matahari,jadi aku harus mengisi perutku agar kenyang sampai siang
Jam delapan aku sudah sampai tempat itu,dan kulihat ternyata wanita itu juga berada disini,perusahaanku memang anak cabang dari perusahaan malaysia,bahkan bos besarpun berasal dari malaysia,tapi istrinya konon orang jakarta
"jumpe lagi..."
Sapa dia dengan tersenyum
"ya"
__ADS_1
Kamipun akhirnya berjalan bersama,untuk segera mensurvei tempat ini,san selama tiga hari kami menjadi snagat dekat,bahkan kami selalu bersama,karna ternyata fia juga menginap dihotel yang sama denganku,bahkan satu lantai,hanya berbeda kamar saja
Kami juga sudah bertukar nomor telepon,dan sering mengirim pesan,bahkan karna ini hari terakhir,kuajak dia jalan jalan keliling semarang,dia berkata setiap sebulan sekali,dia akan ditugaskan kesini,untuk mengecek semua swalayan yang berada di sini,tapi semua berada di jakarta,dan baru sekarang dia kesemarang
Ternyata dia adalah,sekertaris dari bos besar,pantas saja dia dipercaya seperti itu,bahkan katanya dia sudah mengabdi di nos besar selama sepuluh tahun,dia hanya lulusan s1,tapi karna dia masih kerabat bos,dan sedari kecil diurus oleh bos,jadi dia dipercaya masuk perusahaan,katanya juga,dulunya dirinya hanya pegawai biasa,tapi melihat kemampuan yang dia miliki,akhirnya bos mengangkat dia menjadi sekertaris,bahkan saat keluar kota dia akan diberi kepercayaan seraus persen
Kami berjalan jalan sampai kesimpang lima,dan kami mengobrol banyak disana
drttttttt .....
Tiba tiba saja ponselku berdering,dan setelah kubuka ternyata dari ponsel ayah,yang mungkin itu adalah Stevi,memgingat semalam aku pulang sangat larut,dan aku tidak menelponnya
segera kugeser tombol hijau dari kiri kekanan
"hallo assalammualaikum"
(walaikumsalam...Ayah.......!!!)
Suaranya sudah snagat memekik,dan aku hanya tersenyum simpul,segera kumatikan dan aku segera menekan tombol wea untuk video call,aku bahkan lupa jika ada orang disampingku
Kami asik mengobrol hingga setengah jam lamanya,dan segera kuakhiri dengan salam,ketika aku sadar jika aku sedang mengajak perempuan untuk jalan jalan
"Maaf"
Kataku sambil tersenyum padanya
Tapi dia hanya melihatku seperti keheranan,dan dahi yang mengekrut dalam
"awak sudah ada anak?"
aku geleng geleng secara reflek,karna aku merasa belum memiliki anak
tiba tiba dia berdiri dan langsung menamparku,setelah kubilang ingin dekat denganya dan lebih mengenalnya lagi
__ADS_1
Tanpa kata,dia langsung berlalu,barulah aku sadar,jika dari tadi Stevi tak henti hentinya memanghil aku ayah
Aku hanya menepuk jidatku karna lupa