Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
malam pertama


__ADS_3

"malam ini,layani om ya...om ingin segera punya anak...."


aku mengangguk malu,dan dengan sengaja memandang tengah celananya


oh ya ampun....mau mau mau....


acara berlangsung dengan lancar,walau hanya ada keluarga dan tetangga dekat saja yang datang,tapi suasana sangat meriah,apalagi ayah mendatangkan mas andhika kangen band,lagu lagunya adalah kesukaanku,munafik jika aku bilang tidak suka,bagaimana mungkin orang tidak suka,tapi hapal semua lagu lagunya,apalagi ketika pas nyanyi terbang bersamaku...aku bahkan dibarisan depan menyanyi dengan kerasnya bersama rendi,tak lupa ketika lagu aku,kau dan dia kamipun melambai lambaikan tangan bak penggemar yang sedang nonton konser


jangan lupa ketika lagu yolanda,kami dengan hebohnya naik keatas panggung dan ikut bernyanyi bersama,dengan rok jarikku yang kunaikkan keatas agar memudahkan aku berjalan dan menari, beruntung ibu menyuruhku memakai leging


tak lupa juga ayah mengundang sheila on tujuh,yang bagiku adalah band terbaik sepanjang masa,band yang tetap menjadi nomor satu dihatiku,dulu dan kini,lagu lagunya yang tidak pernah mati,lagu lagunya yang sangat mudah dipahami,dan suara dari mamas duta yang sangat enak didengar,tapi berhubung mamasnya kalem dan sangat mengahayati bernyanyi,tidak seperti babang rindu yang jingkrak jingkrak,aku dan rendi hanya duduk menikmati suara khas sang penyanyi sambil terus tersenyum gembira


oh bahagianya malam ini,sang pujaan hati pulang langsung dinikahi,didatangkan babang tamvan,didatangkan mamas kalem,ya ampun,serasa hari ingin kuberhentikan disini saja,oh terimakasih pada ayah dan ibuku


jam sembilan tepat,merekapun berpamitan dan segera pulang,setelah mengucapkan selamat pada kami


mereka satu persatu memelukku,kulihat oma dan opa,eh ralat sekarang papa dan mama berkaca kaca dan memelukku erat


"selamat datang dikeluarga kami kembali sayang,mama harap kamu bahagia,dan bisa memberi obat pada hamka yang pernah terluka karna ulah mamanya arka"


aku hanya mengangguk dan bilang insyallah,dan giliran papanya om hamka yang memelukku,beliau tidak mengatakan apapun tapi beliau memberiku gelang yang sangat indah,berwarna putih


dengan tersenyum beliau memakaikan pada tanganku


"gelang yang cantik,untuk wanita yang cantik,segera beri papa cucu,dan tetaplah tersenyum seperti ini,lupakan masa lalu,dan raihlah masa depan,papa doakan selalu yang terbaik untukmu dan hamka"


"makasih pa..."


merekapun akhirnya pulang dengan mengendari mobil yang diparkir di halaman rumah tetangga,satu persatu menghilang dari pandangan


"gue bawa resa kehotel,gue nggak mau nginep disini"


om hamka menghampiri ayah dan ibu,setelah mereka baru saja menginjak teras,setelah mengantar para keluarga om hamka yang pulang,mereka memang mengantar sampai jalan,sambil mengobrol santai dengan orang tua om hamka


"loe jadi mantu,nggak ada sopan sopannya"

__ADS_1


ibu langsung saja menonyor kepala om hamka dengan terkikik


om hamka hanya tersenyum canggung,tapi ayah tetaplah ayah,beliau hanya diam tapi yang kutangkap beliau mengulum senyum


"kenapa nggak nginep disini saja?"


dengan tenang ayah bertanya,mungkin untuk mengusir kecanggungan diantara mereka


"gue nggak bisa disini,jujur gue canggung ma loe berdua,gue juga nggak tau mau nyebut loe berdua apa?"


sambil menggaruk kepala yang tidak gatal,om hamka bicara tanpa menatap kedua orang tuaku itu


"ya panggil kita ibu dan ayahlah,kan loe udah jadi mantu kita...gimana sih?"


ibu masih saja ngledek,sambil mengulum bibirnya,agar tidak ketawa


"ya bu...yah...aku bawa resa pergi ya...aku mau nginep dihotel,mau bulan madu juga,aku minta ayah juga urusi perusahaan dulu,karna aku mau bawa istriku ini bulan madu ke lombok"


dengan menaik turunkan alisnya om hamka bicara dengan sangat lembut sambil menatap ibu


ibu bahkan sudah membentak dan menggandeng tangan ayah,lebih tepatnya menyeret ayah masuk rumah,ayah hanya diam mengikuti ibu


hahahahahhahahaa


tawa om hamka pecah seketika,apalagi mendengar ibu yang membanting pintu dengan kerasnya


"pergi loe...dasar pedofil...udah tua nikahin anak gue yang masih bau kencur,pergi loe, apes bener dapat mantu seumuran"


siibu pake segala nongol lagi dipintu


jadilah om hamka terpingkal pingkal sampai memegangi perutnya


kamipun berlalu dengan om hamka yang masih saja ketawa,sambil menggenggam tanganku


jam sepuluh barulah kami dihotel yang sudah dipesan om hamka

__ADS_1


"aku mandi dulu ya om"


"om dulu ya...om ko gerah banget ini,lagian tadi om buru buru,jadi keringat semua"


"ya udah"


akupun akhirnya menyetel tivi untuk mengusir kebosanan,setengah jam kemudian om hamka baru keluar dengan handuk yang melilit dipinggangnya


aku sampai tidak berkedip,walau tidak ada roti sobek seperti dinovel novel,tapi itunya jelas terlihat sedang angguk angguk,karna handuk yang dia balut sedikit longgar,aku terus memperhatikan itunya,aku ini perempuan tapi mesumnya minta ampun


ya gimana lagi,aku sudah merasakannya,dan aku juga ingin merasakan lagi,normal nggak sih?


om hamka tersenyum dan berjalan menuju kearahku baru aku sadar setelah dia mencopot jilbabku,aku jadi malu kalau sampai ketahuan sedang memperhatikan itunya


"mandi dulu" dia berbisik tepat ditelingaku


aku mengangguk dan berjalan kearah kamar mandi sambil membayangkan itu terus,ck otak oh otak


setelah kubuka baju baru aku ingat,jika aku sedang datang bulan,tapi ini sudah hari kelima,harusnya sih sudah selesai,tapi tadi pagi masih ada sedikit


sambil terus berdoa semoga sudah selesai,semoga sudah selesai,aku melorotkan celanaku


dan........


alhamdulillah bersih gaess,bisa balik jungkir nanti,aku sangat penasaran dengan gaya kupu kupu


saat aku sudah selesai,samar samar kudengar ada orang yang mende**h dan itu suara perempuan,aku terbengong dan menjadi ingat dimalam pertamaku dengan bang arka,apa om hamka juga membawa perempuan?apa om hamka juga akan menghadirkan madu untukku?


berbagai pertanyaan memenuhi otakku,berbagai pikiran membuatku linglung,hingga aku harus bersender dulu di kamar mandi


aku harus menguatkan diri,jika ini terjadi lagi


aku mencoba pelan pelan keluar dari kamar mandi,suara itu semakin terdengar sangat jelas...suara pria dan wanita yang sedang memadu kasih dengan hebohnya


sampai aku didepan pintu,aku menganga melihat om hamka yang sedang....

__ADS_1


__ADS_2