
"ayah........."
"kau menggauli ibumu sendiri? menjijikkan....kalian seperti binatang"
ayah langsung berlalu pergi
dan bisa kulihat,ternyata para karyawan sedang menatap kearahku semua
kantorku bukan perusahaan yang besar,ruanganku masih satu lantai dengan karyawanku
akupun segera memakai kembali celanaku dan segera kususul ayah mertuaku itu...
"tunggu...kau menikah dengan putri yusuf?" tiba tiba saja tanganku dicekal oleh jeni,aku segera menghempaskan tangannya dan segera berlalu
aku tidak akan membiarkan resa meninggalkanku,jika sampai dia meninggalkanku,tamatlah aku
hilang kebebasanku
dan entah kenapa aku seperti tidak rela
aku tau,aku sangat menjijikkan,tapi aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri
sampai dibawah kulihat mobil ayah sudah keluar dari area parkir
sial.....benar benar sial
mana hari ini ada pelanggan bos kaya raya,yang menyewa jeni untuk diberikan kepada anak buahnya....
jika sampai gagal,aku juga bisa kehilangan kepercayaannya,dia menanam saham cukup besar diperusahaanku
tapi jika aku tidak pulang,sudah pasti ayah akan membawa resa pergi,aku tidak mau itu,yang aku mau saat pulang nanti kulihat resa yang sedang menungguku,dan jika aku bangun dari tidurku,kulihat resa disampingku
dia seperti obat dari segala lelahku
ah urusan jeni biar rachel yang handle,aku harus urus rumah tanggaku dulu,kembali otak encerku tiba tiba datang
segera aku meraih ponselku dan memberi arahan pada rachel,setelah rachel paham,baru kututup dan bergegas pulang
dengan kecepatan penuh aku menuju rumah oma opa,di teras kulihat mobil ayah,pasti dia disini
tapi juga ada mobil papa
__ADS_1
aku masuk dengan sangat terburu buru....
"res.......resa.....!!!" aku berteriak bahkan sata masih berada dipintu
"duduk....!!!" dengan tegas papa memerintahku
bahkan aku melihat diruang tamu sudah ada ayah,papa,oma,opa,resa dan om kenzo
kapan mereka pulang?
"papa sudah dengar,dari ayah mertuamu...kamu bermain dengan mamamu?"
aku menggangguk dan menunduk,bagaimana aku akan mengelak,karna ayah melihat dengan mata kepalanya sediri
"apa kau tidak punya otak? bagaimana mungkin kamu bisa bermain dengan ibu kandungmu sendiri,apa tidak ada perempuan lain atau bagaimana? dengan anita aku masih bisa mengerti,tapi ini dia ibu kandungmu sendiri,aku memindahkanmu ke rumah oma,agar kau bisa merubah sifatmu,tapi malah semakin menjadi,dimana kamu kemarin?"
akupun langsung memandang resa,tapi dia menggeleng pertanda dia juga tidak tau,kenapa papa bisa tau
"papa tau,karna tengah malam papa pulang kesini,karna paginya papa harus menjemput oma opamu di bandara,dari sini bandara lebih dekat,kau tau itu"
aku semakin menunduk dan terus berfikir,harus menjawab apa
"kau bukan bisu bukan"papa sudah sedikit membentakku
"bersama jeni?" dia melempar beberapa fotoku yang sedang bersama jeni
darimana dia tau,habislah aku....
"dia ibumu,jangan lupakan itu,apapun kesalahannya dia tetap ibumu,jika kamu membencinya mungkin oma bisa mengerti,tapi bagaimana mungkin kamu menjalin hubungan dengan ibu kandungmu sendiri?apa kamu tidak tau,jika kamu berhubungan dengannya,dari situ juga kamu lahir kedunia,apa kamu tidak bisa berfikir? oma benar benar kecewa padamu arka,mungkin oma yang salah mendidikmu,maafkan orang tua ini...maaf"
oma bahkan terisak pilu
aku yang terbiasa tidak pernah mengecewakan oma,menjadi sangat sakit,saat melihat dia menangis seperti ini,dulu...aku bahkan belajar sampai tengah malam hanya agar tetap mendapat juara satu,dan terus membuat opa oma bangga.
yah...aku memang badung,tapi jika tentang pelajaran aku tetap nomor satu,bahkan dari sd sampai sma aku mendapat beasiswa
kuliahpun aku selalu mencoba tetap mendapat nilai tertinggi,hingga opa dan oma terus bangga padaku,hingga perusahaan yang kupimpinpun maju terus,tapi yang mereka tidak tau aku sudah kecanduan *** dari aku smp,bahkan perusahaan maju karna setiap kerja sama aku menyodorkan perempuan…
dan kini,aku merasa sangat sakit hati,ketika oma tidak mau aku peluk,aku memang bejat oma,sangat bejat,maafkan aku
kelemahanku ada apa opa dan oma,bahkan papa menjadi nomor tiga
__ADS_1
oma dan opa bagai tiang dirumahku,mereka sangat berarti dalam hidupku
"aku minta kamu ceraikan resa sekarang!!!"
ayah memberi perintah yang tegas tapi tetap dengan gaya yang tenang
aku tersentak kaget,karna yang aku pikirkan akhirnya terjadi juga,ayah memintaku meninggalkan resa,gadis yang ingin aku lihat ketika pulang kerja,dan gadis yang ingin kulihat saat aku membuka mata
"aku nggak bisa yah...aku nggak bisa meninggalkan resa"aku menjawab sambil menunduk takut
"kalian menikah hanya secara agama,karna resa baru tujuh belas tahun dan belum mendapat surat nikah,jadi jika kalian bercerai cukup kamu ucapkan talak,aku tidak mau anakku hidup dengan laki laki sepertimu,dulu aku memakluminya karna dia adalah anita kekasihmu,mungkin kamu belum bisa melupakannya,aku memaklumi saja waktu itu,karna resa juga ngotot ingin memberimu kesempatan,tapi sekarang....setelah aku jelaskan panjang lebar,bahwa jeni adalah ibumu,tapi kau tetap menjalin hubungan dengannya,bahkan kalian seperti binatang...dan sekarang aku hanya ingin tanya....apa kau sudah menyentuh resa?apa kau juga begitu saat menyentuh putriku?" ayah memandangku dengan sangat intens
"apa maksudmu suf?" bukan aku yang menjawab,tapi papaku yang menyela ingin tau,mungkin maksudnya tentang sabuk itu
"aku melihat putramu bermain dengan jeni,dengan sabuk ditangan kanannya,sambil bermain dia sambil menghajar jeni,karna suara teriakan jeni jugalah aku mendobrak pintu ruang kerjanya,karna bawahannya tidak ada yang berani,mereka hanya mematung mendengarkan dari luar,kuatir ada yang tidak beres kuputuskan mendobrak pintu tapi ternyata dia yang sedang menyiksa ibunya dengan bermain dengannya"
papa memandangku,dengan raut yang sulit kuartikan
"benarkah?"
aku menunduk semakin dalam
"apa kau sudah menyentuh resa?" ayah menanyakan lagi tentang itu
aku menggeleng dengan pasti,jangankan menyentuh dia,menciumnya saja tidak kulakukan,aku hanya memeluknya saja
"aku belum menyentuh resa yah"
kudengar ayah mengehela nafas lega,mungkin sangat lega,karna putrinya belum kusentuh sama sekali
"sekarang ucapkan talak untuk putriku,aku ingin segera membawa dia pulang" kata ayah dengan nada yang biasa,beliau ini seperti tidak pernah marah,karna keadaan seperti inipun dia masih bisa lembut denganku
mungkin jika itu putri papaku,aku sudah babak belur dihajarnya,tapi ayah ...dia menghadapi semuanya dengan tenang,tapi justru membuatku semakin ketakutan
"yah....aku mau resa" dengan memohon dan bersujud dikakinya aku bicara sambil menitikkan airmata
entah kenapa aku sangat takut kehilangan resa,bahkan aku sudah sangat takut nanti tidur tidak ada resa disampingku
"ayah tidak akan membiarkan resa dengan pria sepertimu,bangunlah,ayah bukan tuhan yang harus kamu sembah" dengan tenang ayah bicara
"jika kamu menghormati ayah,maka segera talak putri ayah"
__ADS_1
dengan mengambil nafas dalam dalam akupun akan mengucapkan yang ayah inginkan,karna sudah percuma memohon walau aku tidak rela
"resa agarta mehendra mulai detik ini kau bukan istriku lagi,aku menalakmu dengan talak tiga sekaligus"