
pov resa
setelah kejadianku dengan rendi sore itu
seolah membuatku sedikit candu padanya,dan mungkin rendipun mulai merasakan hal yang sama denganku
ini bahkan sudah seminggu,sejak kejadian itu,setiap pulang sekolah kami melakukan itu lagi dan lagi
ayah ibu yang selalu pulang sore,membuat kami leluasa melakukannya...
jika tidak dirumahku,maka akan dirumahnya,kami tidak pernah absen barang sehari,bahkan jika sore kami tidak bisa melakukannya,maka malam harinya rendi akan menyelinap masuk kekamarku untuk melakukan itu.....
entah kenapa,jika sehari saja kami tidak bertemu,seakan tubuh kami blingsatan ingin mencari kepuasan
aku tidak mengerti dengan ini,aku hanya mau merasakan itu lagi dan lagi....
……🍀🍀🍀……
besok adalah hari pertunanganku dengan om arka,bahkan hari ini sepulang sekolah,ibu langsung menjemputku dan membawa aku kesalon langganannya
untuk diluluri dan disertai dengan perawatan seluruh tubuh,pulang dari salon ibu mengajakku ke dokter gigi untuk dibersihkan,kulihat ibu sangat antusias
bagaimana mungkin aku mampu menolak perjodohan ini,jika melihat ibu saja seantusias ini?
aku harus menyampingkan egoku,suka atau tidak,cinta atau tidak biarlah waktu yang akan membalasnya
toh jika memang kami berjodoh,bukankah akan tumbuh cinta diantara kami? pasrah saja,jalani saja,kupikir orang tua,tidak akan menjebloskan anaknya ke dalam kegelapan
setelah isya kami baru pulang,bahkan ayahpun sudah dirumah
"sudah selesai bu?" tanya ayah setelah aku dan ibu mengecup punggung tangannya
"sudah yah,lihat putri kita sudah sangat segar" jawab ibu sambil melihatku dengan tersenyum lebar
"iya sudah cantik,kalian sudah makan?" tanya ayah,sambil masuk kedalam rumah
"tadi kami makan dirumah padang yah,ayah sudah makan?" tanya ibu yang kini mendudukkan bokongnya disofa
"ayah sudah,tadi beli pecel lele" jawab ayah sambil mengelus rambut ibu
mereka memang pasangan yang romantis,bahkan sangat romantis,mereka tidak pernah bertengkar,atau mungkin aku yang tidak mendengarnya
bahkan ibu selalu menunggu ayah pulang kerja,walau ayah kadang lembur dan pulang tengah malam
kata ibu,mereka sudah pacaran dari smp,bahkan mereka menikah setelah lulus sma,tapi tuhan baru memberi aku setelah umur pernikahan mereka yang ke enam
tapi ibu bilang selalu bersyukur,karna aku lahir setelah ayah sudah bekerja,tidak tau jika aku lahir dari ayah masih kuliah,keluarga kami bukan keluarga kaya, bahkan saat itu ayah kuliah sambil bekerja bangunan dan ibu membuka toko,tapi toko belum sebesar ini,dan hanya ada satu toko saja,itupun masih menyewa
kehidupan dulu katanya pahit,tapi beruntung aku lahir setelah toko ibu besar dan ayah sudah diterima di perusahaan kakeknya om arka
"kamu istirahat res,besok ingat setelah subuh,boleh tidur lagi,tapi bangun jam sembilan,kamu ini kalau hari minggu kalau belum dhuhur belum bangun"kata ibu mewanti wantiku
yah memang kebiasaanku kalau malam minggu akan maraton nonton drama
karna hari biasa aku tidak menontonya
"ya bu"akupun beranjak kekamar,dan meraih hpku
ternyata ada pesan dari rendi yang belum kubuka dari tadi sore
__ADS_1
(res,dimana?)
(udah selesai belum?)
(ketemuan yuk,ayah ibuku pulang malam)
(astaga aku lupa kamu besok tunangan)
(res woy.....)
(yah nggak dibales)
aku terkikik sendiri membacanya
akupun membalasnya
(baru pulang aku)
ting,...eh dia langsung membalasnya
(nanti aku nyelinap ya....pengen nih pegang apel kembar,tadi ayah ngabari akan pulang siang,nanti langsung keacara pertunanganmu)
sialan dikata apel kembar...
tapi tak urung juga aku tersenyum
"ok"
jam sembilan rendi sudah ngabari kalau sudah ada disamping jendela kamarku
akupun langsung membukanya,dia tersenyum dan langsung loncat kedalam
"aku mau kunci pintu dulu" kataku sambil berbisik
dia mengangguk dan melepaskan tanganya
setelah mengunci pintu kami melanjutkan aktivitas kami yang tertunda,berciuman dengan panas,tangan yang tidak diam
terus dan terus meremas apa yang bisa diraih,bahkan aku sudah memegang adiknya yang sudah tegak itu
dia langsung melepas pakaiannya dan membantuku melepas semua pakainku,hingga kami sudah toples
dia membopongku naik keranjang dengan terus berciuman dengan panas
dia menciumku terus dan terus kebawah hingga dikedua pangkal pahaku
"shhhhhhhh...ahhhh ren....ahhhhh"
hanya itu yang terucap terus terucap dari bibirku,hingga tubuhku menegang dan tidak sengaja menekan kepala rendi
rendi tersenyum padaku yang sudah lemas tak berdaya
diapun naik keatas dan bermain didadaku dengan cara menghimpit adik kecilnya didadaku
kubiarkan dia terus melakukan itu hingga dia semakin mempercepat gerakannya....
ah cairan itu bahkan mengenai wajahku
dia langsung bangkit dan meraih tisu untuk membersihkan cairan dileher dan mukaku
__ADS_1
"res,aku tadi beli alat,yang katanya sih bisa memuaskan wanita,nah lihat ini"
katanya sambil menunjukkan sesuatu berwarna pink kecil tapi ada kabel yang menempel
"ini apa ren...aku nggak tau gunainnya" kataku yang memang baru pertama melihat itu
"katanya sih ini dimasukkan ke lubangmu,tapi tidak akan merobek selaput daramu ko,dia hanya akan bergerak gerak bermain didalam sana jika kita menekan remot kontrol ini" jawab rendi
"kita coba ya"
aku mengangguk
dia memasukkan alat kecil itu,biarpun sedikit tidak nyaman karna mengganjal dan baru pertama dimasuki tapi aku merasakan kenikmatan yang lebih dari lidahnya rendi,
bahkan aku terus mengerang nikmat,sambil memegang kepala rendi yang asik menyusu
gila ini gila,kenapa bisa senikmat ini,bahkan aku sampai merem melek dan menutup mulutku,karna takut ayah atau ibu bisa dengar,walaupun kutau mereka tidur diatas.....
karna rendi juga aku jadi sering tidur dikamar tamu,agar memudahkan rendi masuk jendela,karna kamarku juga berada diatas
setelah sekian menit tubuhku menegang lagi,dan ahhh...........ini benar benar nikmat
"enak banget ya? sampai merem melek kamu"ledek rendi yang melihatku lemas ditempat tidur
aku hanya mendengus sebal karna ledekannya itu
"lihatlah aku juga membeli ini untukku,ini alat untuk kumasuki adik kecilku,lalu kutekan ini,maka dia akan terus memijit dan memijit hingga aku melayang tinggi...." dia memperlihatkan alat yang seperti botol tapi dimulut botol itu seperti ******** wanita
"aku akan mencobanya"
dia memasukkan dan langsung memencet tombol on
dia langsung merem melek dan mengerang,bahkan dia langsung menyambar bibirku dan memainkan dadaku
setengah jam berlalu,dia menegang yang artinya dia sudah sampai dipuncak kenikmatan.....
dia melepas botol itu dan kekamar mandi untuk membersihkannya.....
"aku pulang ya....aku sangat puas...gunakan itu jika kamu merindukanku"
katanya lagi sebelum melompat keluar jendela...
aku melihat alat ini,dan memang lucu,dimana dia membeli alat seperti ini,apa mungkin online?
ah entahlah,,,aku ingin sekali lagi,dan kuingin melakukan ini dikamar mandi
setelah selesai akupun langsung mandi,kulihat jam baru menunjukkan angka dua,akupun merebahkan tubuhku setelah menyimpan alat itu yang kuyakini ibu tidak akan menemukannya
esok hari yang berat,dimana resa amalia ini akan bertunangan dengan om arka
selisih umur tujuh tahun,bahkan harus siap dimadu ketika nanti sudah sah jadi istrinya
membayangkan saja membuatku pusing,tapi biarlah selama uang terus mengalir,akupun tidak masalah
mau dimadu satu atau dimadu dua
yang penting aku masih bebas dengan semua keinginan hidupku.....
kira kira om hamka sekarang lagi apa ya? ah malah memikirkan om hamka....
__ADS_1
mungkin efek sudah dua minggu ini tidak bertemu