
tok tok tok
"res...bangun sudah siang,kamu harus siap siap" teriak ibu dari balik pintu
"ya bu"
kubuka mata dan kubuka ponsel,ternyata sudah jam sepuluh...
akupun bergegas keluar kamar dan naik kamar atas untuk mandi
"kenapa sekarang suka banget tidur dikamar bawah?" tanya ibu yang sedang menonton tv
"pengin aja bu" jawabku sambil naik tangga
"jangan lama lama...kamu mesti dirias soalnya,ayah sudah disana mengatur segalanya"teriak ibu lagi
setengah jam kemudian aku sudah selesai mandi dan memakai baju santai,karna rencana akan langsung kesalon dan berganti kebaya disana
"kita berangkat langsung ya...takut kesiangan" ujar ibu
aku mengangguk dan mengekori ibu dibelakang
sampai diteras kulihat rendi sedang berdiri didepan rumahku
"bu,jalanan macet karna ada tabrakan di pasar,aku antar pakai motor gimana?"tawarnya
"ko kamu tau?" tanya ibu curiga
"tadi habis nganterin ibu kepasar,jadi tau bu,lagian kan kesalon harus lewat pasar,karna cuma itu jalannya,aku aja yang antarin resa,nanti ibu bisa menyusul dibelakang,salon yang biasa ibu datangi kan?"
ibu seperti menimbang nimbang,karna kesalon juga butuh waktu agak lama untuk dirias,kalau macet,alamat gatot ini
"ya sudah kamu berangkat dulu ma resa,ibu nanti menyusul aja jam satu atau dua"
kulihat wajah rendi sumringah,aku tau otaknya,pasti hanya akal akalan saja,senyumnya bahkan sudah seperti om om cabul saja
akupun langsung naik kejok motornya,dan rendi langsung tancap gas
"aku tau otakmu"bisikku di telinganya
hahahahhahahhahaaa .....dia tertawa lepas
"emang ada kecelakaan,kalau mobil susah lewatnya,orangnya juga masih dievakuasi karna dibawah truk,tapi bisa kujadikan alasan untuk sama kamu barang sebentar,sebelum kamu resmi bertunangan"
tuh kan....apa tadi kubilang
"hey,kemana ini?"tanyaku sambil menepuk pundaknya,karna ini bukan jalan kesalon,tapi malah masuk gang
"kesalon,ini jalan tikus biar cepet sampai,tapi ditepian sana ada rumah kosong,kita mampir sebentar" ujarnya sambil mengusap usap dengkulku
__ADS_1
"ngapainlah,semalam kan udah,lagian aku tunangan juga nanti balik lagi,kalau udah nikah baru aku akan ikut suamiku"ujarku sambil memutar bola mata jengah dengan sahabat gila ini
"nggak tau,aku cuma pengen kamu,sebentar janji nggak akan lama"
akhirnya aku diam,toh jika aku menjawab lagi,dia hanya akan beralasan lagi...
dia ini jika punya kemauan sudah pasti
banyak alasan yang intinya harus satu tujuan keinginanya
diapun berhenti disebuah rumah yang mungkin sudah agak lama tak ditinggali,dan disekitar masih kebun
"bentar aja ya?"ucapnya seperti memohon
lalu dia menggandeng tanganku untuk masuk kedalam
baru menutup pintu dia langsung membungkam bibirku dan mulai beraksi dengan tangan nakalnya
sentuhan itu sedikit kasar,entah apa yang dia pikirkan,karna biasanya dia akan sangat lembut jika menyentuhku
dia langsung menaikkan rokku dan membuka celana dalamku,dengan rakus dia menghisap hingga membuatku hanya terpejam sambil mengerang gila
diapun langsung menurunkan celananya
dan tiduran dilantai yang ada tikarnya
dia memintaku tiduran diatasnya dan mulai menggosok nggosokkan area sensitif kami,hanya butuh waktu setengah jam kami menegang bersama,dengan nafas yang terengah engah
pov rendi
hari ini adalah hari pertunangan resa
entah bagaimana aku benar benar tidak rela,jika suatu saat tubuhnya dinikmati orang lain,aku merasa hanya aku yang pantas menikmatinya,walaupun aku belum menikmati seutuhnya..
semalam setelah aku pulang dari sana,aku bahkan terus bermain dengan alat baruku,sambil terus membayangkan tubuh resa,tubuhnya benar benar candu untukku
bahkan tadi pagi sebenarnya aku pergi ke tempat karaoke dan menyewa satu PL disana,tapi belum sempat aku bermain,wajah resa sudah sangat menggangguku,bahkan ketika PL itu merayu dengan menyentuh area sensitifku,aku mundur seketika
tapi aku coba menepis semua pikiran tentang resa,kucoba nikmati yang didepan mata,dia mulai mengulum milikku yang sudah menegang,aku juga laki laki normal
tapi ketika dia sudah siap ingin memasukkan senjataku kelubangnya,seketika aku teringat janjiku dengan resa,bahwa yang boleh memasuki dan yang dirasuki hanya pasangan halal
seketika aku langsung memakai celanaku lagi,tapi dipasar kulihat ada kecelakaan
tiba tiba terlintas ide dikepalaku
aku langsung melesat kerumah resa
dan setelah ibu memberi ijin,aku langsung membawanya kerumah kosong yang biasa buat tongkronganku dengan teman temanku kala gabut
__ADS_1
aku sangat bergairah jika dengannya,bahkan belum apa apa senjataku sudah langsung menegang saja
masuk kerumah aku langsung menyerangnya,bahkan aku langsung memulai aksiku...
setelah selesai kami mandi disumur belakang rumah
sebenarnya rumah ini milik temanku,tapi karna ayah ibunya meninggal,dia jadi ikut neneknya di gang sebelah
setelah bersih baru aku mengantarnya kesalon,dan menunggu hampir satu jam setengah,,aih merias wajah saja bisa selama itu,wajah bahkan tidak sampai satu meter,tapi apa yang dikerjakannya?
resa keluar dengan kebaya putih dan sanggul jawanya,ya tuhan...kenapa dia cantik sekali,aku bahkan baru sadar kalau dia secantik ini
padahal hampir tiap hari kami bersama
"ngapain bengong? kemasukkan laler baru tau rasa" ujarnya sambil menggeplak kepalaku,gadis ini benar benar tidak bisa manis sedikit saja
nyesel aku sempet terpesona tadi
"ayo berangkat,takut ibu sudah nunggu" kataku sambil menggandeng tangannya
"ren,,,berat nih,,masak pakai motor?"
lah dia lupa apa gimana,tadi kan berangkatnya juga pakai motor...amnesia ini orang gara gara disanggul,mungkin waktu nyasak rambutnya terlalu keras jadi gegar otak
tapi kulihat dia memang sedikit kesusahan memakai kebaya dengan roknya,belum lagi nahan sanggulnya jika naik motor
akhirnya motor kutitipkn dan memesan taxi online
sampai ditempat acara sudah ramai keluarga besar kedua belah pihak
bahkan calonnya langsung menggandeng tangan resa untuk masuk kedalam,dan memperkenalkan resa pada keluarga besarnya
bukankah kata resa,laki laki ini menolak? tapi kenapa yang kulihat dia bersikap sangat hangat? bahkan dari memandang resa,dia seperti sangat mencintai resa,atau hanya perasaanku saja?
apa karna aku yang cemburu,jadi berlebihan seperti ini? ya tuhan aku sungguh belum siap jika harus kehilangan sahabat ini...
bahkan selama ini tidak ada laki laki yang mendekati resa,karna aku selalu mengancamnya
aku tidak bisa melihat dia menangis
aku tidak bisa melihat dia bersedih
aku bahkan tidak bisa melihatnya dengan laki laki lain,aku sungguh tidak rela
bahkan aku coba dengan memacari selly,tapi ada daya aku tidak bisa melihat resa sendirian,tidak bisa membayangkan jika waktu berangkat sekolah atau pulang sekolah dia digoda laki laki lain,karna aku yang sibuk dengan selly
aku ingin bersama dia,aku ingin memilikinya,tapi aku takut mengahancurkan persahabatan kami...
aku takut dia menolakku,dan lalu menjauhiku,aku tidak bisa membayangkan itu terjadi padaku...
__ADS_1
aku tidak ingin melihat ini,aku akan pergi untuk menenangkan diri daripada harus melihatnya bertunangan dengan laki laki lain