Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
kenyataan


__ADS_3

"gi..aku aku aku....aku yang.......


"apa?"


"entah kenapa,setelah aku meminum jus jeruk,badanku menjadi sangat panas,dan feri yang sedang memapahmu yang mabuk,melihatku....


dia meminta basa membantuku,karna saat itu aku sangat pusing dan entah bagaimana aku sangat menginginkan itu"


"apa maksudmu?"


"kumohon jangan marah,jika aku memang harus jujur padamu,akupun tidak menginginkan ini,kau pikir aku mau hamil?kau pikir aku mau jadi istri kedua? aku juga tidak ingin......bahkan aku berjanji pada diriku sendiri,bahwa aku tidak akan menikah,setelah gagal menjalin hubungan dengan niko,aku kabur dari keluargaku"


perempuan itu bahkan sudah menangis tergugu,tapi ayah sepertinya tidak mau ambil peduli,karna kurasa ayah sudah sangat emosi


"jangan berbelit belit" dengan suara lantang,ayah membantak wanita itu


"aku dan kau dibawa oleh feri dan basa kekamar hotel yang sama,setelah feri membaringkan badanmu,dia mendekatiku yang sedang kepanasan dan sangat ingin melakukan itu,dia dan basa tertawa terbahak bahak melihatku,tapi aku tidak bisa menahan diriku sendiri...kudekati dia dan aku yang menyerangnya duluan,dia menyambut dengan baik,dia menggagahiku,tapi dia tidak ceroboh karna membawa alat kontrasepsi,setelah feri tumbang,aku digilir oleh basa,tapi basa pun sama,dia memakai alat kontrasepsi,setelah mereka puas bermain denganku hingga pagi,feri memberiku minum,tapi aku merasa badanku seperti semalam lagi,aku ingin itu lagi,lagi dan lagi,tapi mereka malah meninggalkanku dengan badanku yang sudah sangat panas,aku bingung sendiri,aku yang sudah tidak tahan melihatmu tidur dengan lelapnya,maaf,maaf aku mengambil kesempatan saat kau tidur,tapi aku lupa memakai pengaman...


kurasa kau sedikit sadar,karna terus menyebut nama ina,tapi mungkin kau berfikir jika itu mimpi,karna kita melakukan itu bahkan sampai tiga kali tapi matamu sama sekali tidak terbuka,dan aku mendominasi permainan ini....


sebenarnya saat kau bangun,dan kau langsung meminum air dalam gelas itu,aku berada dibawah ranjang samping tempatmu tidur,tapi aku takut kau akan marah padaku,bahkan hasratku masih membara,entah berapa obat yang feri berikan padaku,hingga aku tidak kunjung puas,aku juga memaksukkan obat tidur pada air putih yang kau minum,obat itu diberikan basa,katanya takut kau akan marah,jika tau kau tidur denganku"


kulihat dia dengan rakusnya menghirup udara disampingnya


"setelah kau tertidur kembali,aku kembali melakukan yang tadi kulakukan,tapi sayang itumu sama sekali bahkan tidak berdiri,aku kebingungan sendiri,aku bahkan sudah mandi dengan air dingin,tapi rasa itu tidak pergi,bahkan aku sudah sangat ingin dimasuki,kulakukan sendiri,tapi tidak membuatku puas,aku terus berfikir bagaimana,hingga aku mempunyai ide untuk memesan makanan lewat aplikasi online,dan kusuruh dia ke apotik dulu membeli alat kontrasepsi"


hahhhhhh......


"setengah jam kemudian dia datang,aku tidak langsung membayarnya,aku suruh dia masuk dan dengan tidak tau malunya,aku menyuruh dia melayaniku,tapi dia menolak dengan alasan dia punya istri dirumah,tidak kehabisan akal,karna masih ada satu obat yang ditinggalkan hasa,aku menyuruh bapak itu minum dulu,minuman yang sudah kucampur dengan obat,aku sengaja tidak langsung membayarnya,agar dia tidak pergi,mungkin agar cepat bisa pergi,dia segera meneguk minuman itu,aku beralasan jika dompetku tertinggal di toilet,jadi aku ketoilet sedikit lama,menunggu obat itu bekerja,selang seperampat jam,aku keluar dengan tidak memakai apa apa,dan mas mas itu langsung menyerangku,dengan tidak lupa kusuruh dia memakai alat kontrasepsi,kami berhenti setelah siang,tapi naas,mungkin aku yang sangat capek,karna tidak tidur dari semalam,menjadi tidur begitu saja,disampingmu tanpa memakai baju,dan maaf setelah bapak itu pergi,aku masih mencoba menggodamu,tapi sayang,kau tidur dengan sangat pulas,hingga bawahmupun tidak bereaksi apa apa,hingga aku menyerah dan tidur begitu saja"

__ADS_1


ayah menggeram dengan kesal


"jadi rasa itu nyata?wanita yang kupikir istriku,ternyata itu kamu?"


"maafkan aku hiks hiks hiks"


"jika kau tau yang lain memakai alat kontrasepsi,kenapa kau tidak memakaian padaku? bukankah kau yang bermain? kenapa tidak kau pakaikan?"


"maafkan aku,aku hanya sangat penasaran jika,tidak memakai alat itu,rasanya seperti apa,dan hanya padamu aku berani,karna aku yakin kau bersih"


ayah menatap wanita itu dengan nyalang


"lalu kenapa,kau memakai putraku untuk ancamanmu?"


"aku tidak sengaja,hanya saat aku tau gadis itu meninggal,aku mencari tau putramu,dan itu ternyata anakmu,bukankah kau tau? gadis itu meninggal baru tujuh bulan yang lalu,dan aku hamil delapan bulan,tadinya aku ingin melaporkan putramu,dari semua video cctv dirumah sauaraku,tapi setelah aku tau dia putramu,mmaka kugunakan untuk mengancammu,karna pagi itu aku melakukan test kehamilan dan aku positif,tadinya aku sangat geram dengan kelakuan putramu,tapi aku jadi memanfaatkan"


"kau gila,dan sangat gila,karna perbuatanmu mengahncurkan rumah tanggaku,dan membuat istriku pergi dari rumah,kau tau? aku sangat mencintainya,bahkan sangat mencintainya"


"setelah anak ini lahir,aku akan pergi,aku hanya ingin kamu merawatnya,jika bersamaku aku yakin tidak mampu,aku mohon....sampai anak ini lahir saja gi"


dia bahkan sudah berada dikaki ayah


tapi kulihat ayah yang menggeram dan pergi begitu saja,dari wanita itu


"aku pulang ya...kayaknya udah selesai"


aku berbisik pada rendi


rendi mengangguk,akupun segera berdiri dan membawa kembali tampah yang sudah kosong,jam sudah menunjukkan jam tiga pagi,ternyata orang kepo juga butuh tenaga extra juga,sampai rela begadang sampai pagi,bahkan rambutku masih sangat basah,dan itu sukses membuatku pusing

__ADS_1


pagi harinya,aku dibangunkan ibu untuk sarapan,tapi karna kepala yang berat,jadi aku memutuskan untuk tidak sarapan dan tidak kebutik,aku pasrahkan saja semuanya pada karyawanku


sekitar jam sepuluh baru aku bangun,dan langsung mencari makanan,tapi ternyata ibu masih menyisakan nasi goreng untukku


"gosok gigi dulu,mandi dulu,kebiasaan perawan bangun bangun langsung makan"


suara cempreng ibu,membuatku tidak jadi memasukkan nasi gireng ini,padahal sudah didepan mulutku,dengan terpaksa aku jadi berdiri dan pergi mandi


setelah selesai,aku turun dengan membawa handycam ayah


"gimana? sampai jam berapa kalian?"


"ayah dengarkan sendiri aja deh,ada rahasia besar disana,aku mau makan dulu"


aku pergi,tapi karna didepan ayah kulihat ada kopi hitam yang masih setengah,aku berhenti dulu untuk menyeruputnya


"resa...kebiasaan,bahkan ayah baru minum setengah"


aku hanya tersenyum menanggapi ocehan ayah,dan segera kemeja makan


ternyata ibu sudah menghangatkan nasi gorengnya,dan tidak lupa beliau membuatkan aku teh manis hangat


aku ingin seperti ibu,walau bagaimanapun sibuknya,beliau tidak lupa akan kewajibannya,dan selalu memberikan yang terbaik untukku dan ayahku


setelah selesai melahap nasi goreng dan meminum teh hingga tandas,kuhampiri ayah dan ibu yang sedang menonton video itu,ayah dan ibu terlihat sangat memerah dan seperti memendam amarah


"diamana rendi?"


ayah bahkan bicara dengan sangat tegas,seketika aku teringat,jika rendi ikut andil dalam masalah orang tuanya,dan dia juga ikut andil dalam merusak anak gadis orang,bahkan dia juga membunuhnya

__ADS_1


"dia semalam pulang yah,mungkin masih dirumahnya"


"ayah tidak menyangka,anak ayah sebejat itu.......dan lebih gilanya,ayahnya sendiri yang menutupi kebejatan anaknya....."


__ADS_2